
Cassandra merasa puas dengan tindakannya.
"Ini baru bagus" katanya memandangi layar HP nya dan tersenyum kejam.
Lucas yang melihat sepupu nya itu tersenyum kejam menatap artikel itu sadar dengan apa yang terjadi.
"Cassandra jangan bilang ini adalah ulah mu!" memastikan yang ada di benat nya.
"Aku tidak suka dia dengan wanita lain. Christ adalah milik ku" Cassandra.
"Heii ini salah Cassandra. Wanita itu tidak bersalah kenapa kau melakukan itu padanya!"
"Tidak ada yang salah dalam mencintai" jelasnya dengan menatap tajam sepupunya itu.
Ketika melihat HP nya lagi artikel itu hilang seketika. Cassandra begitu marah dan menghancurkan semua benda yang ada di sekitarnya. Emosinya meluap kemudian memikirkan cara baru.
Lucas melihat itu tidak bisa percaya bahwa adik sepupunya ini bisa berbuat kejam demi mendapatkan seorang pria. Selama ini yang ia tahu, Cassandra tidak perduli dengan wanita yang datang pada Christ, namun kali ini dia mengambil langkah keras.
Lucas tidak bisa bertindak, tidak bisa memilih antar sahabat atau adik sepupunya sendiri. Dia kembali berpura-pura tidak tahu saja.
🌟
Keesokan harinya..
Crystal terbangun dan mendapati kakak nya sedang tidur di sebelahnya dan mengenggam tangannya.
Sherina sudah menjaga Crystal semalaman dan saat ini dia tertidur lelah.
Crystal bangun dan pergi ke dapur.
Ia ingin memasak sarapan untuk mereka semua walaupun tubuhnya masih lemah dan wajahnya begitu pucat.
Crystal terkejut melihat Nyonya Song sedang memasak di dapur bersama dengan Bibi Kim. Dia berjalan perlahan. Nyonya Song menyadari Crystal yang berjalan ke arahnya.
"Crystal apa yang kau lakukan, kau masih lemah sayang" katanya lalu menghampiri Crystal dan membawanya ke meja makan.
"Biarkan aku yang memasak" kata Crystal mencoba berdiri namun ditahan Nyonya Song.
"Sayang, kau sedang hamil dan tubuhmu lemah. Biar saya yang membuatkan sarapan untukmu" Nyonya Song.
"Crystal kenapa kau bisa ada di sini. Harusnya kau bangunkan aku untuk mengambilkanmu makanan" Sherina datang ke meja makan.
"Aku sudah baik-baik saja kak" Crystal tersenyum.
Mereka bertiga menghabiskan sarapannya. Sherina mencoba untuk menghibur Crystal dengan candaannya sembari mencapitkan daging ke mangkuk Crystal.
Sherina dan Nyonya Song menghentikan makannya melihat sosok Christ datang dari arah belakang Crystal.
Crystal yang melihat mereka berdua memandang ke arah belakangnya menjadi bingung. Dia memutar pandangannya dan terkejut melihat kedatangan Christ.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Crystal.
Christ tersenyum dan menundukkan kepalanya memberi hormat pada nyonya Song.
Pandangannya berubah ke wajah Crystal yang pucat.
"Aku ingin menjemputmu, Apa kau sakit wajahmu begitu pucat" tanya Christ yang berjalan kearah Crystal lalu mengelus pipi Crystal.
"Aku baik-baik saja" Crystal menepis tangan Christ dari wajahnya.
"Maaf mengganggu sarapan kalian, aku datang ingin membawa wanitaku. Aku juga minta maaf atas berita yang baru saja kalian dengar. Aku akan membawa wanita dan anakku yang sedang ia kandung" kata Christ kepada nyonya Song dan Sherina.
Nyonya Song menjadi lega karena Christ mengakui Crystal dan kandungannya. Sherina sedikit lega namun masih marah atas apa yang ia lakukan pada adiknya.
Crystal tidak mau meninggalkan kedua orang berharganya dan tinggal bersama dengan pria itu. Dia masih ingin melanjutkan pendidikan dan masa mudanya. Crystal berdiri dan berusaha berjalan menuju kamarnya.
Crystal yang begitu lemah masih tidak mampu menopang tubuhnya. Ia hampir terjatuh namun Christ menangkapnya.
"Lepaskan aku, aku tidak mau bersamamu. Kau jahat kau pembohong. Aku tidak mau hidup denganmu, aku masih ingin melanjutkan sekolahku" Crystal memukul dada Christ.
Christ mendengar perkataan Crystal sedikit senang ternyata wanitanya menunggunya namun juga kesal karena dikatai jahat.
"Maafkan aku sayang, beberapa hari ini aku begitu sibuk hingga melupakanmu. Daddy dan mommy sedang menunggu mu di rumah kita, aku akan membawamu. Untuk urusan sekolah mu kau akan melanjutkannya nanti setelah melahirkan anak kita" katanya..
'Kita? menunggu ku?' batin Crystal merasa senang.
"Aku tidak akan meninggalkan mu, aku sudah berjanji akan melindungimu dan bayi kita. Aku mencintai mu Crystal" Christ memegang bahunya menopang tubuh Crystal berdiri tegap.
Hati Crystal terasa hangat dan jantungnya berdebar mendengar pangakuan cinta Christ.
"Kau jagalah putriku dan cucuku, jangan pernah menyakitinya. Jika sekali saja kau lakukan itu, maka aku akan membawanya pergi darimu!" ancam nyonya Song.
Christ tersenyum karena nyonya Song memahami dirinya. Sherina tersenyum kecut karena adiknya akan meninggalkannya. Namun demi kebaikan adiknya, dia merelakan kepergiannya.
"Aku akan membantunya bersiap" Sherina segera membawa Crystal kekamar lalu mengantarnya pada Christ.
"Jika pria ini menyakiti mu segeralah hubungi kakak,nanti aku akan mengurusnya. Ohh iya aku juga akan sering menemuimu nanti" Sherina memeluk adiknya.
Christ dan Crystal berpamitan kepada Nyonya Song dan Sherina. Christ menggendong tubuh Crystal membawanya masuk ke dalam mobil.
Di perjalanan menuju rumah utama Wu, Christ menggenggam tangan Crystal sedangkan Crystal hanya memandang lurus ke depan.
Christ mengangkat tubuh Crystal memasuki rumah utama. Tuan dan Nyonya besar serta Sheila menghampiri kedatangan pasangan itu.
Nyonya Maylin melihat calon menantunya dan memeluknya. Mencium pipi Crystal lembut dan penuh kasih sayang. Crystal senang karena kehadirannya diterima dengan penuh cinta.
"Kau begitu muda Crystal, maafkan putraku yang melakukan itu padamu diusiamu ini" nyonya maylin.
Alex Wu dan Sheila Wu memandangi wanita cantik di samping Christ dari helaian rambut hingga ujung kaki. Alex Wu tersenyum dan mengelus rambut Crystal lembut.
"Ternyata putraku yang selama ini ku fikir tidak menyukai wanita, punya selera yang bagus"
Christ kesal karena di bully oleh ayahnya sendiri. "Dad kau tidak bisa melakukan itu pada putramu yang hebat ini"
Mereka semua tertawa melihat tuan muda Wu merajuk.
Crystal meneteskan air mata haru karena Tuan besar Wu mengingatkannya pada ayahnya.
"Kenapa menangis Crystal?" tanya Christ lalu menghapus air mata itu.
Crystal hanya menggeleng dan tersenyum.
Sheila menghampiri Crystal dan menggenggam kedua tangan calon kakak iparnya. "Kakak yang sangat cantik apakah kau calon istri pria jelek ini?" katanya seraya menatap sinis kakaknya.
Christ yang mendengar adiknya hanya membalas tatapan adiknya dengan tatapan yang sama.
Crystal menahan tawanya lalu memeluk Sheila. "Iya adik yang super cantik"
"Kenapa kakak secantik dirimu mau dengan orang tidak waras ini. Jika aku jadi dirimu, aku tidak akan mau bersama pria jelek ini" Sheila kembali mengintimidasi kakaknya.
Semua tertawa melihat gadis berusia 8 tahun ini sedang mengintimidasi kakaknya,kecuali Christ sebagai korban.
"Christ antar dia ke kamarnya. Kamarmu masih berantakan, mommy belum sempat merapikannya" nyonya Maylin.
Christ mengantar Crystal ke sebuah kamar tamu yang cukup luas. Bahkan kamar tamu itu jauh lebih luas dari kamar nya dulu saat tinggal di rumah nyonya Song. Rumah utama Wu juga dua kali lipat lebih besar dan mewah dari rumah keluarga Cha. Rumah ini seperti sebuah istana yang teramat megah.