YOU ARE MY LITTLE ANGEL

YOU ARE MY LITTLE ANGEL
11. Diam-diam menguping



Mendengar Crystal memanggilnya dengan sebutan ahjussi membuat Christ sedikit geli.


"Baiklah baiklah aku akan mengantarmu. Bebearapa hari lagi aku akan membawamu ke keluarga ku. Sebelum hari itu tiba kau tidak boleh kemana-mana".


"Baiklah ahjussi aku akan melaksanakannya" jawab Crystal menuruti perintah Christ Wu.


Christ mengantar Crystal dengan mobilnya. Sebelum mengantarnya pulang, Christ membawa Crystal ke sebuah restoran untuk sarapan.


Suasana restoran masih sepi hanya ada mereka berdua. Mereka menunggu pesanan datang. Christ memandangi wanita yang sudah lama ia cari cari sedang duduk manis di depannya. Sedangkan Crystal membuang pandangannya dari Christ.


Beberapa menit kemudian, pesanan pun tiba. Seorang remaja laki-laki seumuran dengan Crystal datang mengantar makanan mereka.


"Heii kau gadis kemarin yang aku temui di bus kan? Kalau tidak salah namamu adalah Cri.. Crystal yah benar.. Senang bertemu dengan mu kembali" sapa si pelayan restoran.


Mendengar perkataan tersebut, Crystal mengingat-ingat. "Ohh hallo Jacson aku ingat kau yang kemaren di dalam bus. Apa yang kau lakukan disini?"


"Aku sedang membantu orang tuaku menjaga restoran ini" jawabnya.


Jacson yang menyadari pria di depan Crystal adalah Christ Wu langsung memberikan hormat. "Crystal apa tuan Christ adalah paman mu?" tanya Jacson Wang menunjuk Christ.


Uhukk uhukk..


'Paman pala mu'


Christ yang mendengar pelayan itu menyebutnya paman Crystal terbatuk dan menatap nya dingin.


Crystal tertawa mendengarkan Jacson menyebutnya paman. "Iya dia paman ku..paman yang menyebalkan" jawabnya mengintimidasi Christ.


Christ menahan dirinya mendengar Crystal mengintimidasinya. Jika bukan karena mereka di tempat umum, ia pasti sudah melipat-lipat tubuh Jacson dan menghukum habis-habisan Crystal.


"Silahkan menikmati makanannya nona Crystal dan Tuan muda Wu" Jacson membungkukkan punggungnya tanda hormat lalu pergi ke meja kasir.


'Jika dia bukan keluarga Wu, aku pasti akan mendekatinya' batin Jacson.


Di meja makan Crystal tidak berani menatap mata pria di depannya. Dia takut karena telah mengintimidasi Christ.


"Paman" ucap Christ singkat.


Crystal semakin takut dengan tatapan dingin Christ. Rasanya seperti terkena pisau tajam saja.


Christ memotong-motong steak nya lalu menukarnya dengan milik Crystal. Gadis itu menatap heran dengan perilaku Christ.


'Jika bukan karena anak ini, dia pasti akan membuang ku begitu saja'pikir Crystal.


"Makanlah yang banyak agar anakku sehat" Christ.


"Yaahhhh jangan mengatakannya dengan keras nanti orang akan mendengarnya" Crystal.


Christ tertawa menang atas respon gadis ini.


Saat membayar tagihan Christ memperhatikan tampak jelas Jacson menyukai Crystal. Christ langsung menggenggam tangan Crystal membuatnya bingung.


Melihat tindakan Tuan Christ, Jacson merasa bingung. 'Dia adalah pamannya tapi kenapa memegang tangan Crystal seperti itu? ' batinnya.


Christ mengantarkan Crystal ke kediaman keluarga Cha. Sebelum turun dari mobil, Christ menarik tangan Crystal lalu mengecup lembut bibirnya.


Crystal menjadi malu dan pipinya seketika berubah merah.


"Jangan kabur lagi"


Christ melepas tangan Crystal.


Crystal segera membuka pintu mobil dan keluar. Mobil Lamborghini Christ kemudian pergi.


Dia menundukkan kepalanya dan berjalan masuk ke rumah. Karena tidak memperhatikan jalan ia menabrak seorang wanita. Matanya melotot melihat Sherina ada di depannya.


"Ka..Ka.. kakkak bagaimana bisa ada di..di.. di sini? Bukankah kakak harusnya ada di luar negeri?" kata Crystal terpenggal-penggal.


"Aku tidak jadi berangkat karena sedang tak enak badan, asisten ku lah yang akan mengurusnya disana" jawab Sherina memandangi lekat-lekat wajah Crystal.


"Harusnya akulah yang bertanya padamu, dari mana saja kau? Kenapa semalaman kau tak pulang? Bukankah tadi itu adalah Christ Wu, Kenapa kau pulang diantar olehnya? Apa saja yang kau lakukan di luar sana?" tanya Sherina.


"Hmm hmm ahh iya maaf kak semalam aku menginap di rumah temanku. Hmm soal tuan Christ tadi hanya ketemu dan dia mengantarku iya itu kak" Crystal berbohong.


Mereka berdua masuk ke kamar masing-masing. Crystal menghempaskan tubuhnya diatas kasurnya. Tangannya mengelus perutnya yang beberapa bulan lagi akan mulai membesar.


'Nak maafkan mama, mama berjanji akan merawatmu dengan baik. Daddy mu sudah berjanji akan menjagamu' katanya.


Crystal tertidur pulas. Tubuhnya begitu lelah.


🌟


Christ kembali ke kantornya. Dia larut dalam pekerjaannya seperti biasanya.


Pintu ruangannya terbuka, tanpa mengetuk Lucas dan Cassandra masuk. Berjalan ke meja kerja Christ lalu mengetuk meja itu.


"Woi bro ingatkan hari ini hari apa" Lucas.


Cassandra melanjutkan "Iya malam ini seperti biasanya jangan terlambat"


"Kalian emangnya tidak bekerja kenapa selalu mengganggu ku! Dan juga apa yang spesial dengan hari ini?" tanya Christ polos.


Lucas yang melihat ini merasa kesal dan menepuk punggung sahabatnya.


"Brengsek nih orang, Hari ini adalah hari jadi persahabatan kita yang ke sepuluh tahun. Bagaimana kau bisa melupakan itu?"


Mata Christ menatap tajam seperti mengeluarkan leser ke lengan Lucas yang menyentuh punggung nya. Ia tidak suka bila ada yang menyentuhnya.


Melihat tatapan itu Lucas langsung menarik tangannya kembali.


"Iya baiklah aku akan datang" Christ.


Cassandra merasa aneh dengan tingkah Christ. Pertama kalinya dia melupakan hari spesial mereka itu. Cassandra kesal dan pergi meninggalkan mereka berdua.


"Tuhh kan dia udah ngambek" kata Lucas menatap punggung Cassandra yang menjauh.


"Oh ya bro, Semalam kau dari mana saja? Kenapa telepon ku tak kau angkat" lanjutnya.


Lalu berjalan menuju sofa dan duduk.



Christ meletakkan semua file yang ada di tangannya. Menatap Lucas dengan senyumannya.


"Aku menemukannya"


Lucas melotot mendengar perkataan sahabatnya tersebut. Ia membenarkan posisi duduknya.


"Gadis misteriusmu telah kembali?" tanya Lucas memastikan.


Christ tersenyum lebar pada sahabatnya. Sedangkan Lucas perasaan nya bercampur aduk. Bahagia karena akhirnya pencarian sahabatnya telah berakhir dan sedih karena cinta sepupunya bertepuk sebelah tangan. Lucas pura-pura tersenyum namun pikirannya ada pada Cassandra yang tak tau hal ini.


Di luar ternyata Cassandra menguping pembicaraan antara tuan muda Christ dan tuan muda Lucas. Amarahnya memuncak mengetahui wanita kemaren yang ia lihat dibawa oleh Christ ke apatemennya adalah wanita yang selama ini ia cari.


'wanita itu kan adalah pelayan hotel tempat berlangsungnya makan malam kemarin' katanya dalam hati.


Harga dirinya begitu terinjak-injak. Selama ini wanita yang mendekati Christ berasal dari kalangan atas dan artis namun bagaimana bisa dengan seorang pelayan.


Cassandra meninggalkan Wu's Group, dalam pikirannya hanya ada mengancurkan wanita pelayan itu.


'Lihat saja kau wanita ******'


Cassandra mengemudikan mobilnya menuju kantornya. Di dalam ruangannya dia terlihat berbicara dengan seorang jurnalis ditelepon.


"Aku mau kau tulis sesuai dengan yang aku katakan tadi! Aku akan mengirim foto-fotonya "



Hai hai Readers


Semoga kalian suka sama cerita aku


Jangan lupa like and komen


💛💛💛