YOU ARE MY LITTLE ANGEL

YOU ARE MY LITTLE ANGEL
18. Sebuah Diary Lama



Tokk.. tokk. tokk..


Tommy mengetuk pintu lalu masuk ke dalam ruangan sang direktur utama.


"Bos di bawah para reporter telah memenuhi lobi" jelas Tommy.


"Tahan mereka disana jangan sampai datang kemari. Sebentar lagi aku akan memberikan pengumuman penting" perintah Crist yang langsung dilaksanakan oleh asistennya itu.


Crystal bingung apa yang akan dilakukan oleh Christ sebenarnya. Christ membuka laci meja kerjanya mengambil laptop canggih berharganya.


Ketika mengambilnya tanpa disadari Christ menjatuhkan sebuah buku dari lacinya.


Crystal melihat hal itu lalu mengambil buku tersebut.


Sebuah diary berwarna hitam yang sepertinya sudah begitu lama. Dia begitu penasaran ingin melihat isinya, namun Christ memanggilnya.


"Crystal duduklah di sampingku, aku akan menghilangkan semua berita tak berdasar itu dari muka bumi. Kau lihat saja dalam beberapa menit semuanya akan menghilang" kata Christ sambil menunjuk ke sampingnya.


Crystal duduk mengikuti perintah Christ.


Dia mulai melihat isi layar laptop Christ begitu aneh. Jari jemari Christ begitu lihai bermain diantara tombol keyboard.


"Apakah kau sedang meretas sesuatu?" tanya Crystal memastikan.


"Aku akan meretas server mereka,menghapus semua berita itu tanpa jejak lalu akan down maksimal" kata Christ dengan senyuman liciknya.


"Jadi artikel tentang ku saat itu menghilang karena mu juga?" Crystal mengingat kembali.


Christ menjawabnya dengan senyuman licik lagi.


Crystal terkejut dengan kemampuan Christ itu. Dia menjadi takut entah apa saja yang bisa dilakukan oleh Christ.


Hanya memakan dua puluh menit semua berita menghilang tanpa jejak. Server sumber juga down maksimal lalu wajah Christ seketika menegang.


"Apa yang terjadi lagi? Ada apa dengan ekspresi mu?" tanya Crystal khawatir.


"Cassandra. Dia pelakunya" Christ tertegun.


Crystal begitu terkejut, bagaimana bisa seorang menjatuhkan seseorang yang sejak kecil menjadi sahabatnya.


Crystal menatap ekspresi kecewa di wajah Christ. Crystal mengelus lembut tangan Christ.


"Dia pasti memiliki alasannya" Crystal berpura-pura kuat demi menenangkan Christ.


Padahal sudah pasti saat ini dirinya lah yang paling hancur.


Christ tersenyum kecut melihat bagaimana wanita nya berpura-pura kuat. Hatinya begitu panas namun berusaha untuk tetap berfikir jernih.


"Tunggulah disini, aku harus bersiap dulu" Christ berjalan mengambil sesuatu. Crystal bingung sebenarnya apa yang terjadi, namun dia mencoba untuk tetap tenang.


Crystal masih begitu penasaran dengan isi diary yang ia temukan. Dia membuka diary tersebut. Membalik tiap lembaran kertas.


Diary lama itu pasti adalah diary lama milik Christ. Jari Crystal berhenti selihat sebuah lukisan kecil disana.


Dia melihat lukisan yang menggambarkan tentang pertemuannya dengan anak laki-laki dulu di pantai.


Di dekat lukisan tersebut ada sebuah tulisan


'my little angel' isi tulisan itu.


Crystal kembali membuka lembaran baru. Dia menemukan sebuah foto, fotonya beberapa tahun lalu.


Crystal meneteskan air matanya kemudian terjatuh keatas foto tersebut. Ternyata takdir sudah menentukan jalannya untuk bertemu dengan Christ.


Crystal mencium foto tersebut. Dia begitu bahagia ternyata Tuhan sudah menentukan pertemuan mereka.


'Ternyata kau adalah anak itu. Sepertinya Tuhan punya cara aneh untuk menentukan takdir kita. Dan kau adalah takdirku Christ' batin Crystal


"Apa yang terjadi, kenapa kau menangis Crystal" tanya Christ memastikan keadaan.


Crystal langsung memeluk Christ erat. Christ terkejut dan bingung ada apa.


"Aku menenmukanmu.Terima kasih telah menjadi takdirku" ucap Crystal tiba-tiba.


Christ semakin bingung sebenarnya apa yang terjadi. Kemudian ia melihat diary lamanya ada di genggaman Crystal.


"Kau akhirnya melihatnya" kata Christ sangat senang.


Sejak itu hati Crystal telah jatuh sejatuh-jatuhnya pada Christ. Semua keraguan nya menghilang dan sepenuhnya percaya akan cintanya.


Mereka berdua turun menuju lobi. Pintu lift khusus milik direktur terbuka. Semua reporter dan wartaman langsung mengepung mereka berdua.


Dari kejauhan Cassandra memperhatikan segalanya. Dia tersenyum senang melihat wajah Crystal yang tampak baru saja menangis, dan Christ yang gusar.


"Rencana ku berhasil" katanya pada dirinya sendiri.


Christ membuka suaranya,Crystal masih bingung apa sebenrnya yang direncanakan Christ. Ketika Christ berbicara di depan begitu banyak mata dan kamera yang merekam, ia merasa bangga melihat aura kepemimpinan pada diri Christ.


Crystal menyadari Cassandra sedang bersembunyi dan memperhatikan mereka.


"Beberapa saat yang lalu kabar tak berdasar tentang ku dan sahabatku Cassandra beredar.Seperti kalian tau sebelumnya, kami adalah sahabat sejak kecil. Kami tumbuh bersama jadi tidak ada perasaan selain rasa seorang sahabat. Aku akan memaafkan orang yang telah menyebarkan berita yang telah menyerang ku. Aku tahu banyak orang yang memberikan perhatiannya pada Wu's Group merasa kecewa. Untuk itu disini aku akan memperjelas semua kesalahpahaman.


Hari ini aku akan mengumumkan sesuatu yang sangat penting. Dua minggu lagi aku akan mengadakan pernikahan dengan wanita pilihanku sendiri. Dia adalah calon nyonya muda keluarga Wu. Aku akan menikahi Crystal Lim. Bagiku hanya dialah wanitaku"


Crystal terkejut mendengar pengumuman ini tapi juga merasa begitu senang melihat Christ mengakui dirinya di depan semua orang.


Semua nya menyorotkan perhatian pada Crystal. Christ menggenggam tangan Crystal yang mencoba menghilangkan rasa takutnya dan tersenyum.



Karena rencananya gagal total, Cassandra kembali ke mobilnya. Dia memukul-mukul stir mobilnya.


Tak lama kemudian, Christ dan Crystal datang menghampirinya. Cassandra turun dari mobil nya.


"Cassandra kau adalah sahabatku, kenapa kau bisa seperti ini?" Christ.


"Aku mencintai mu. Jika itu seorang artis atau seseorang dengan status tinggi aku mungkin bisa menerimanya. Namun kau memilih wanita ****** ini. Harga diriku begitu terluka mengetahuinya" Cassandra menunjuk Crystal.


"Ini salah Cassandra! " Christ berteriak.


"Tidak ada yang salah dalam mencintai Christ" Cassandra berteriak.


Crystal mendengar itu tidak bisa menahan diri lagi. Amarah nya meluap segera menampar Cassandra. Mereka berdua terkejut melihat keberanian Crystal.


"Kak cukup. Dengarkan aku baik-baik, Aku bukan wanita ******. Dan juga Tidak ada cinta yang memaksakan. Jika kau memaksakan perasaan mu, maka itu bukan cinta tapi obsesi. Perasaan mu telah berubah menjadi obsesi kak. Sadarkan dirimu, kau cantik, pintar dan kaya kak. Coba lah menerima seseorang yang mencintai mu. Jangan memaksakan perasaan mu pada orang lain. Itu akan semakin menyakitimu" Crystal.


Cassandra terdiam sejenak, lalu dia kembali masuk ke mobilnya. Sedangkan Christ dan Crystal berjelan menuju mobil mereka.


Cassandra mengemudikan mobilnya kencang dengan pikiran kosong. Dia hampir menabrak Christ dan Crystal yang sedang berjalan.


Crystal terkejut dan terjatuh lemas. Dia berteriak ketakutan bahkan ketika mobil itu sudah berhenti Crystal tiba-tiba pingsan.


Christ sangat marah kepada Cassandra.


Sedangkan Cassandra syok dengan apa yang baru saja ia lakukan. Ia baru saja hampir membunuh seseorang.


"Cassandra.. apakah kau perlu sampai melakukan ini juga" Christ berteriak keras.


Dia menatap Cassandra dengan penuh kemarahan. Cassandra diam tidak bisa berkata apapun. Semuanya memang adalah kesalahannya.