YOU ARE MY LITTLE ANGEL

YOU ARE MY LITTLE ANGEL
25. Peretasan



Keesokan paginya Crystal bangun lebih awal untuk mempersiapkan semua keperluan Christ. Sudah menjadi tugasnya untuk mengurus keperluan suaminya.


Seluruh keluarga hadir dalam acara launching mobil sport terbaru mereka. Dalam acara tersebut, Wu's Group akan mengundang beberapa client dari pasar Amerika.


Mobil Sport tersebut akan di pasarkan di pasar barat. Hanya ada enam yang diproduksi dan akan di pasarkan di Amerika, Rusia, Kanada, Brazil dan satu di Asia yakni di China.


Christ sedang mempersiapkan segala yang akan dibutuhkannya saat pameran nanti. Christ berselancar dalam aplikasi buatannya.


Seketika wajahnya berubah menjadi sangat pucat. Christ mengacak-acak rambutnya lalu berjalan mondar-mandir.


Crystal melihat tingkah Christ yang kacau.


"Apa yang terjadi apakah ada masalah? tanya Crystal memastikan.


"Aplikasi ku telah diretas. Bagaimana bisa ini terjadi. Aku sudah mengaturnya dengan keamanan super tinggi" jawab Christ gusar.


"Cobalah untuk berfikir dengan tenang. Kau pasti bisa mengatasinya" ucap Crystal berusaha menenangkan emosi Christ.


Christ ditemani oleh Crystal berjalan masuk ke laboratoriumnya. Para pegawai yang bekerja di laboratorium sedang kacau. Semuanya berusaha untuk memperbaiki aplikasi mereka.


"Kenapa harus sekarang hal ini terjadi. Acara launching akan dilaksanakan beberapa jam lagi" ucap Christ pada semua orang yang ada di lab.


Crystal tidak tahu harus bagaimana. Hal itu diluar kemampuannya. Crystal menggenggam tangan Christ.


Christ berusaha untuk berfikir tenang. Kemudian dia mengambil alih posisi dari para pegawainya.


Christ mulai mengoprasikan komputer yang ada di hadapan mereka. Jari jemarinya berselancar begitu cepatnya di antara keyboard.


Christ tidak memberitahu kedua orang tuanya untuk hal ini dan berusaha menyelesaikan semuanya sendirian.


Tinggal sepuluh menit lagi maka acara pelaunchingan akan diselenggarakan. Namun Christ belum. menyelesaikan semua permasalaan yang ada.


Crystal melihat bagaimana Christ berusaha sangat keras mengatur semuanya sendirian.


Fokus Christ betul-betul tersita dengan semua layar komputer yang ada di depannya.


Untunglah Tepat sebelum acara dimulai, semuanya telah selesai terbaiki. Wajah Christ masih sangat pucat, keringat bercucuran di keningnya.


Hati nya begitu lega karena akhirnya dia bisa menyelesaikan semuanya. Christ segera memeluk Crystal.


Crystal menepuk-nepuk bahu Christ.


"Kau hebat sayang" ucap Crystal lembut.


Tidak berlama-lama lagi, mereka langsung bergegas ke tempat acara akan berlangsung.


Di aula semua tamu sudah hadir.


Christ masih merasa gemetar karena baru saja mendapatkan masalah serius.


Crystal menggenggam kedua lengan Christ lalu menciumnya lembut.


"Aku tahu kau bisa, percayalah padaku" ucap Crystal dengan senyuman manisnya.


Christ menjadi percaya diri dan tenang melihat senyuman dari istri tercintanya.


Semua aura percaya dirinya telah kembali.


Christ berjalan dengan wibaya kepemimpinannya. Terpancar aura sang pemenang dalam dirinya yang tampak begitu jelas.


Setelah selesai berbicara, Christ berjalan kearah tirai merah yang sangat besar.


Dia menarik tirai itu dan semua orang bisa melihat hasil kerja kerasnya selama ini.


Semua orang yang hadir begitu kagum melihat betapa indah dan mewahnya mobil sport hitam yang ada didepan mereka.


Alex Wu menatap Christ dengan senyuman bangga. Dia begitu bangga melihat keberhasilan putranya. Nyonya Maylin sampai meneteskan air mata haru melihat semua orang begitu kagum pada putranya.


Semua client besarnya datang menghampiri Christ dan Crystal yang berdiri di dekat mobil itu. Crystal tersenyum lebar kepada Christ.


Semua orang memberikan ucapan selamat atas peluncuran mobil sport edisi terbatas.


Dalam sekejap, media masa dipenuhi dengan berita tentang Wu's Group.


Bahkan belum beberapa menit mobil itu sudah sold out. Karena keberhasilannya saham Wu's Group melonjak naik. Tanggapan publik begitu positif pada mereka.


Sebenarnya Christ membuat enam mobil, namun dia hanya memasarkan lima. Karena untuk satu lagi akan ia berikan atas nama anak nya nantinya.


Setelah semua acara berakhir baik, Mereka sekeluarga pergi merayakan keberhasilan Christ dengan makan bersama di hotel.


Di dalam mobil Christ mengambil ponselnya lalu menekan nomor Tommy.


"Selidiki bagaimana peretasan tadi bisa terjadi" ucap Christ.


Christ menggenggam erat tangan Crystal. Crystal tersenyum begitu lebar dan manisnya kepada Christ.


"Kau hebat Christ,aku sangat bangga padamu" ucap Crystal lalu mencium pipi Christ.


Jika bukan karena dia sedang menyetir maka mungkin dia sudah mendaratkan ciuman bertubi-tubi pada Crystal. Christ menahan diri nya untuk tidak melakukan hal itu.


Sesampainya di hotel, mereka menyantap makan malam mereka dengan haru kebahagiaan. Nyonya Song,Sherina,Lucas dan Cassandra juga hadir merayakan bersama.


"Selamat menantuku kau hebat" ucap nyonya Song lalu memberikan pelukan ke Christ.


"Selamat adik ipar" ucap Sherina pula.


"Hey bro selamat ya" ucap Lucas tak kala pula.


Cassandra malah memeluk Crystal."Selamat atas keberhasilan suami mu. Kalian berdua terlihat hebat" katanya.


Crystal membalas pelukan Cassandra. Melihat hal itu Christ tersenyum senang karena sudah tidak ada lagi jurang pemisah anatara mereka.


Cassandra berpamitan pulang duluan. Crystal sebenarnya tida enak hati membiarkan itu, namun karena alasan orang tua Cassandra ia pun membiarkannya.


Di meja makannya, Lucas dan Sherina tampak diam dan canggung. Crystal yang menyadari hal itu merasa bingung. Namun selama ini ia tahu mereka selalu putus nyambung maka ia berfikir biarlah mereka yang mengurus semuanya sendirian.


Sheila berjalan ke arah Christ. Menarik tangan Christ dan memeluknya.


"Ternyata kakak bodoh ku ini hebat juga" ucap Sheila.


"Terima kasih adik ku yang jelek" balas Christ.


"Mom kakak menyebutku jelek lagi" ucap Sheila mengadu pada mommy nya.


Semua orang tertawa melihat tingkah kedua adik kaka ini. Walaupun selalu terjadi perang dingin, namun Christ dan Sheila sangat menyangi dan mendukung satu sama lain.