
Christ membawa mobil nya menuju rumah sakit untuk menemani Crystal. Rumah sakit tersebut adalah milik Wu's Group yang bekerja sama dengan Shim Group sebagai pemasok makanan dan beberapa obat-obatan herbal.
Christ menggenggam hangat tangan Crystal melewati lorong rumah sakit.
Sesampainya di ruangan dokter kandungan, Crystal melakukan pemeriksaan kandungannya yang sudah berusia hampir tujuh bulan.
Christ menatap penuh haru melihat pergerakan anaknya yang dikandung Crystal. Hatinya begitu bangga melihat sang buah hati tumbuh sehat. Rasa hangat menjalar di dalam hatinya ketika melihat sang bayi bergerak pelan.
"Jadi dok apakah anak ku adalah seorang pangeran atau putri?" tanya Christ penuh semangat.
Crystal menatap Christ yang begitu bersemangat. Tidak ada yang lebih bahagia dibandingkan dengan mengetahui sang ayah dari bayi nya menyayangi dan begitu bersemangat atas kehadiran hasil cinta mereka itu.
Dokter menjelaskan bagaimana cara memperhatikan ciri-ciri yang menunjukkan bagaimana mengetahui jenis kelamin sang bayi.
"Oohh jadi anak ku adalah seorang pangeran" ucap Christ terharu. Dia sangat bangga karena kerja keras nya dulu dia akan memperoleh seorang pengeran kecil yang akan menggantikannya kelak.
Dalam batinnya Christ berjanji akan sangat penyayangi putra nya kelak dan akan melindunginya sekuat tenaga nya.
Christ memeluk Crystal dengan erat. Dia sangat senang bahwa keluarga kecilnya akan lengkap dengan kehadiran pangeran kecil yang dikandung oleh Crystal.
"Untuk saat ini sangat disarankan untuk tidak melakukan kontak fisik. Itu akan sangat berbahaya. Dan bagi sang ibu harus menjaga lebih lagi kehamilannya" ucap Sang dokter.
Christ menghela nafas Panjang, sudah beberapa bulan ini dia tidak bisa menikmati tubuh Crystal.
Namun pangeran kecilnya lebih penting dari itu. Dia pasti bisa menahan dirinya untuk dua bulan lagi.
Mereka berdua berpamitan meninggalkan ruangan tersebut. Christ melingkarkan satu tangannya ke perut Crystal yang sudah membesar.
Crystal tersenyum lebar melihat Christ yang sangat bahagia itu. Crystal bersyukur karena memperoleh cinta yang berlimpah dari Christ dan keluarga nya serta suka cita yang ada karena kehadiran bayinya.
Mereka meninggalkan rumah sakit berjalan menuju parkiran. Ketika Crystal berjalan menuju pintu mobilnya, dia melihat sebuah mobil putih yang terlihat sudah tua.
Batinnya berfikir keras, dia sepertinya mengenal mobil itu tapi dia lupa bagaimana.
Mobil tua itu seperti tidak asing dimatanya.
'Ahh mungkin hanya perasaanku saja' pikir Crystal.
"Ada apa sayang?" tanya Christ menyadarkan Crystal dari lamunannya.
"Tidak ada apa-apa" jawab Crystal dengan senyum memyeringainya.
Di dalam mobil pikiran Crystal masih terusik dengan mobil tua tadi. Dia berusaha mengingat-ingat tentang masa lalunya.
"Tidak tidak aku hanya lapar saja" jawab Crystal mencari alasan.
"Baiklah sebelum menuju kelas ibu hamil kita makan saja dulu. Kau mau makan apa?" tanya Christ.
"Aku ingin pizza" jawab Crystal cepat.
Christ tertawa kecil. Selera makan Crystal sangat besar selama dia mengandung ini. Bukan hanya itu bahkan Crystal sering mengidam makanan-makanan aneh. Itu semua karena keinginan dari pengeran kecilnya.
Christ membawa Crystal menuju sebuah toko Pizza peling enak di Seoul. Crystal dengan tuntunan Christ berjalan memasuki toko.
Melihat semua varian Pizza yang tertera, air liur Crystal sepertinya akan menetes.
Crystal memesan pizza dengan lima toping berbeda. Christ hanya menghela nafas pelan melihat semua itu.
Di meja makannya Christ memperhatikan Crystal yang terus melamun. Sejak di parkiran tadi, dia memperhatikan Crystal yang selalu saja melamun.
"Crystal apa yang sedang kau pikirkan, sepertinya dari tadi kau selalu melamun" ucap Christ.
"Tidak tidak apa-apa" jawab Crystal pelan.
"Baiklah jika kau tidak mau menceritakannya" jawab Christ sedikit kecewa.
Crystal memperhatikan kekecewaan di wajah Christ.
"Tadi aku melihat sebuah mobil putih yang sepertinya sudah cukup tua. Mobil itu terparkir di tempat paling ujung tak jauh dari mobil kita. Aku sepertinya sangat tak asing dengan mobil tua itu. Tapi aku tidak tau kapan aku pernah melihatnya" jelas Crystal.
Christ merasa ada sesuatu yang mengusik pikiran Crystal. Namun dia tau jika mobil tua itu adalah milik Tuan Shim.
"Itu adalah mobil tua milik Tuan Shim. Mobil itu adalah mobil pertama milik ayah Cassandra sejak mereka masih belum sukses dulu. Mobil itu sudah sejak delapan tahun berada di sana. Jadi mungkin kau hanya salah perkiraan saja" jawab Christ sambil meneguk soda nya.
"Ohh sepertinya memang begitu" jawab Crystal lega. Kegelisaannya menghilang mendengar penjelasan Christ.
Selepas menyantap pizza nya, mereka melanjutkan perjalanannya menuju kelas ibu hamil nya Crystal.
Mereka berdua berjalan memasuki kelas itu. Di dalam sang pelatih dan beberapa ibu hamil bersama dengan suami mereka telah hadir.
Hari ini adalah kelas yang sangat spesial. Sang ayah bayi akan membantu sang ibu untuk melakukan beberapa gerakan.
Hal ini akan menambah keeratan jalinan kasih antara sang ayah dan ibu juga sang ayah dan sang bayi.