
Semua yang ada di ruangan itu memperhatikan visual Christ. Untuk pertama kalinya mereka secara langsung melihat ketampanan Christ. Semuanya terpukau melihat pahatan wajah yang mengagumkan.
Christ memperhatikan setiap petunjuk arahan yang dijelaskan oleh sang pelatih.
Dia menerapkan gerakan-gerakan itu secara perlahan dan lembut kepada Crystal.
Mereka berdua saling menatap satu sama lain dengan senyuman lebar dibibirnya. Sebuah kasih sayang yang sangat berarti.
Semua orang memperhatikan pasangan itu. Mereka terpukau dengan kedua visual Christ dan Crystal yang tampak sangat cerah dan serasi.
Para ibu hamil lainnya iri merasa iri dengan Crystal yang menjadi pasangan seorang Christ.
Dengan pakaian casual yang dikenakannya, Christ tampak trendy dan keren. Hal itu menambah kekaguman semua orang yang menatapnya.
Melihat chemistry yang ada membuat mereka iri karena suami mereka tak seperti Christ.
Sedangkan para suami lainnya merasa iri dengan Christ. Mereka pertama kali melihat Crystal dan langsung terpukau dengan visual nya yang sangat mengagumkan.
Mereka iri karena Christ menjadi pasangan hidup seorang wanita secantik Crystal, walaupun ketampanan Christ sepadan dengan kecantikan Crystal.
Christ melakukan semuanya dengan berhati-hati. Dia tidak ingin kesalahan kecil bisa membuat Crystal dan bayi nya merasa sakit.
Crystal memperhatikan lekat-lekat wajah Christ yang sedang serius melakukan semuannya. Ketampanan Christ akan semakin maksimal ketika dia terlihat fokus.
"Sepertinya kau sangat mengagumi ketampanan ku ini" bisik Christ menggoda Crystal.
"Heii kau ini narsis sekali" bisik Crystal pula.
"Aku yakin pangeran kecil kita pasti akan memiliki wajah tampan seperti ku dan sifat malaikat seperti mu" bisik Christ dengan senyuman khas nya.
Crystal terkekeh mendengar perkataan itu. "Apakah aku sebaik itu bagimu?" bisik Crystal.
Sambil melakukan semua gerakannya, Christ tersenyum lebar. "Kau adalah wanita terbaik dalam hidupku, kau adalah malaikat ku" bisik Christ pula.
Crystal tersenyum sangat manis. Perkataan Christ selalu saja membuatnya luluh, kali ini sepertinya hatinya telah jatuh pada Christ seutuhnya.
Setelah semua gerakan selesai Christ menuntun Crystal duduk. Kemudian mengambil sebotol air mineral untuknya.
Crystal meneguk air mineral pemberian Christ. Christ mengelus rambut Crystal dengan penuh kelembutan.
Ketika mereka akan berjalan meninggalkan ruangan kelas itu, beberapa ibu hamil menghampiri mereka.
Mereka mentap wajah Christ dengan mata berbinar. Bahkan mereka tak perduli dengan suami mereka yang mentapa kesal.
Suami mereka tak berani marah kepada Christ mengingat status Christ yang jauh diatas mereka.
Kelas ibu hamil ini semua pesertanya berasal dari keluarga terpandang. Namun bagi keluarga Wu mereka tidak seberapa. Itulah yang membuat para suami tak berani mendekati Christ.
"Tuan Christ Wu kau sangat tampan" ucap salah satu ibu hamil.
"Bolehkan kita berbicara sebentar" ucap salah satu lagi.
Crystal melotot mendengar perkataan ibu-ibu hamil yang centil itu. Crystal melangkah maju berdiri di depan Christ.
"Maaf tapi kami tidak punya waktu. Lagi pula sepertinya para suami kalian sedang marah melihat tingkah konyol kalian" ucap Crystal penuh keberanian.
Christ tersenyum lucu melihat Crystal yang tak mau diintimidasi. Untuk pertama kalinya dia melihat Crystal berani melawan.
"Nona Crystal maaf tapi kami sedang berbicara dengan tuan Christ" jawab mereka menantang.
"Hei apa maksudmu, dia adalah suami ku. Kalian tidak berhak mendekatinya, kalian punya suami jadi jangan ganggu Christ" jawab Crystal tanpa ragu.
Crystal menarik tangan Christ berjalan melewati ibu hamil yang sangat centil itu. Semua ibu hamil itu menatap Crystal dengan penuh kebencian.
"Ternyata istriku sangat pemberani ya" ucap Christ masih tak percaya.
"Selama ini aku selalu diam saat orang memandang rendah diriku. Tapi sekarang aku tak selemah itu lagi, bagiku kau adalah milikku, mereka tak boleh merebutnya" ucap Crystal tegas.
Christ menghentikan langkahnya dan segera memeluk Crystal. Christ mencium kening Crystal dengan penuh kebanggaan.
"Istri ku memang hebat" ucap nya pelan.
"Aku memang hebat, apa kau tak tau" jawab Crystal percaya diri.
Christ tertawa dengan kepercayaan istri kesayangannya ini. Sifat narsis Christ ternyata menular kadalam jiwa Crystal.
Mereka kembali ke kediaman Wu. Mereka memasuki rumah utama dengan saling bergandengan tangan mesra.
Nyonya Maylin dan Tuan Besar Wu langsung menghampiri pasangan itu.
Nyonya Maylin memeluk Crystal erat.
"Terima kasih karena memberikan seorang pangeran kecil di rumah ini" ucap nyonya Maylin lembut.
Crystal tersenyum haru. Tuan dan Nyonya besar sudah mendapatkan kabar bahagia itu dari Christ setelah mereka selesai konsultasi.
"Aku tidak sabar akan bermain dengan cucuku nanti" ucap Alex Wu tersenyum bahagia.
"Sebentar lagi daddy akan menjadi kakek" ucap Christ bangga.
"Berarti aku akan menjadi seorang bibi di usia ku yang masih sangat muda ini" ucap Sheila yang datang.
"Kau tidak boleh bermain dengan anak ku, aku tak mau nanti dia tertular jelek karena mu" jawab Christ mengajak perang.
"Biarkan saja nanti aku akan bermain setiap saat dengannya" jawab Sheila mulai kesal.
Christ dan Sheila saling menatap tajam seakan mengeluarkan leser dari matanya.
Crystal mengelerai keduanya. Perang dingin itu tak boleh terus berlangsung.
"Aku sangat haus,aku ingin kau buatkan aku jus" ucap Crystal lalu menarik tangan Christ menuju dapur.
Semua orang tertawa renyah melihat pasangan itu. Memdengar Christ akan membuat segelas jus membuat mereka merasa lucu.
Jangankan membuat jus, dia bahkan tak pernah menyentuh dapur. Sepertinya dapur akan meledak karenanya nanti.
Christ menggaruk kepalanya tak mengerti apa yang harus ia lakukan dengan buah-buahan yang ada dimeja.
Meretas dan menciptakan mesin lebih mudah baginya dari pada membuat makanan. Sejak kecil dia paling tak mengerti bagaimana cara memasak.
Crystal menghela nafas kecil. Sudah sekitar sepuluh menit menatapi Christ yang bahkan tak menyentuh buah tersebut.
"Apa kau fikir dengan menatapnya,buah itu akan berubah jadi segelas jus" ucap Crystal. Dia berjalan ke sisi Christ.
"Cuci buah mangga nya dulu" perintah Crystal. Christ mengambil mangga itu lalu mencucinya dengan air dari keran wastafel.
"Ini sih mudah" ucap Christ enteng. Crystal hanya mendehem tak percaya dengan kepolosan Christ.
"Kupas lah dulu" perintah Crystal lagi.
"Setelah itu potong daging buah nya dan masukkan ke dalam juicer dan berikan sedikit air" perintah nya lagi.
Christ menekan tombol on di juicer. Setelah sudah selesai, dia menuangkan jus nya ke dalam gelas.
"Ini minum lah" Christ memberikan jus itu kepada Crystal.
Crystal meneguk jus tersebut. "Mmm ini enak kerja bagus Christ" ucap Crystal.
Christ merasa bangga dengan jus pertama yang berhasil ia buat dan ternyata rasanya tak seburuk yang ia kira.