
Semua acara pernikahan telah selesai.
Para tamu berpulangan.
Christ mengangkat Crystal menuju kamar pengantin mereka. Christ masuk lalu meletakkan tubuh Crystal ke atas ranjangnya perlahan.
"Sayang apakah sudah boleh?" Christ berkata dengan serak.
Crystal tersenyum lalu mengangguk.
Christ menindih tubuh Crystal kemudian Christ tersenyum lalu menciumi Crystal lembut. ******* bibir Crsytal dan semakin lama semakin kuat hingga membuatnya kesulitan bernafas.
Crystal mulai tenggalam dalam permainan Christ. Jari jemari Christ mulai membuka sleting gaun Crystal. Lalu perlahan menariknya turun dan melepaskannya.
Christ membuka setiap helaian yang menutupi tubuh Crystal. Jari jemarinya mulai menyentuh tiap permukaan kulit Crystal.
Christ mulai turun mencium leher Crystal. Hembusan nafasnya membuat Ctystal semakin terangsang.
Kemudian ia semakin turun ke area sensitif Crystal. Meremasnya lalu mengecupnya lembut. Crystal mengerang membuat Christ semakin menikmati permainannya sendiri.
Christ menggenggam tanggan Crystal yang memegang erat seprai putih mereka. Christ tersenyum lalu memasuki area paling sensitif pada diri Crystal.
Crystal mengerang merasakan sesuatu memasuki dirinya.
"Nikmati saja sayang"
Christ mendorong masuk menyatu dengan Crystal. Dorongannya masuk menembus diri Crystal. Crystal semakin mengerang merasakan sesuatu bergerak masuk dalam tubuhnya.
Mendengar suara Crystal, Christ semakin memperkuat dorongannya. Christ menikmati setiap bagian tubuh Crystal yang sudah lama ia rindukan. Mendorong masuk kedalam diri Crystal. Membuat Crystal semakin menikamati irama Christ.
Christ tersenyum puas melihat wanitanya menikmati semuanya. Christ mencium bibir merah Crystal sambil mendorong masuk ke dalam tubuh Crystal.
Crystal membalasnya dan mulai ikut bermain dalam tubuh Christ. Setiap gerakan mereka saling menyatu membuatnya semakin jatuh dalam nafsu yang mendalam.
Christ terus mendorong memasuki tubuh Crgstal. Mencium dan menghebuskan nafasnya pada kulit Crystal.
🖤🖤🖤
Keesokan paginya Crystal terbangun dalam pelukan Christ. Matanya menatapi wajah tampan Christ yang masih tertidur pulas.
Dia mengingat kembali semua yang mereka lakukan tadi malam. Walaupun bukan yang pertama kali, Kali ini dia betul-betul menikmati setiap gerakan Christ padanya.
Crystal menatap wajah Christ lekat-lekat.
Mata yang indah, hidup besar yang mancung, bibir merah, alis tebal, rahang yang tegas dan rambutnya yang lebat terlihat begitu sempurna.
"Aku masih tidak percaya bisa memiliki suami setampan dirimu. Aku tidak menyesal atas malam itu" katanya pelan.
Christ membuka matanya. Menatap wajah Crystal yang memandanginya.
"Aku tau aku tampan. Sekarang wajah ini telah menjadi milikmu" Bisiknya pelan ke telinga Crystal. Crystal tersenyum mendengarkan.
"Semalam kau sangat hebat sayang. Ternyata kau begitu pandai menyentuhku" bisik Christ lagi.
Wajah Crystal memerah lagi. Sangat-sangat merah. Karena malunya, ia langsung berlari ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Crystal mulai membersihkan dirinya. Tubuhnya penuh dengan bekas merah dari Christ.
Ketika ingin memakai pakaian, ia melihat bekas-bekas itu. Christ tiba-tiba datang dan memeluknya dari belakang.
"Itu adalah tanda kepemilikan Christ Wu" bisiknya di telinga Crystal.
"Bagaimana kau bisa masuk?" tanya Crystal bingung.
"Karena kau tak mengunci pintu, jadi aku masuk" Christ menarik Crystal ke dalam pelukannya.
"Bagaimana bisa kau secantik ini Crystal. Kau tumbuh begitu cantiknya" Christ memandangi wajah Crystal lekat-lekat.
"Aku juga lelah dengan kecantikanku yang tiada habisnya ini" jawab Crystal lalu tersenyum sinis.
"Kau ini sudah pandai melawanku ya" goda Christ lalu mencium bibir Crystal.
Sebelum bibir Christ menyentuh bibirnya, Crystal langsung menutup mulut Christ dengan tangannya.
"Aku lapar jadi tolong minggir agar aku bisa segera mengisi perutku ini" Crystal.
Christ kesal karena penolakan dari Crystal. Lalu melepaskan pelukannya. Crystal segera memakai pakaiannya namun tangannya tidak sampai untuk menarik sleting mini dress nya.
Christ mendapatkan ide. "Ahh yasudah lah aku pergi saja" lalu pura-pura berjalan keluar kamar mandi.
"Heyy tunggu bantu aku menariknya" Crystal.
"Tapi harus dibalas dengan sebuah ciuman" Christ menawar.
"Baiklah baiklah Christ" Crystal.
christ tersenyum menang lalu berjalan kebelakang Crystal. Christ memainkan jarinya di punggung Crystal membuatnya geli.
"Yahh aku memintamu menarik sleting ku, bukan melakukan itu" Crystal kesal.
Christ tertawa senang barulah dia menariknya. "Sudah kan?"
"Kau tertipu ahjussi tampan" Crystal menjulurkan lidahnya mengejek Christ dan langsung lari meninggalkan Christ.
Setelah selesai Christ dan Crystal keluar dari kamar menuju meja makan. Disana semua orang telah menunggu mereka di kursinya masing-masing.
Mereka semua sarapan dengan lahap sambil bercanda gurau. Christ mencapitkan potongan daging ke mangkuk Crystal.
"Heyy aku bisa gemuk nanti" Crystal melihat tumpukan daging di mangkuknya.
"Aku mau anak kita tumbuh sehat" Christ mengelus perut Crystal. Crystal menjadi malu dilihat oleh semua orang.
Nyonya Maylin sangat senang melihat cinta yang ada diantara anak dan menantunya itu.
"Kapan kalian akan menikah?" tanya Cassandra pada Sherina dan Lucas.
Sherina terbatuk mendengar perkataan itu.
"Yang pasti sebelum kau" Lucas menjawabnya asal.
"Ya kalian segera lah menikah aku tidak sabar melihatnya" Alex Wu.
"Sayang bagaimana menurutmu?" tanya Lucas pada Sherina.
Sherina terbatuk mendengar pertanyaan itu.
"Aku belum memikirkannya" Sherina.
Lucas cemberut mendengar perkataan itu.
Semua orang tertawa melihat mereka. Nyonya Song sangat senang melihat Crystal yang bahagia menikah dengan Christ dan Sherina yang memiliki seorang pacar yang tampan.
"Apakah kedua orang tua mu sudah baik-baik saja?" tanya nyonya Maylin kepada Cassandra.
"Papa sedang tidak enak badan tante. Aku minta maaf karena semalam mereka tidak bisa datang" jelas Cassandra.
"Tidak apa-apa Cassandra. Apakah tuan Shim sudah baik-baik saja?" tanya Alex Wu.
"Iya paman kata mama,papa sudah membaik" jelas Cassandra.
Setelah selesai makan semua orang kembali ke Seoul kecuali Christ dan Crystal yang masih berbulan madu. Mereka berencana akan menginap selama tiga hari di mansion itu.
🌟
Sore harinya Christ dan Crystal pergi ke pantai. Mereka berjalan di tepi pantai menikmati suasana pantai berduaan dan berlari kejar-kejaran.
Karena lelah berlari mereka duduk di atas pasir. Crystal menyandarkan kepalanya ke bahu lebar Christ.
"Terima kasih telah hadir dalam hidup hidupku" Crystal tersenyum lebar menatap mata Crystal.
"Terima kasih juga karena menolong ku dulu" Christ membalas dengan senyuman lebar pula.
"Oh iya sebenarnya aku ingin jujur.Dulu Kau ternyata sangat penakut ya" Crystal tertawa.
"Tidak itu karena dia adalah wanita jika saja itu pria mungkin aku akan... "
Crystal langsung memotong perkataan Christ "menangis begitu".
"Heyy aku tidak penakut" Christ mulai kesal.
"Ternyata ahjussi ku yang tampan ini sangat penakut ya" Crystal tertawa.
"Kau berani ya mengejek ku?" Christ menatap Crystal dengan tatapan akan menerkam. Crystal langsung kabur karena mengerti arti tatapan itu.
"Awas kau Crystal, malam ini aku akan menghukum mu hingga kau akan sangat kelelahan" Christ mengejar Crystal yang masuk ke dalam mobil.
Setelah itu mereka kembali ke mansion. Saat dalam perjalanan ke mansion, Crystal melihat tokoh makanan yang menjual buah, permen,coklat dan ice cream sekaligus.
Crystal memaksa Christ agar masuk ke dalam tokoh. Christ dengan malasnya mengikuti permintaan istrinya.
Di dalam tokoh Crystal langsung mengambil wadah lalu mengisinya dengan beragam permen. Dia juga memesan ice cream coklat, vanila dan strawbaery. Tidak lupa ia juga memesan buah mangga dan beberapa bungkus conklat ke dalam barang belanjaannya.
Sesampainya di mansion, Crystal meletakkan semuanya diatas meja. Sambil menonton film dia menikmati makanan yang baru saja ia beli.
Christ melihat semua makanan manis di hadapannya saja sudah merasa ngilu.
"Apakah kau sangat suka makanan manis?" tanya Christ.
"Ya aku sangat menyukai manisan. Makanan manis adalah obat untuk memperbaiki mood" Crystal membuka bungkus coklat lalu mengunyahnya.
Mata Christ menatap aneh ke mangga muda yang ada diatas meja. Crystal mengambil mangga itu, mengupasnya lalu mulai memakannya.
Melihat Crystal yang memakan semuanya sekaligus membuat Christ heran.
"Bagimana bisa kau memakan semuanya? Bukankah ini masam? " menunjuk ke arah mangga di tangan Crystal.
"Ini sangat manis kau mau?" Crystal memotong mangga tersebut lalu memasukkannya ke mulut Christ.
Christ terkejut karena mangga tersebut sangat asam. "Ini sangat asam Crystal"
Crystal tertawa " Apakah kau tidak tau seorang hamil sering menginginkan memakan makanan yang masam?"
Christ menggeleng. Selama ini yang ia tau adalah mengurus dokumen penting, mengurus saham,rapat,berolahraga dan meretas saja.