YOU ARE MY LITTLE ANGEL

YOU ARE MY LITTLE ANGEL
Sang Penggoda



Christ semakin eratnya memeluk Crystal dan mengecupi lehernya. Wangi tubuh wanita ini memang selalu menjadikannya tenang dan melayang.


"Aku lapar sekali Christ" ujar Crystal yang merasakan perutnya sangat lapar.


"Baiklah baiklah mari kita makan malam" ujar Christ kesal melepaskan pelukannya.


Mereka berdua pergi menuju restoran hotel mewah itu untuk memuaskan selera mereka. Di tempat itu cukup banyak orang yang mengisi ruangan itu.


Hampir seluruh orang disana mengenal siapa itu Christ. Mereka menyapa Christ dan Crystal.


Bahkan beberapa wanita menatap Crystal dengan tatapan benci melihatnya sebagai istri dari Christ Wu.


Walaupun takut, Crystal berupaya agar tidak terintimidasi oleh wanita-wanita yang merayu suaminya.


Semakin erat Crystal memegangi tangan Christ untuk membuat semua wanita disana semakin iri padanya.


Mereka berdua duduk di tempat yang sudah disediakan untuknya. Beberapa pelayan datang untuk menanyakan pesanan Mereka.


Bahkan pelayan restoran itu merayu Christ dengan tatapan menggodanya. Melihat itu Crystal menusukkan pisau makannya ke meja untuk membuat mereka takut.


Para pelayan akhirnya berhenti mengganggu Christ.


"Sepertinya kau cemburu?"tanya Christ dengan senyuman menggodanya.


"Siapa yang cemburu, aku hanya kesal melihat mereka menggoda suami di depan istrinya sendiri" jawab Crystal ketus.


Christ tertawa melihat kecemburuan yang sudah pasti di wajah cantik istrinya itu.


Hal yang semakin membuatnya senang adalah Crystal tak lagi wanita yang bisa dengan mudah ditindas.


Mereka menyantap makanan malam mereka hingga habis. Crystal berperilaku dengan elegan di depan semua orang yang menatap mereka berdua.


Ketika akan kembali ke kamar, seorang wanita sexy dengan mini dress merahnya datang menghampiri Christ.


Wanita itu mengedipkan matanya dan tersenyum menggoda. "Tampan jika kau sudah bosan dengan gadis kecil ini kau bisa menemuiku" ujar sang wanita sambil memainkan jarinya di jas hitam Christ.


Belum sempat Christ menepis tangan wanita itu, Crystal sudah terlebih dahulu melakukannya.


Crystal berdiri di depan Christ memberikan jarak padanya dan wanita itu.


"Sepertinya wanita ini tidak memiliki pekerjaan lain selain menggoda pria milik wanita lain" ujar Crystal dengan nada evilnya.


"Hei ****** kecil kau bukanlah apa-apa bagiku, jika pria tampan ini sudah bosan padamu dia pasti akan membuangmu" ujar wanita itu seraya mengelus rambut Crystal.


Christ sangat marah mendengar perkataan wanita ****** itu. Tapi ketika dia akan bertindak lagi-lagi Crystal sudah selangkah lebih dahulu.


Crystal menepis tangan itu dari kepalanya. "Jangan remehkan diriku, jika dia akan membuangku maka aku akan lebih dahulu membuangnya. Ohh ya aku bukan gadis kecil atau ****** kecil, aku istri sah Christ Wu" ujar Crystal tegas.


"Dan juga jangan remehkan aku, kau tak tahu siapa aku. Oh ya aku hampir lupa, wanita ****** sebenarnya adalah kau" sambungnya dengan suara yang tak kalah tegas.


Crystal menarik tangan Christ meninggalkan restoran itu dengan aura kemenangannya. Sedangkan wanita itu mengepalkan tangannya merasa sangat kesal.


Christ tak bisa berkata-kata melihat keberanian istrinya itu. Ini sungguh suatu hal yang tak pernah ia lihat sebelumnya.


Di dalam kamar Crystal menghembuskan nafas panjang meredakan emosinya. Christ segera menarik Crystal duduk diatas pangkuannya.


"Apa kau bilang tadi? kau akan meninggalkan ku?" bisik Christ.


"Sudah pasti tidak bodoh, jika itu terjadi aku pasti akan memperjuangkan cinta ku" jawab Crystal mencubit gemas pipi Christ.


"Sepertinya istri kecilku ini sudah berani melawan. Kerja bagus sayang" ucap Christ mengelus rambut indah Crystal.


"Aku bukan Crystal yang dulu yang bisa ditindas oleh siapa saja. Aku tak akan biarkan wanita lain merebutmu. Oh ya aku bukanlah gadis kecil lagi, aku sudah dewasa" ujar Crystal.


"Ya ya ya istri dewasa ku yang kecil" bisik Christ di telinga Crystal.


"Baiklah baiklah karena kau sudah dewasa maka kita bisa melakukan sesuka hati bukan?" ujar Christ tambah senyuman evilnya.


"Melakukan apa?" tanya Crystal bingung maksud perkataan itu.


"Melakukan ini" ujar Christ dan dengan cepat dia meciumi Crystal dengan ganasnya.


Crystal tak sempat menjawab namun Christ sudah menciuminya dengan semua lumatannya. Bahkan Crystal sudah kesulitan bernafas.


Tapi semakin lama ia mulai menikmati aksi bibir Christ. Christ mengelusi punggung Crystal dan Crystal mengelus rambut Christ.


Mereka saling membalas satu sama lain hingga keduanya merasa letih dan memutuskan untuk tidur.


Keesokan paginya Crystal terbangun karena merasakan silau oleh cahaya dari jendela kamar mereka.


Christ masih tertidur pulas di sampingnya. Seperti biasa Christ adalah seorang yang sulit untuk bangun.


Sambil menunggu Christ bangun, dia pergi membersihkan dirinya. Ketika ia keluar dari kamar mandi, Christ masih terlelap.


Crystal membangunkan Christ tapi bukannya bangun dia malah ditarik ke pelukan pria itu.


"Heii bangunlah sampai kapan kau akan tidur terus" ujar Crystal mulai kesal.


"Sekarang masih pagi dan kau sudah menggodaku" ujar Christ dengan suara seraknya.


Christ menarik bagian leher bathrobe yang Crystal kenakan. "Hei bangunlah ini sudah mulai siang" ujar Crystal berusaha melepaskan tubuhnya.


"Aku sudah lama ingin melahap mu" ujar Christ lagi.


Karena kesal Crystal memukuli tubuh Christ dan mencubitnya "Dasar tukang tidur, bangun atau kubunuh kau" ujarnya kesal.


"Baiklah baiklah aku bangun, kau ini cerewet sekali" ujar Christ langsung bangun.


Selepas bersiap dan sarapan mereka pergi berkeliling kota untuk mencari apa yang mereka butuhkan.


Satu persatu tokoh dan mall di kota London itu mereka jalani untuk mencari keperluan mereka.


Crystal merasa gemas melihat baju dan sepatu berukuran sangat kecil itu. Sebuah cahaya terpancar dari matanya.


"Apakah kau menyukainya? aku bisa membeli seisi toko ini" ujar Christ yang mengerti kebahagian di mata Crystal.


"Tidak tidak aku akan memilih secukupnya saja" tolak Crystal, dia tahu jika Christ menyukainya maka ia akan membeli toko nya. Dia tidak mau kamar bayinya akan menjadi seperti mall nantinya.


Crystal kesulitan memilih apa yang akan mereka beli, dia harus memilih yang terbaik dari yang paling baik.


Cukup lama memilih akhirnya mereka selesai dan membayar semuanya. Pihak toko akan mengantar langsung semuanya ke bandara.


Sedangkan untuk interior kamar, Christ sudah memesannya agar pihak toko langsung mengantar ke rumah utama dan memasangnya sendiri.


Hari sudah cukup gelap semua keperluan bayi mereka sudah dibeli dan untuk mereka dan oleh-oleh juga sudah dibeli.


"Semuanya sudah beres sekarang kita kemana?" tanya Crystal.


"Ikut saja" ujar Christ yang melajukan mobilnya entah kemana.


Satu jam menempuh perjalanan mereka sampai di pelabuhan kapal pesiar. Crystal terheran melihat itu, bukannya pulang mereka malah ada disana.


"Kenapa kau membawaku kesini?" tanya Crystal.


"Malam ini kita akan menghabiskannya di atas kapal berdua" jawab Christ.