
Di rumah utama yang sudah sepi, Crystal mempersiapkan dirinya dan memasak bekal makan siang bagi Christ.
Sudah menjadi kebiasaannya memasak bekal makan siang untuk suami tampan tercinta nya, karena ia tahu jika tidak dilakukan maka Christ biasanya tak ingat untuk makan siang.
Dengan diantarkan oleh sopir Crystal pergi menuju Wu's Group tempat Christ bekerja.
Crystal berjalan dengan anggunnya melewati beberapa karyawan sambil membalas sapaan mereka dengan ramah.
Semua karyawan di sana sudah mengenal keramahan dan kelembutan sang nyonya muda mereka itu. Itulah mengapa semuanya menyukai Crystal.
Crystal berjalan memasuki ruangan sang direktur utama dengan membawa tas berisi bekal dan sebuah buku.
"Christ apa kau sibuk" tanya Crystal menyadarkan Christ yang sedang berbicara dengan seorang pria paruh baya yang tak lain adalah tuan Shim.
"Hai istriku tidak kok, ini semuanya baru saja beres" jawab Christ tersenyum senang.
"Halo tuan Shim senang bertemu dengan mu" sapa Crystal.
"Halo nona muda senang bertemu dengan mu juga" balas tuan Shim namun dengan senyuman kecut.
"Baiklah saya akan pergi dulu" lanjutnya.
"Sepertinya tuan Shim tidak menyukaiku" ujar Crystal sedikir sedih dengan perilaku aneh tuan Shim.
"Tidak sayang tuan Shim mungkin hanya lelah saja" ujar Christ tak ingin membuat Crystal bersedih.
Setelah kepergian tuan Shim, Crystal menarik tangan Christ untuk duduk di sofa tamunya.
Dia membuka tas itu lalu membuka bekal yang sudah ia siapkan.
"Makanlah aku sudah menyiapkan beberapa makanan khas Jepang untuk mu" ucap Crystal menunjuk Sushi dan beberapa makanan jepang lainnya.
"Woah sepertinya istriku yang cantik ini semakin hebat saja memasak" puji Christ yang menatapi makanan itu penuh selera.
Crystal mencapitkan Sushi dengan sumpitnya ke mulut Christ. Christ menikmati rasa makanan yang sungguh lezat itu.
"Sepertinya jika kau menjadi koki pasti akan sukses besar" puji Christ sambil mengunyah makanannya.
Crystal tersenyum kecut "Aku merindukan papa dan mama ku. Biasanya papa ku akan memasak untuk ku setiap hari" ucap Crystal murung.
Christ memperhatikan kerinduan yang ada di mata indah Crystal. Dia memeluk Crystal untuk menghiburnya.
"Papa sudah tenang dialam sana. Jadi kau tak perlu bersedih terus" ujar Christ padahal dia sebenarnya masih berusaha mencari tahu semua kebenaran.
Sudah cukup lama ia mencari tahu namun belum dapat mengungkap faktanya. Rekaman CCTV jalan di lokasi kecelakaan di hapus, catatan kecelakaan polisi hilang dan polisi yang menangani kasusnya juga ikut menghilang. Semua bukti yang ada lenyap membuatnya kesulitan mengungkap fakta.
Sedangkan untuk kasus mama Crystal sebenarnya sudah terungkap namun Christ memilih mencari pelakunya yaitu sang ibu tiri Crystal dan menghukumnya sendiri.
Tapi sampai sekarang ibu tiri Crystal menghilang tanpa jejak.
Restoran peninggalan papanya juga sudah ditutup.
Semua hal yang menjadi pendukung seakan hilang ditelan bumi.Christ menduga pelaku nya adalah orang yang memiliki kuasa kuat hingga mampu melakukan ini semua.
Sehabis menyantap makan siang, Crystal membuka buku gambar desainnya.
"Christ mana yang kau suka?" tanya Crystal menunjukkan semua desain di bukunya.
"Apa kau yang menggambar semua ini?" tanya Christ kagum melihat semua desainnya sangat indah.
"Iya sayang, saat aku menggambar desain hatiku selalu membawaku pada rancangan kamar bayi laki-laki. Ternyata itu karena bayi kita adalah laki-laki." jelas Crystal.
"Istriku memang sangat hebat" ujar Christ mengelus kepala Crystal. Sekarang Christ semakin percaya untuk rencananya membuka perusahaan di bidang desain interior dan konstruksi. Dia akan membiarkan Crystal mengelolanya namun tetap akan diatur oleh nya sendiri.
Christ memperhatikan setiap lembar desain yang dibuat Crystal. Perasaan kagum dan takjub menyelimuti hatinya.
"Aku suka yang ini" ucap Christ menunjuk sebuah desain bernuansa kamar seorang pangeran kerajaan yang berkelas dan megah.
"Ini adalah desain terbaikku" ujar Crystal manis.
"Kau hebat Crystal" puji Christ lalu mengecup penuh arti kening Crystal.
"Besok aku akan berbelanja peralatan untuk bayi kita nanti. Apakah kau mau menemaniku?" tanya Crystal.
Crystal tertawa melihat tingkah menggemaskan Christ.
Dengan sekejap Christ memegang leher Crystal dan menariknya mendekat dan menciumi bibir Crystal.
Karena sudah terbiasa dengan kondisi fisik Crystal, dia bisa melakukan ciumannya tanpa menyakiti putranya.
Christ mendorong perlahan tubuh Crystal bersandar ke sofa terus menciumi bibir Crystal.
Mereka berdua saling beradu ******* bibir masing-masing. Crystal melingkarkan tangannya di leher Christ dan terus membalas tiap ******* bibir Christ di bibirnya.
Mereka berdua saling tersenyum penuh arti dan Crystal pun memeluk erat tubuh Christ.
Setalah itu Christ kembali ke meja kerjanya melanjutkan semua pekerjaannya. Karena bosan menunggu Crystal sampai tertidur di sofa.
Crystal merasakan tubuhnya sedikit tidak nyaman. Dibukanya matanya dan begitu terkejutnya ia ketika melihat sekeliling.
"Kau sudah bangun Crystal" ucap Christ menyadarkan Crystal.
"Kenapa kita ada di jet ini?" tanya Crystal bingung.
"Bukankah kau mengatakan ingin berbelanja keperluan bayiku? Aku akan membawa mu ke tempat kau bisa membeli semuanya" ujar Christ dengan tatapan sombongnya.
"Tapi kemana kau membawaku pergi?" tanya Crystal lagi.
"Sesuai desain yang kulihat, itu adalah desain kamar bernuansa kerajaan. Jadi aku membawamu ke London karena itu akan sesuai bukan" jelas Christ sambil membuka Tabletnya.
"Tapi aku tidak mengatakan kita harus membelinya ke London. Kita bisa membelinya bukan di Korea" jawab Crystal tak percaya.
Christ mengecup bibir Crystal untuk mendiamkannya " Kau ini cerewet sekali. Aku hanya ingin memberikan yang terbaik bagi putraku yang habet ini" ucap Christ yang mengelus perut Christ.
"Tapi Chr... " ucapannya terpotong karena Christ sekali lagi mengecup bibirnya.
"Kau istirahat saja karena kita akan tiba disana malam" ujar Christ kembali memainkan tabletnya.
Crystal memasang wajah cemberut tak terima. Tapi dia tak mungkin membantah jadi dia hanya bisa membenamkan dirinya di bangkunya dan kembali tertidur.
Setelah landing di bandara, Christ menggendong tubuh Crystal menuju mobil yang sudah disiapkan oleh suruhannya.
Crystal pun terbangun.
"Kita sedang menuju hotel" ujar Christ mengelus punggung Crystal.
"Aku sangat lapar" ujar Crystal seperti seorang anak kecil yang kelaparan.
"Baiklah aku sudah suruh pelayan hotel untuk mempersiapkan makan malam" jawab Christ.
Setelah menempuh setengah jam perjalanan, mereka sampai di sebuah hotel yang sangat megah dan elegan.
Crystal terkagum melihat kemewahan hotel itu. Hotel dengan desain kerajaan classic yang hampir semuanya terbuat dari emas.
Bahkan ia tak henti-hentinya mengagumi desain kamar hotel mereka. Layaknya sebuah kamar seorang raja semuanya tampak sangat classic dan megah.
Dia merasa seperti seorang permaisuri yang sedang berbulan madu. Untuk pertama kalinya ia melihat dan merasakan semua itu.
"Apa kau menyukainya?" tanya Christ berbisik ditelinganya.
"Aku sangat menyukainya" jawab Crystal berjalan menyusuri setiap bagian kamar mereka.
"Sepertinya ini akan bagus jika kita memakainya untuk berbulan madu untuk membuat anak kedua kita" ujar Christ menggoda.
Wajah Crystal berubah sangat merah. Dia merasa malu malu mengingat bagaimana mereka menghabiskan malam memadu kasih dulu.
"Aku ingin melakukannya sekarang namun karena pangeran kecil kita, aku harus menahannya dulu" bisik Christ di telinga Crystal sambil meniup leher Crystal.
Crystal merasa sangat geli merasakan hembusan nafas itu. "Kau ini mesum sekali" ujar Crystal gugup.
"Kaukan istriku, jadi melakukan hubungan intim bukanlah hal mesum sayang" jawab Christ tertawa mengintimidasi.