YOU ARE MY LITTLE ANGEL

YOU ARE MY LITTLE ANGEL
Diatas Kapal



Christ mengangkat tubuh Crystal menaiki kapan pesiar demi menjaga keamanannya. Dibawanya Crystal menuju geladak utama kapal.


Disana para pelayan sudah mempersiapkan meja makan untuk mereka berdua lengkap dengan semua hiasannya.


Christ mendudukkannya di kursi yang sudah disediakan. Mata Crystal memperhatikan setiap sisi kapal.


Dia tidak melihat seorang pun selain mereka dan para pelayan. "Kenapa diatas kapal sebesar ini tidak ada satu pun pengunjung nya?" tanya Crystal polosnya.


Christ tertawa dengan kepolosan istrinya ini.


"Ayolah sayang aku sudah memesan semuanya untuk kita berdua" jawab Christ angkuh.


"Hisss kenapa kau harus menyewa kapal sebesar ini hanya untuk makan malam dengan ku. Kita bisa makan malam di dalam hotel Christ" ujar Crystal.


"Kau ini sangat polos ya. Aku memesan ini untuk menikmatinya berdua dengan mu. Sejak kita menikah, kita tak pernah menghabiskan waktu berdua lagi" jawab Christ cemberut.


"Hehehe maafkan aku" ujar Crystal sedikit menyesal.


Sebuah kecupan mendarat di bibir Crystal.


"Heii apa yang kau lakukan di depan para pelayan ini" ujar Crystal malu-malu.


"Itu hukuman untuk mu" jawab Christ terkekeh lalu duduk di kursinya.


Crystal menunduk malu karena di lihat oleh para pelayan kapal. Kelakuan Christ yang selalu diluar dugaan tak pernah terfikir oleh nya.


Beberapa pelayan datang membawa hidangan-hidangan mewah nan lezat. Crystal yang melihat hidangan begitu banyak tak habis fikir.


"Apa kau memesan semua ini?" tanya Crystal memperhatikan semuanya.


"Sudah tentu aku yang memesannya" jawab Christ heran.


"Tapi.. mana mungkin kita bisa menghabiskan semua ini. Apa kau mau aku dan putra kita gendut nantinya" celoteh Crystal.


"Kau ini cerewet sekali. Aku berfikir ini akan menjadi kencan yang romantis, tapi aku malah mendapat begitu banyak ceramah" ujar Christ kesal.


"Tapi Christ ini terlalu banyak untu... " ujar Crystal tapi terpotong karena Christ langsung memasukkan sepotong daging ke mulutnya.


"Sudah makan saja" ujar Christ turut makan.


Mereka berdua menikmati makan malam nya. Bukannya makan sesuai perkataannya, Crystal malah menghabiskan cukup banyak makanan.


Christ tak percaya melihat istrinya itu. Di awal dia berceramah karena terlalu banyak, dan sekarang dia sendiri yang makan kebanyakan.


Selepas makan malam, Christ menarik tangan Crystal ke geladak terdepan.


Crystal memperhatikan seisi langit yang penuh dengan bintang-bintang. Di sisi danau, lampu-lampu kota menyala seperti bintang yang ada di langit.


Sebuah pemandangan yang sangat menakjubkan. Pemandangan yang tak akan pernah ia temukan di negara asalnya. Dan menjadi sebuah ingatan yang tak akan bisa ia lupakan.


"Apa kau menyukainya?" tanya Christ dengan senyuman lebarnya.


"Mmmm.. aku sangat menyukainya. Terima kasih Christ" ujar Crystal tersenyum manis.


Christ menarik Crystal dalam dekapannya. Matanya memandangi mata bulat Crystal dengan penuh kasih sayang.


"Terima kasih karena sudah menjadi wanita ku. Dan terima kasih telah menjadi ibu bagi putra ku Aku mencintai mu Crystal Lim" ujar Christ dengan senyuman yang hangat.


Crystal membalas tatapan dan senyuman itu dengan cara yang sama.


"Terima kasih karena menerima ku, Aku mencintai mu Christ Wu" jawab Crystal pula.


Christ langsung mendekatkan bibirnya ke bibir indah Crystal. Ia pun menjatuhkan ciumannya pada Crystal.


Crystal membalas ciuman itu beserta semua ******* dan sentuhan tangan Christ.


Bibir Crystal selalu manis bagi Christ, itu semakin menambah hasratnya untuk mengecup bibir itu. Mereka berdua saling membalas dan larut dalam perasaan masing-masing.


Cukup lama saling berciuman, mereka menyudahinya hal itu. Karena malam semakin larut dan angin malam semakin kencang. Itu tidak baik bagi kesehatan Crystal dan bayinya.


Christ membawa Crystal masuk ke dalam kamar yang sudah disediakan oleh pelayan. Hal yang menarik perhatiannya adalah, kamar itu berdesain seperti kamar keluarga kerajaan.


Semua desain interior dan furniturnya memiliki keindahan bagaikan dalam film disney kerajaan yang sering ia lihat di dalam film.


"Aku tahu kau sangat menyukai hal seperti ini. Aku sudah meminta semua ini dibuat khusus untuk mu" jawab Christ yang duduk di atas kasur mereka.


Crystal pun turut duduk bersama dengan Christ. Mereka merebahkan dirinya ke ranjang itu sambil saling berpelukan.


Sebenarnya Christ sangat ingin melahap habis Crystal malam ini, akan tetapi dia harus menunggu lagi demi sang buah hati.


Christ mengelus rambut Crystal agar mulai tertidur. Mengingat istrinya itu pasti kelelahan berkeliling kota dan harus melalui jarak jauh hingga ke kapal.


Tak lama Crystal pun terlelap. Christ memandangi setiap bagian wajah Crystal.


Wajah seorang gadis muda yang terlihat cantik dan imut. Bagaikan seorang bayi, ia tertidur dengan polosnya.


Crystal beranjak dari kasurnya lalu mengambil ponselnya.


Beberapa detik kemudian, Tommy pun mengangkat panggilannya.


"Bagaimana hasil pencarian mu?" tanya Christ samar.


"Bos kami sudah menemukan bukti kuat tentang kematian ibu nona muda. Ibu tiri nona muda membunuh ibu kandung nya karena ingin merebut ayah nona. Tapi ternyata ibu tirinya tidak bisa memiliki keturunan, karena itu dia menyiksa nona muda. Tapi untuk kematian ayah nona, itu murni bukan kesalahan ibu tiri nona. Bahkan setelah kematian ayah nona, dia menjadi kacau dan pecandu narkoba. Kecelakaan ayah nona terlihat seperti kecelakaan berencana. Semua rakaman CCTV terhapus, dan saat itu bahkan jalanan kosong.


Ini bukan sebuah kebetulan tuan, sepertinya ada dalang di balik ini. Seseorang yang memiliki kuasa" jawab Tommy panjang lebar.


Christ langsung memutus telepon karena mendengar Crystal mendehem.


'Apa ini? siapa yang tega melakukannya? Siapa orang yang dendam dengan ayah Crystal? Bukankah Crystal pernah bilang kalau ayahnya adalah sosok yang ramah dan dicintai banyak orang. Tapi siapa orang berkuasa yang mampu melakukannya? Dan dimana sebenarnya ibu tiri nya bersembunyi?' pikir Christ.


Keesokan paginya Crystal terbangun dari tidurnya. Ketika ia sadar, ternyata ia sudah tak lagi di kamar kapal tapi sudah ada di dalam jet pribadi keluarga Wu.


"Kapan kita sampai disini?" tanya Crystal yang menyadarkan Christ dari fokus kerjanya.


"Kau sudah bangun sayang, mari kita sarapan dulu" ujar Christ.


Mereka berdua pergi ke ruang santai dalam jet itu. Para pelayan sudah mempersiapkan sarapan untuk Crystal dan Christ.


"Ada yang ingin aku berikan padamu. Tunggulah disini, aku akan mengambilnya" ujar Crystal lalu meninggalkan Christ yang kebingungan.


Tak berselang lama Crystal kembali lagi menemui Christ.


Crystal duduk sendirinya diatas pangkuan Christ.


Crystal tersenyum sangat manis pada Christ hingga membuatnya kebingungan.


"Tutup lah matamu" ujar Crystal dengan imutnya.


"Heii apa ini kenapa kau bertingkah manja seperti ini?" tanya Christ tertawa kecil.


"Tutup saja matamu" ujar Crystal semakin manja.


Christ tak bisa membantah dia pun menutup matanya.


Crystal mengecup bibir Christ lalu berbisik "Selamat ulang tahun suami ku tersayang" ujar Crystal dan mengecup bibirnya lagi.


Christ membuka matanya lalu melihat di depannya Crystal membarikan sebuah hadiah kecil.


"Heii apa ini aku fikir kau melupakannya" ujar Christ lalu mengecup bibir Crystal.


"Ayolah bagaimana mungkin aku bisa lupa" jawab Crystal menggemaskan. "Ini ambilah, hadiah kecil dariku. Aku membelinya dari tabunganku saat kita belum menikah dulu. Aku menabung uang itu untuk sesuatu yang sangat berharga kelak, dan aku fikir ulang tahun mu adalah sesuatu yang paling berharga untukku" ujar Crystal menjelaskan.


"Terima kasih Istriku sayang" jawab Christ sangat senang lalu menciumi habis-habisan Crystal.


Christ membuka isi kado tersebut. Sebuah parfum pria yang sangat mewah dan indah.


"Wow sayang ini sangat indah dan wangi. Kapan kau membelinya?" tanya Christ.


"Semalam saat kita berkeliling mencari oleh-oleh untuk keluarga kita, aku melihat nya jadi aku menyuruh pelayan toko untuk membungkusnya terpisah" jawab Crystal dengan senyuman kemenangannya.


"Terima kasih sayang" ujar Christ begitu girang dan bahagia. Parfum ini sangat mahal, tapi yang membuatnya senang adalah itu adalah jerih paya Crystal sendiri dan ia mengatakan dirinyalah yang peling berharga bagi Crystal.