YOU ARE MY LITTLE ANGEL

YOU ARE MY LITTLE ANGEL
22. Tuan Besar Shim



Setah menghabiskan bulan madunya di mansion, Christ dan Crystal kembali ke rumah utama. Memulai lembaran baru sebagai suami istri.


Christ membuat Crystal mengikuti home schooling demi melanjutkan pendidikannya karena ia sedang hamil. Christ takut bila nanti Crystal berangkat ke sekolah dia akan kelelahan dan mungkin akan ada beberapa temen sekelasnya yang mengganggu Crystal karena menikah di usia muda. Ia takut bila masa lalu Crystal kembali terulang.


Setiap harinya Crystal akan menghabiskan waktu untuk belajar, bermain dengan Sheila, membantu nyonya Maylin dan terkadang datang mengantarkan makan siang langsung ke kantor Christ.


Crystal juga mendaftarkan namanya di kelas olahraga ibu hamil setiap tiga hari sekali. Dia juga rutin memeriksa kandungannya ke dokter dan akan ditemani oleh Christ atau nyonya Maylin apa bila Christ sibuk. Dan saat ini kandungan Crystal sudah memasuki bulan yang ke ketiga.


Crystal sangat mempercai semua yang Christ lakukan. Bila ada kabar buruk beredar, ia memilih untuk percaya dan mendukung Christ bertahan. Cinta mereka semakin lama semakin besar, penuh dengan kasih sayang dan rasa percaya.


Crystal juga selalu merawat suaminya dengan baik. Kebiasaan Christ yang selalu bangun terlambat sudah hilang berkat perhatian dari Crystal.


Sherina sering mengunjungi Crystal untuk menghabiskan waktu bersama. Sedangkan untuk hubungannya dengan Lucas sering mengalami putus nyambung.


Untuk Cassandra, dia semakin dekat dengan Crystal. Mereka sering makan bersama dan berbicara di kafe atau berbelanja bersama. Cassandra masih menutup hatinya, dia memilih untuk tidak mengusik urusan percintaan dan lebih fokus pada karirnya sebagai penerus Shim Group.


🌟


Crystal berencana untuk datang menemui Christ ke kantornya. Mengajak nya untuk makan siang bersama.


Sopir mengantarkan Crystal tepat di depan pintu masuk Wu's Group. Ketika ia akan melangkah keluar dari mobil, seseorang turun dari mobil yang ada dibelakangnya.


Pria paruh baya yang sepertinya memiliki kekuasaan besar masuk ke dalam kantor dan diikuti oleh dua orang pria. Crystal tau Pria itu bukan lah rekan sekantor Christ. Karena Crystal sering ikut makan malam bisnis bersama dengan Christ dan ia tidak pernah melihatnya.


Crystal tidak mengenal pria tua itu berfikir mungkin itu adalah Client suaminya. Crystal berjalan masuk menuju lift eksekutif.


Crystal masuk bersama dengan pria tua yang baru saja ia lihat. Di dalam lift pria itu sesekali melihat kearah Crystal, Crystal hanya menundukkan kepalanya untuk memberikan salam.


Sesampainya di lantai atas tempat ruangannya Christ berada, Crystal menyapa resepsionis yang memberikan salam padanya.


Crystal sudah dikenal oleh semua pegawai dia kantor itu dengan image yang ramah dan baik hati.


Crystal berjalan membuka pintu ruangan sang direktur. Ketika masuk ia melihat Christ sedang duduk berbicara dengan pria yang ia temui di lift.


Christ tersenyum lalu menghampiri Crystal yang baru saja datang.


"Crystal perkanalkan ia adalah Tuan Shim, Pemilik Shim Group dan ayah nya Cassandra" Christ menunjuk ke arah Tuan Shim.


Crystal menyapa dengan senyuman ramahnya, memberikan salam. Tuan Shim menjadi canggung melihat kedatangan Crystal.


"Halo nona Crystal Lim senang bertemu dengan mu, Maaf karena pada hari pernikahan kalian saya tidak bisa hadir karena sedang tidak sehat dan baru bisa menyapa sekarang" Tuan Shim terlihat berusaha menyembunyikan rasa gugupnya.


"Maaf karena tidak tahu jika anda adalah ayah kak Cassandra." lanjutnya lagi.


"Hahaaha Cassandra memiliki wajah yang mirip dengan ibunya. Makanya kau tidak akan mengenalnya" Christ menyela dengan bercanda.


Mereka semua tertawa. Kemudian melanjutkan semua pembicaraan kerja sama bisnis mereka. Sedangkan Crystal hanya duduk mendengarkan sekaligus mempelajarinya.


Satu jam kemudian Christ dan Tuan Shim selesai membahas urusan bisnis mereka lalu ia pamit pergi. Selama pembicaraan, tuan Shim terlihat tidak fokus dan canggung.


Selepas Tuan Shim pergi, Crystal menarik tangan Christ duduk di sampingnya. Membuka kotak makanan yang ia bawa dari rumah.


Crystal menyuapi Christ makan seperti menyuapi seorang anak kecil. Saling bercanda gurau dan tertawa.


Christ menahan Crystal untuk menunggunya agar pulang bersama. Ketika mereka pulang, dalam perjalanan dering ponsel Christ berbunyi. Dia mengangkat telepon dari Tommy.


Crystal sedang tertidur di bahu Christ.


"Bos saya sudah mencari informasi yang anda minta. Ibu nona Crystal tidak bunuh diri melainkan sebuah pembunuhan terencana. Ayah dan ibu nona Crystal sering bertengkar beberapa minggu sebelum kematiannya.


Ibu tiri nona Crystal mengganti obat ibu kandungnya dengan obat berbahaya.


Polisi menemukan sidik jari dari Ibu tirinya, namun penyelidikan dihentikan atas perintahnya.


Untuk ayahnya, itu memang kecelakaan. Namun anehnya saat diperiksa, mobil yang menabrak tidak terdaftar di daftar pajak maupun kepolisian. Kami masih mencari informasi lengkapnya saat ini Bos" jelas Tommy dari teleponnya.


"Baiklah cari tau semuanya secepatnya. Aku juga mau kau cari ibu tiri nya" Christ menutup panggilan.


Dia menatap wajah Crystal yang masih tertidur pulas. Hatinya begitu kalut dengan semua yang baru saja ia dengar. Masa lalu yang dialaminya begitu berat.



Hai hai readers 😊


Terima kasih karena sudah singgah ke novel aku 😁


Jangan lupa like komen ya 😂


Semoga kalian suka sama cerita aku


💛💛💛