YOU ARE MY LITTLE ANGEL

YOU ARE MY LITTLE ANGEL
6. Semuanya hilang



Christ mengangkat tubuh Crystal yang hampir kehabisan nafas. Menggendong tubuh indah gadis cantik itu keluar dari bathup.


Crystal menggenggam erat punggung pria itu dan terbatuk-batuk. Christ mendudukkan gadis kecil itu di pinggiran bathup lalu jongkok sehingga wajah mereka begitu dekatnya.


"Gadis kecil mengapa kau bisa sampai disini?" Christ memandangi lekat-lekat wajah Crystal lalu matanya semakin liar memandangi tubuh nya yang terpampang jelas.


"Aku belum pernah melihat gadis kecil secantik dan seindah dirimu dengan tubuh molek seperti ini" lanjutnya dengan suara parau sambil memainkan jari jemarinya diatas paha Crystal hingga mengangkat roknya.


Crystal sungguh ketakutan dengan semua itu dia mendorong tubuh Christ sekuat tenaga namun karena pengaruh obat tersebut kekuatan pria itu dua kali lipat lebih kuat. Sehingga perbandingan kekuatan mereka berbeda jauh.


"Tuan maafkan aku tapi ini terlalu kelewatan"


Melihat hal itu Christ tersenyum semakin ganas apalagi setelah melihat bentuk tubuh gadis di depannya yang terpampang jelas membuat gairahnya semakin meningkat seratus persen.


"Gadis kecil ku yang indah, aku menginginkanmu malam ini"


Sebelum Crystal mengatakan sesuatau Christ langsung menggenggam kedua pergelangan tangan mungkil milik Crystal dengan tangan kanannya. Dia menjatuhkan bibirnya ke bibir indah milik Crystal kemudian menciumnya dengan ganas hingga gadis tersebut kesulitan bernafas.


Crystal mencoba untuk melepaskan diri namun tak ada guna karena itu tidak akan berhasil.


"Kumohon tuan lepaskan aku" pinta Crystal memelas pengampunan dari Christ.


Christ tersenyum menang, kemudian melanjutakan ciumannya namun dengan sedikit lebih lembut.


Tangan kirinya mulai bertindak. Membuka kancing baju milik Crystal satu persatu. Crystal yang sudah terkunci tidak bisa melakukan apapun hanya bisa berharap agar ini bisa cepat berakhir.


Ciuman tersebut kembali ganas dengan *******-luamtannya yang lebih kuat. Christ merobek baju Crystal hingga hampir semua tubuhnya telah terpampang. Crystal menangis memohon, membuat Christ menghentikan gerakannya karena merasa bersalah. Namun karena pengaruh obat tersebut sangat kuat, tubuhnya terus bergairah menginginkan pelampiasan.


Christ kembali ******* bibir Crystal perlahan membuat Crystal bisa sedikit menikmati permainan pria itu dan membalas ciumannya. Tangan kiri Christ memegang leher jenjang milik gadis itu. Lalu mencium dan menghembuskan nafasnya.


Hembusan nafas itu membuat Crystal merasakan rangsangan di lehernya menjadikannya seakan tidak bisa bergerak.


Christ merobek semua kemeja gadis itu, melihat tubuh molek nya membuat Christ tersenyum.


"Aku suka ini" lalu mencium leher Crystal dan bergerak perlahan hingga ke bagian sensitif atas milik Crystal.


Melihat tidak ada lagi perlawanan dari mangsanya, Christ menggendong Crystal keatas tempat tidur. Membuka rok Crystal perlahan sambil menciumnya ganas.


Karena puas dengan tubuh mangsanya, Christ membuka kemejanya dan mencampakkannya sembarangan ke lantai. Dia menindih tubuh Crystal mencium nya dengan ganas di seluruh tubuh gadis itu. Crystal hanya bisa menangis.


Christ membuka seluruh helaian yang menutupi tubuh gadisnya. Kemudian mencium bibir Crystal lembut untuk membuatnya bergairah dan mulai menikmatinya. Dan benar saja Crystal mulai menikamati permainan ganas Christ.


Christ menyatukan tubuhnya dengan tubuh Crystal hingga menyatu sempurna. Membuat Crystal mengeluarkan desahan manja dalam tiap gerakan di tubuhnya sehingga menaikkan nafsu Christ. Dia menikmati tiap dorongan yang masuk ke dalam daerah tubuhnya. Menikmati tiap gerakan yang menembus dirinya. Melihat wanita nya sudah mengikuti ritmenya membuat Christ semakin menikmati tiap senti tubuh Crystal.


.


.


🌟


Matahari mulai masuk ke dalam kamar membangunkan Crystal dari tidurnya. Merasakan sakit di sekujur tubuhnya terutama di bagian kakinya.


Ketika ingin bangun, Crystal merasakan tangan kekar memeluk perutnya. Dia menoleh ke belakang dan melihat seorang pria sedang tidur sambil memeluknya tanpa memakai busana apapun.


Sambil menahan sakit di kakinya, Crystal mulai berjalan perlahan mencari pakaian di dalam lemari dan mendapati beberapa kemeja putih tersusun rapi di sana.


Crystal langsung memakai kemeja tersebut namun saat ia ingin mencari celana dalamnya, ia tidak menemukan benda itu. Dia mencarinya di setiap sudut namun tidak menemukannya.


Karena takut pria itu terbangun, dia langsung memakai rok nya yang basah dan pergi meninggalkan hotel. Dia turun ke lantai dasar dan segera berlari menumpangi taksi tanpa menghiraukan orang-orang yang menatapnya.


Para staff dan tamu hotel bingung melihat hal tersebut namun untung saja mereka tidak melihat wajah Crystal yang tertutupi rambut panjangnya sehingga mereka tidak akan mengenalnya.


Crystal turun dari taksi di depan kediaman kelauarga Cha. Untung saja saat itu sudah jam kerja kantor, sehingga jalanan sudah sepi, Sherina dan nyonya Song sudah pergi bekerja dan para pelayan sudah berada di kamar masing-masing.


Crystal mengunci dirinya di kamar mandi lalu menangis sendirian. Membiarkan tubuhnya dibasahi oleh air. Air Matanya terjatuh menyatu dengan tetesan air mandi nya.


Hatinya sangat kacau dan jiwanya begitu terpukul dengan apa yang dialaminya semalam. Dia bahkan tak tahu siap pria yang merenggut ciuman pertama dan malam pertamanya. Yang ia tahu bahwa pria itu adalah adalah seorang tamu besar hotel tempatnya bekerja.


Di dalam kamarnya Crystal hanya menangis dan merutuki dirinya. 'Mama papa kenapa aku harus mengalami ini semua? Apa salah ku Tuhan' batin Crystal. Lalu mengambil ponselnya dan menekan nomor manager hotel meminta pengunduran dirinya.


Sedangkan di dalam kamar hotel


Christ terbangun kepalanya begitu sakit. Pria itu membenarkan posisinya menatap sebelahnya sudah tidak ada gadis yang bersamanya semalam.


Kemudian ia teringat kembali saat gadis kecil itu menangis memohon padanya. Ia menjadi merasa bersalah karena melakukan hal itu. Namun dia bahkan tidak bisa mengatakan maaf karena gadis itu telah pergi.


Christ mengambil ponsel nya dan menekan nomor asistennya.


"Tommy batalkan semua kerja sama kita dengan tuan Yoon. Pastikan dia hancur berkeping-keping. Dan juga bawakan aku setelan pakaian ke hotel sekarang juga" perintah Christ pada asistennya.


Christ berdiri dan memutuskan untuk mandi. Namun matanya menatap sebuah celana dalam milik wanita tergeletak di ranjang tempatnya tidur barusan.


'Ini pasti miliknya' Christ segera mengambil benda itu lalu pergi ke kamar mandi.


Dia membiarkan tubuhnya yang sixpack merasakan rileks oleh air dari shower. Pikirannya melayang-layang mengingat kembali gadis yang baru tidur dengannya tadi malam.


Lalu memikirkannya dengan lekat-lekat. "Yahh dia adalah gadis misterius ku, wajahnya, suaranya juga genggaman tangannya sama persis. Yahh aku tau itu. Akhirnya aku menemukanmu gadis misterius ku"


Setelah mandi dia mendapati pakainnya sudah ada di atas tempat tidur beserta dengan asistennya yang sedang berdiri menunggu.


"Cari informasi tentang staff yang mempersiapkan kamar ini tadi malam. Aku mau informasinya lengkap. Ohh ya apa kau sudah melakukan perintah ku tadi?"


"Baiklah bos saya akan melakukannya. Untuk yang tadi semuanya sudah ditangani bos"


"Bagus" Christ pergi meninggalkan kamar hotel dan kembali ke kantor diikuti oleh Tommy.



Jangan lupa like dan komen Guys


Semoga kalian suka ya ceritanya


💛💛💛