
Mendengar bahwa bayi dalam kandungan Crystal bertumbuh dengan baik, hati Christ begitu senang. Kehangatan menyelimuti isi hati. Menatap bangga karena ia akan bertemu sang buah hati.
Sebenarnya Crystal sedikit kesal karen Christ terlambat. Namun dia berusaha memahami Christ pasti sibuk dengan pekerjaan kantornya.
Setelah selesai konsultasi mereka berdua berjalan keluar. Christ menggenggam tangan Crystal. Sebelum mengantar pulang Crystal, Christ mengajaknya makan.
Christ membawa Crystal ke sebuah kafe yang menjual ice cream dimana mereka bisa bebas mencampur pilihan rasanya. Ketika memilih, Christ mengernyitkan dahinya melihat Crystal menyendokkan ice dengan beragam rasa dalam porsi jumbo.
"Apa kau bisa menghabiskan itu semua?" tanya Christ yang tercengang melihat gundukan ice cream yang begitu banyak.
"Kau ini sangat pelit ya, aku memakan ini semua karena menginginkannya. Uang mu tidak akan habis hanya karena ice cream ku ini" jawab Crystal kesal lalu membawa ice Crean nya.
Christ memandangi Crystal yang begitu lahap memakan semua ice cream nya. Melihat nya saja ia merasa mual.
'Wanita hamil memang aneh. Bahkan mood nya selalu berubah' pikirnya.
Christ mengantar Crystal kembali ke rumah utama. Sebelum turun dari mobil Crystal mencium pipi Christ, membuatnya terkejut.
"Terima kasih karena sudah menemaniku" katanya.
Christ begitu senang untuk pertama kalinya Crystal menciumnya sendiri. Dia menarik Crystal lalu menciumnya berulang-ulang.
Belum terbiasa dengan keadaan seperti itu, wajah Crystal mulai memerah lagi.
Christ tertawa melihat keluguan Crystal.
Setelah itu Christ melajukan mobilnya kembali ke kantor.
Sedangkan Crystal masih tersipu malu. Sebuah kebahagiaan masuk ke dalam hatinya. Dia berjalan masuk sambil tersenyum sendiri.
Nyonya Maylin dan Bibi Bae yang melihat Crystal senyum-senyum sendiri tertawa.
Mereka senang karena Crystal mulai menerima Christ.
.
.
Ketika Crystal mempersiapkan makan malam bersama Nyonya Maylin, Christ pulang namun dia bersama Lucas dan Cassandra. Mereka berdua datang karena ingin berkenalan dengan Crystal sebagai sahabatnya Christ. Sudah pasti karena kedekatan mereka, Lucas dan Cassandra mengetahui tentang Christ dan Crystal.
Crystal melihat Cassandra yang datang dengan menggandeng lengan Christ merasa cemburu. Namun dia berpura-pura biasa saja.
Nyonya Maylin yang melihat hal itu merasa tidak enak dengan Crystal. Dia menatap Cassandra dengan tatapan berapi-api. Melihat tatapan itu Cassandra langsung melepaskan tangannya.
Lucas membuka pembicaraan, mulai berkenalan dengan Crystal. Karena keramahannya lama kelamaan Lucas dan Crystal mulai akrab.
Mereka makan bersama. Ketika makan Cassandra beberapa kali memberikan potongan daging ke mangkuk Christ. Melihat hal itu Crystal terbakar api cemburu, dia menatap hal itu namun berpura-pura biasa saja.
Sedangkan Lucas malah memberikan beberapa potongan daging untuk Crystal. Lucas mulai menyukai Crystal baik dari segi paras maupun sifatnya yang ramah.
Nyonya Maylin yang menatap perilaku Cassandra mulai merasa kesal.
"Christ setelah itu temui mommy, kita perlu bicara!".
Dia berdiri dan meninggalkan mereka semua menuju kamarnya. Crystal yang melihat itu sadar bahwa nyonya Maylin tidak menyukai Cassandra.
Setelah selesai makan Christ menemui mommy nya.
"Aku tidak suka melihat Cassandra, apa kau tidak menghargai perasaan calon menantuku" nyonya Maylin.
"Mom aku dan dia hanya sahabat. Mommy tidak perlu cemas, aku hanya mencintai Crystal mom" jawab Lucas.
Setelah selesai berbicara, Christ dan yang lainnya pergi ke rooftop. Christ berjalan bersama Cassandra sedangkan Lucas berjalan bersama Crystal.
Crystal yang melihat mereka berdua mulai merasa cemburu. Hatinya begitu panas.
Saat di rooftop Lucas menceritakan bagaimana persahabatan mereka bisa sampai sedekat itu. Crystal mendengarkan merasa sedikit iri karena selama ini ia tidak memiliki teman dan selalu di bully.
Lucas dan Crystal tertawa bersama. Mereka menjadi begitu akrab dengan sangat cepat. Christ yang melihat itu merasa cemburu.
Melihat kecemburuan di mata Christ, Cassandra mencari kesempatan untuk mendekatinya. Dia minum begitu banyak soju hingga mabuk berat. Tujuannya agar Christ mengantarnya pulang jadi Crystal akan cemburu.
Namun tidak seperti yang diharapkannya, Christ malah meminta Lucas yang mengantar pulang Cassandra.
Setelah mengantar Lucas dan Cassandra ke depan pintu, Crystal langsung berjalan cepat ke kamarnya meninggalkan Christ. Christ mengejar Crystal lalu menggedongnya ke kamar.
"Apakah gadis kecil ku ini sedang cemburu?" goda Christ.
"Hah siapa yang cemburu. Hmm buang-buang waktu saja" sangkal Crystal lalu membuang pandanggannya ke arah lain.
Crystal menarik dagu Crystal lalu menciumnya. Crystal awalnya terkejut namun dia mulai membalas.
"Sayang aku dan Cassandra adalah sahabat sejak kecil. Aku tidak ada rasa apapun padanya percayalah padaku" Christ.
Crystal mempercayai semua perkataan Christ. Lalu tersenyum tanda ia mengerti.
Keesokan paginya Crystal membangunkan Christ agar bersiap ke kantor. Mempersiapkan pakaian untuk Christ lalu turun untuk sarapan bersama.
Christ berangkat ke kantor sedangkan Crystal membantu Sheila belajar lalu berbelanja ke mall.
Ketika mereka sedang berkeliling mall, Mereka bertemu dengan Jacson.
"Heyy Crystal apa yang kau lakukan disini" tanya Jacson.
"Aku sedang menemani adik ku berbelanja" Crystal.
Sheila melihat laki-laki bernama Jacson itu dengan tatapan menyelidik.
"Kakak apakah kau adalah teman kakakku?" tanya Sheila.
"Hayy adik manis, nama kakak Jacson Park temannya kakak mu" Jacson.
Sheila tidak suka melihat Jacson. Dia langsung menyadari bahwa Jacson menyukai kakak cantiknya. Lalu menatap sinis pada Jacson.
Jacson, Crystal dan Sheila pergi ke kafe terdekat. Crystal dan Jacson bersenda gurau sedangkan Sheila hanya menyantap Chocolate milkshake nya.
Tak lama kemudian Christ datang menemui mereka bertiga. "Ayo kita pergi!"
Christ menarik tangan Crystal dan Sheila pergi namun Jacson menahan tangan Crystal.
"Apa yang kau lakukan tuan" Jacson.
"Hayy kenapa kau ada disini?" Crystal.
"Aku tidak suka kau ada disini. Ayo kita pulang" Christ menarik tangan Crystal namun langsung ditepis olehnya.
"Tuan jangan paksa Crystal" Jacson.
"Apa urusan mu. Dia adalah calon istriku, aku memiliki hak untuk membawanya bersamaku" Christ.
"Apa istri? Crystal apakah yang dikatakan tuan Christ adalah benar?" tanya Jacson memastikan. Crystal mengangguk.
"Kami akan segera menikah Jacson" kata Crystal.
"Apa menikah bukankah tuan Christ adalah pamanmu?" tanya Jacson kebingungan.
Sheila yang melihat pertengkaran itu tidak mau kalah. "Kak Jacson, kak Crystal adalah calon kakak ipar ku. Aku tau kau menyukainya, tapi kakak ini sudah menjadi milik kakak ku" katanya.
Christ tersenyum puas untuk pertama
kalinya ia merasa adiknya berguna baginya. Tapi Crystal terkejut mendengar hal itu.
Crystal bertanya kepada Jacson memastikan apakah yang ia dengar benar, dan Jacson menjawabnya dengan anggukan.
"Jacson maafkan aku tak bisa membalas perasaanmu. Aku yakin nanti kau pasti akan temukan seorang wanita yang terbaik bagimu" berkata pada Jacson.
"Maafkan aku tuan Christ telah mengganggu nona Crystal" walaupun masih sangat terkejut Jacson menunduk meminta maaf. Hatinya serasa tertikam. Padahal dia berencana akan merebut Crystal.
Hai hai Readers 😊😅😅
Jangan lupa Like and Coment
Semoga kalian suka ya
💛💛💛