YOU ARE MY LITTLE ANGEL

YOU ARE MY LITTLE ANGEL
17. Kemarahan Meluap



Perjalanan pulang ke rumah utama Sheila tertidur di pangkuan Crystal. Sedangkan Christ melihat Crystal yang masih begitu kesal dengan kejadian barusan.


Christ mengambil tangan Crystal lalu menciumnya dan menyentuhkan tangan lembut Crystal ke pipinya.


"Crystal aku hanya tidak suka bila kau bersama dengan pria lain. Mengetahui kau bersama orang lain aku langsung menemui mu" kata Christ dengan manisnya.


Hati Crystal merasa tersanjung. Ternyata perasaan yang mulai tumbuh di hatinya tidak salah. Perlakuan Christ selalu bisa menyentuh hatinya. Lalu ia tersenyum dan menarik tangan Christ dan menciumnya.


"Terima kasih sudah mengkhawatirkan aku" Crystal tersenyum menatap mata Christ.


Christ segera mengambil kesempatan mencium bibir Crystal. Mumpung adiknya sedang tidur dia bisa melakukan serangannya dengan aman.


Tetapi perkiraannya meleset, Sheila hanya berpura-pura tidur. Dia berteriak seketika.


"Kalian ketahuan" teriaknya.


Mereka berdua langsung mengambil posisi aman. Wajah Crystal memerah malu sedangkan Christ mencubit pipi adiknya yang telah mengganggu dirinya.


Sepanjang perjalanan Christ dan Crystal hanya diam, masih merasa malu.


Sopir mengantar Crystal dan Sheila ke rumah utama lalu mengantar Christ kembali ke kantor.


Crystal melihat nyonya Maylin langsung menghampiri nyonya Maylin. Crystal melihat calon mertuanya sedang duduk membaca sebuah majalah.


"Ma apa yang sedang kau lakukan?" tanya Crystal.


"Aku hanya melihat-lihat desain yang ada untuk pesta pernikahan kalian nanti. Kau mau yang seperti apa sayang?" tanya nyonya Maylin balik.


Crystal dan Nyonya Maylin saling berbicang. Nyonya Maylin begitu senang melihat antusias calon menantunya ini begitu lihai dan kreatif dalan merancang desain ruangan.


"Sayang sepertinya kau memiliki kemampuan dalam desain interior. Apakah kau begitu menyukainya?" tanya nyonya Maylin.


Crystal tersenyum "Sejak masih SMP aku sudah sering mengikuti perlombaan mendesain dan mendekorasi ma. Aku juga sering ditunjuk mengurus dekorasi interior suatu acara" jawabnya jujur.


Nyonya Maylin memutuskan akan memilih ide Crystal untuk pernikahan mereka nantinya. Dia juga berfikir sepertinya akan bagus jika Crystal nantinya melanjutkan kuliahnya mengambil jurusan desain interior.


Malam harinya Christ kembali dari kantornya. Dia langsung menemui Crystal karena melihatnya lelah nya akan hilang. Christ melihat Crystal sedang duduk di meja kerjanya. Lalu ia berjalan dan menghampiri Crystal.


Christ memeluk dari belakang lalu mencium leher Crystal. Crystal terkejut atas kedatangan Christ.


"Apa yang kau lakukan sayang?" tanya Christ yang melihat Crystal sedang serius dengan pensilnya.


"Aku hanya sedang menggambar" jawab Crystal yang masih fokus dengan kerjaannya.


Christ melihat hasil kerja Crystal. Dia terkejut melihat bagaimana Crystal menggambar sebuah ruangan yang seperti nya kamar anak-anak begitu bagus.


"Apakah kau menyukai desain interior sayang? Melihat kamar ini yang sudah kau sulap begitu indah dan juga lukisanmu ini sepertinya kau berbakat dalam hal ini" Christ.


"Heii itu tidak begitu bagus kok. Aku hanya iseng saja mencoba mendesain kamar anak kita nanti" jawab Crystal malu.


"Tidak Crystal ini sangat indah aku sangat menyukainya" Christ masih menatapi desain hasil kerja Crystal.


Christ menjadi berfikiran sama dengan mommynya. Dia berencana akan membuat Crystal mengikuti homeschoolling lalu melanjutkan kuliahnya jurusan desain interior.


🌟


Keesokan siang, Crystal berencana untuk mengantarkan sendiri bekal makan siang buat Christ. Dia berencana akan datang ke kantornya Christ diantar oleh sopir.



Di ruangan direktur tampak Christ sedang menerima telepon.


"Mom itu tidak seperti yang terlihat. Aku hanya mengantar Cassandra tapi aku tidak menciumnya. Foto itu hanyalah masalah pengambilannya terlihat seperti berciuman." Christ pada orang yang ada di telepon.


Christ sangat marah dia mengacak-ngacak rambutnya dan berusaha berfikir jernih.


🌟


Sejak pagi Crystal tidak sempat mengecek HP nya. Dia begitu sibuk mengajari Sheila belajar lalu mempersiapkan makan siang.


Crystal berjalan masuk ke dalam Wu's Group. Ketika melangkah masuk semua orang berbagi gosip dan cerita. Crystal merasa bingung kenapa semua orang bukannya bekerja tapi malah sibuk bergosip.


"Lihatlah sudah aku katakan mereka berdua pasti sepasang kekasih" kata seseorang.


"Tidak tidak nona Cassandra adalah sahabatnya.Ini hanyalah berita palsu." kata yang lain.


"Ini adalah bukti bos kita dan nyonya Cassandra berkencan. Buktinya foto ini menunjukkan mereka sedang berciuman di dalam mobilnya" kata yang lain lagi.


Mereka semua tersadar Crystal sedang menguping pembicaraan mereka. Lalu bubar dari posisi semula.


Mendengar itu Crystal begitu terkejut, mencoba menenangkan dirinya. Dia berusaha untuk tetap percaya pada hatinya.


Dia mengambil ponselnya lalu mencari berita terbaru.


Seketika tubuh Crystal begitu lemah hatinya seakan remuk. Kepercayaannya tak bisa membantunya bertahan. Dia melangkahkan kaki nya masuk ke ruangan.


Christ menyadari kedatangan Crystal segera berlari menghampiri.


Crystal mengabaikan Christ yang berlari ke hadapannya. Dia terus berjalan lalu meletakkan bekal yang ia bawa ke atas meja.


Tatapan nya begitu kosong seperti saat dia hampir bunuh diri dulu. Christ melihat tatapan kosong Crystal merasa bersalah.


Christ memeluk Crystal yang berdiri terpaku di depan meja kerjanya.


"Sayang itu semua salah paham" jelas Christ mencoba meyakinkan.


Air mata Crystal menetes membasahi pipinya. Hatinya begitu hancur baru saja ia merasa yakin atas perasaannya pada Christ namun sekarang dia merasa tertipu.


Karena sedang hamil, emosi Crystal bisa begitu meluap. Kemarahannya meningkat hingga membuatnya berani menampar pipi Christ.


"Kau jahat kau pria jahat" teriak Crystal.


Mendengar keributan dari dalam kantor bos nya, Tommy masuk mengecek apa yang terjadi. Tapi Christ memintanya untuk menunggu di luar.


Christ terkejut mendapat tamparan di wajahnya tetap mencoba untuk menenangkan kemarahan Crystal.


"Sayang itu semua tidak seperti yang kau pikirkan. Berikan aku kesempatan untuk menjelaskannya" Christ.


"Tidak perlu ada penjelasan. Aku merasa bodoh karena mulai mencintai pria sepertimu" Crystal menatap Christ dengan tatapan tajam.


"Aku mohon sebentar saja Crystal dengarkan aku" Christ memelas.


Crystal mencoba untuk lebih tenang mengingat ia sedang hamil. Dia menghembuskan nafas panjang meredakan emosinya.


Christ menceritakan bahwa saat itu ia dan sahabatnya berencana berkumpul. Dia dan Cassandra pergi bersama.


Tapi saat itu seseorang memotret mereka. Saat itu Christ begitu marah padanya karena suatu hal. Bahkan Christ juga menceritakan Cassandra yang mengatakan mencintainya. Namun hatinya begitu marah karena baginya Cassandra adalah seorang sahabat namun dia merusak semuanya.


Crystal masih sedikit tidak percaya mendengar itu namun dia merasa bersalah karena meluapkan emosi nya begitu saja menampar Christ.


Christ sadar dengan ekspresi Crystal yang masih belum percaya. Mengambil cara lain untuk membuktikan cintanya hanya pada Crystal.