
-6 Tahun Kemudian-
Seorang gadis remaja yang cantik berjalan sendirian di bawah sinar matahari sore. Dia berjalan dengan tatapan sendu di matanya. Air matanya mengalir membasahi pipinya.
Rambutnya yang panjang dan indah terlihat sangat kotor dan lengket. Tubuhnya dilumuri dengan tepung dan telur busuk yang menempel di kulit putih mulusnya.
Dia terlihat sangat kacau.
Crystal menangis dan menghentikan langkah nya lalu duduk di pembatas pinggir jalan. Ia tidak menghiraukan orang-orang lewat memandanginya aneh.
Yang dia tahu bahwa dia sudah lelah dengan segalanya. Dia mengumpulkan sisa tenaganya yang hampir habis karena disiksa oleh remaja-remaja lainnya.
Sebelum sampai di depan Panti, Crystal merapikan rambutnya lalu bergegas membersihkan tubuhnya. Dia masuk ke kamarnya dan mengambil semua barang-barang miliknya. Di masukkannya semuanya ke dalam koper hitamnya.
Semua mata memandangnya dengan tatapan jijik dan merendahkan. Mereka semua adalah pelaku penindasan yang baru dialami Crystal. Mereka melakukannya karena mereka kesal salah satu dari mereka memiliki pacar dan pacarnya itu ketahuan menyatakan cintanya pada Crystal. Walaupun tahu ia menolak, mereka tetap menindas nya habis-habisan.
"Pergi sana dasar wanita ******" teriak mereka berlima dengan saling saut-sautan dan melemparka benda-benda yang ada di depan mereka pada Crystal.
Crystal meneteskan air matanya "semoga Tuhan memaafkan kalian" dia pergi meninggalkan panti asuhan Little Angel tanpa sepengetahuan Bibi Amira.
Dia menyeret kopernya sambil menangis dengan tersedu-sedu. Hatinya sudah hancur dan pikirannya mulai kosong.
Crystal berjalan tanpa arah. Tubuhnya lemas seakan tak berjiwa lagi.
Di depannya terdapat sebuah jembatan.
Langkahnya terhenti dan memandangi sungai yang ada di bawah dengan tatapan kosong.
Tanpa disadari nya ia mulai memanjat ke
dinding pinggiran jembatan.
Dia membentangkan tangannya lalu menutup matanya. Membiarkan angin sore menyentuh tubuhnya yang indah itu.
Perlahan dia menjatuhkan dirinya. Namun tiba-tiba sepasang tangan menangkap tubuhnya.
Orang itu melingkarkan tangannya di pinggang Crystal lalu menariknya turun dari atas.
Laki-laki itu memukul-mukul pipinya dengan pelan untuk menyadarkannya.
"Heyy heyy sadarlah heyy" teriak cowok itu menyadarkan pikiran Crystal.
Crystal pun tersadar dan menjadi ketakutan. Dia menangis di dada bidang milik cowok itu lalu memeluk cowok itu dengan erat.
Tangan kirinya menggenggam erat telapak tangan cowok tersebut.
"Tolong jangan tinggal kan aku lagi kumohon aku lelah" Crystal mengatakan tanpa tahu apa sebenarnya tujuannya mengatakannya.
Dia menangis dalam pelukan cowok asing itu dan anehnya dia merasa hangat dan nyaman.
"Baik baik aku tidak akan meninggalkan mu adik"jawab Christ sambil mengelus punggung Crystal.
Melihat tingkah cewek di depannya ini, Christ hanya membiarkan tubuhnya di peluk oleh cewek asing tersebut. Namun genggaman tangan wanita itu persis sama dengan yang diarasakan saat menggenggam tangan gadis misteriusnya.
Setelah isak tangis Crystal berhenti, Christ memperbaiki posisi duduk cewek di depannya. Merapikan rambut yang menutupi wajah cewek di depannya. Ia melihat wajah cewek tersebut dan merasa seperti tidak asing di matanya.
Setelah sadar dari tangisannya, Crystal melepaskan genggaman dan pelukannya. Dia berdiri dan membungkukkan punggungnya tanda maaf karena bertindak sesukanya.
"Maaf kan aku tuan, aku tidak sengaja. Dan juga terima kasih. Kalau begitu aku pergi dulu" Crystal pergi meninggalkannya dan berjalan ke halte bus.
Christ yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi bengong melihat kepergian cewek asing itu.
"heyy apa yang terjadi?" tiba-tiba seorang pria tampan seumurannya memukul pundaknya dan menyadarkannya dari lamunannya.
"Tidak apa-apa" malah langsung masuk ke mobil.
Di dalam mobil Christ tenggelam dalam pikirannya. Dia memikirkan hal yang baru saja terjadi. 'Genggaman tangan itu, wajah itu dan suara itu aku sepertinya mengenalnya' Christ berbicara dalam hati.
Melihat sahabatnya itu mengkhayal, cowok tersebut memukul lengan Christ dengan kuat membuatnya meringis kesakitan.
"Makanya jangan mengkhayal.. Emang kenapa sih dengan cewek tadi?"
"Tidak aku hanya bingung"
Melihat tingkah sahabatnya yang berbeda membuat cowok itu mengingat-ingat sesuatu.
Lucas Wang adalah sahabat karib Christ sedari mereka masih di sekolah dasar. Mereka sudah lama berteman sehingga mereka sudah mengenal dan memahami satu sama lain. Jadi Lucas bisa langsung memahami apa yang terjadi.
Lucas Wang sendiri adalah anak dari pengusaha kaya dari Wang Construction.
Mereka ada tiga bersahabat, Lucas, Christ dan satu lagi adalah cewek bernama Cassandra Shim.
Mereka berada di kelas yang sama saat SMA namun kuliah mereka memilih jurusan masing-masing. Mereka memiliki kezeniusan yang tinggi sehingga pada umur 21 tahun mereka sudah turut mengelola perusahaan orang tua mereka.
Tetapi dari mereka bertiga, Christ adalah yang terdepan.
Mereka bertiga sangat dekat dan memahami satu sama lain. Sangkin dekatnya mereka sampai di juluki The King and Queens Friendship. Hanya satu hal yang kedua sahabatnya itu tidak ketahui, kemampuan meretas milik Christ. Ia memutuskan merahasiakannya atas perintah kedua orang tuanya.
Cassandra Shim sendiri adalah putri dari Shim group yaitu perusahaan makanan terbesar di Negara mereka dan sepupu Lucas sendiri.
Namun Cassandra memendam persaan pada Christ, karena takut persahabatannya hancur ia memilih untuk memendam saja.
Sedangkan Lucas mengetahui tentang perasaan Cassandra namun memilih diam dan berpura-pura tak tahu.
.
.
Christ dan Lucas pergi ke desa Gangdong-myeon setiap akhir bulan tanpa Cassandra untuk mencari gadis misterius masa lalu nya Christ. Namun sudah bertahun-tahun berlalu mereka tetap tidak menemukannya.
Di halte bus..
Crystal duduk di bangku tunggu sambil melamun. Pikirannya teringat pada kejadian barusan. Wajahnya memerah mengingat pelukannya barusan.
Bukan hanya ciuman, namun itu pertama kalinya ia memeluk laki-laki. Terlintas di pikirannya kenangan masa kecilnya dulu. Namun Crystal tidak mengambil pusing tentang semuanya.
(visual Crystal 16 thn)
Bus menuju Seoul pun datang. Dia bergegas naik dan mengambil tempat duduknya. Selama di perjalanan pikirannya melayang-layang mengingat semua yang telah terjadi padanya selama ini.
Dia menahan air matanya akan tetapi air mata bening nya menetes membasahi pipinya. Dia bersyukur karena bisa keluar dari penjara itu walaupun ia belum tau dunia apa yang akan dimulainya nanti.
Seseorang menawarkan sebuah sapu tangan ke hadapan Crystal. Gadis cantik itu menoleh dan melihat seorang cowok berseragam SMA yang cukup tampan menawarkannya sapu tangan.
"Ini ambillah hapus air matamu"
" Tidak terima kasih" Crystal.
" Heyy ayolah ini ambillah" cowok itu lalu memberikan sapu tangan miliknya di tangan Crystal.
Crystal tidak bisa lagi menolak, dia langsung menghapus air matanya dan mengembalikan sapu tangan itu.
Melihat hal itu, Cowok berseragam SMA itu tersenyum. "Namaku Jacson Park, siapa namamu gadis cantik?" sambil menyodorkan tangannya untuk berkenalan.
Crystal membalasnya "Crystal Lim".
'Nama yang sangat cantik sesuai dengan orangnya' batin Jacson.
Bus berhenti di halte pemberhentian Seoul.
"Maaf tapi aku harus turun" Crystal membungkuk dan bergegas turun dari bus.
"Sampai jumpa lagi cantik"
Namun Crystal tidak membalasnya dan langsung berjalan meninggalkan halte.
(visual Christ 21 thn)
Hai Hai Readers jangan lupa like and komen ya
Semoga kalian suka dengan ceritanya
💛💛💛