YOU ARE MY LITTLE ANGEL

YOU ARE MY LITTLE ANGEL
7. Seminggu Lebih



-Wu's Group-


Tok tok tok


Christ yang sedang memahami isi lembaran berkas di depannya menjawab "Masuk"


"Bos ini informasi yang tadi pagi anda minta" menyerahkan beberapa lembar kertas berisi informasi pribadi.


"Baik lah kau boleh kembali ke tempatmu"


Tommy membungkukkan tubuhnya dan berlalu pergi.


Christ membaca semua informasi yang tertera di hadapannya.


'Feeling ku tidak pernah salah, aku menemukanmu my little angel. Aku tau itu kau. Cystal Lim..nama yang indah sesuai dengan orangnya. Sungguh berat nasib yang kau hadapi maafkan aku yang terlambat menemukanmu. Tapi bagaiman bisa dia dengan keluarga Cha? ... Crystal Maafkan aku yang menambah penderitaan mu, Aku berjanji akan menebus semuanya'


Christ mengambil tablet tercanggihnya di dalam laci meja kerjanya. Jari-jari nya mulai menekan tombol keyboard. Meretas CCTV kediaman Cha, hotel M tempatnya bekerja dan sekolahnya.


Setiap harinya ia akan melihat rekaman CCTV untuk memastikan keadaan Crystal saat dia merasa jenuh dengan semua pekerjaannya yang menumpuk. Melihat Crystal membuat semua penat terasa hilang.


Terkadang terlintas ingatan saat mereka menghabiskan malam bersama. Membuat hati Christ berdebar-debar.


Hati nya ingin sekali menemui Crystal secara langsung tapi selalu saja ada yang menghalangi.


.


🌟


Pintu ruangan tiba-tiba terbuka. Seorang pria tampan dan wanita seksi masuk dan langsung duduk di sofa.


"Heii bung apakah kau melupakan kami? Sudah hampir dua minggu kau tidak pernah menemui kami. Pekerjaan atau kami?" Lucas membuka pembicaraan karena melihat sahabatnya hanya sibuk dengan dokumen-dokumen nya tanpa menghiraukan mereka.


"Yahh..Christ apa kau sudah tuli" sambung Cassandra melihat Christ tidak menjawab perkataan sepupunya, Lucas.


"Hmm baiklah baiklah kalian selalu saja mengganggu ku" Christ berdiri dan mengambil jas nya yang tergantung dan berjalan keluar dari ruangannya.


Mereka bertiga pergi ke tempat biasa mereka kumpul, Bar rahasia milik Lucas yang hanya diketahui mereka bertiga.


Mereka bercanda gurau bersama kecuali Christ yang seakan tidak mendengar apapun.


"Yahh apa kau tak mendengarkan kami" tanya Cassandra yang merasa diabaikan oleh sahabatnya.


"Hah apa yang baru saja kalian katakan?" tanya Christ tersadar dari lamunannya.


"Wahh brengsek nih orang, memangnya kita radio rusak-rusak" Lucas kesal karena merasa terabaikan.


Selama mereka berkumpul Christ hanya diam dan menghayal. Mengaduk perlahan cocktail miliknya. Bayangan air mata Crystal yang jatuh membasahi pipinya malam itu. Hati nya merasa sangat bersalah dengan semua yang telah ia lakukan pada malaikat kecil penolong nya dulu.


Christ pulang ke kediaman keluarga Wu. Sesampainya di rumah, Nyonya Maylin mengahampiri putranya dengan tatapan waswas.


"Apa yang terjadi pada putra ku yang tampan ini, akhir-akhir ini kau terlihat murung dan hari ini sepertinya kau minum-minum dengan sahabatmu. Sudah mommy katakan, mommy tidak suka dengan Cassandra. Jangan dekat-dekat dengannya lagi!"


"Aku hanya lelah mah karena pekerjaan sangat menumpuk. Mom aku dan Cassandra itu hanya sahabat tenang aja lagian aku tidak tertarik dengan wanita sepertinya."


Christ melangkah pergi ke kamarnya meninggalkan Nyonya Maylin yang terus saja menatapnya.


Christ menghempaskan tubuhnya ke ranjang empuknya. Matanya memandangi langit-langit kamarnya. Bayangan wajah Crystal terus berada di pikirannya. Kulit putih lembut nya yang mulus dan aroma tubuhnya yang alami tanpa parfum apapun membuatnya ingin kembali mencium gadis itu..


Christ pun tertidur tanpa membersihkan diri dan mengganti pakaiannya bahkan sepatunya masih terpasang di kaki panjangnya.


Keesokan paginya Nyonya Christ datang ke kamar putranya membangunkannya.


"heyy bangun sayang, sekarang sudah pagi kau harus berangkat bekerja"


Karena tidak bangun juga, Mommy nya itu membuka tirai jendela besarnya. Sinar matahari masuk ke dalam kamar.


Namun putra kasayangannya itu tetap saja tak mau bangun. Karena kesal nyonya Maylin meninggalkan nya begitu saja.


Satu jam kemudian Christ terbangun melihat jam dan sadar bahwa ia sudah sangat terlambat. Dia berlari hampir terjatuh karena menginjak bantal lalu bersiap-siap dengan cepat turun menuju ruang makan.


"Mom kenapa kau tak membangunkanku? Sekarang aku terlambat bagaimana ini ahhh"gerutu Christ kesal berangkat kesiangan.


"Iya kakak malah nyalahin kita, ishh tak tau diri" lanjut adiknya itu membela mommy nya yang tak bersalah.


"Heyy cepat lah menikah sana, mommy bukanlah perawatmu selamanya. Saat ini adalah waktunya dia merawat ku" lanjut tuan Alex Wu sambil menikmati kopi paginya.


Mendengar kata menikah dari ucapan Daddynya Christ memilih pergi saja


"ishh iya iya aku berangkat dah mommy cantik dan adik ku yang jelek"


"Iss dasar kakak tak tau diri" Sheila mendengus kesal kepada kakaknya.


Melihat putrinya kesal "Sudah sudah nikamti saja sarapanmu princess ku yang cantik" ucap Tuan Wu membujuk putrinya.


-Kediaman keluarga Cha-


Selama dua hari setelah malam itu,Crystal memutuskan untuk tidak sekolah. Dirinya masih syok dengan apa yang baru saja ia alami.


Dua hari kemudian Crystal mengalami perubahan. Sherina menyadari akan perubahan yang dialami adiknya itu. Dia menjari lebih pendiam dan murung tapi mulai sering marah-marah.


Setiap ditanyai alasannya Crystal hanya memberi alasan bahwa dia lelah dengan semua tugas sekolahnya.


Sebenarnya Crystal juga menyadari perubahan dalam dirinya. Bukan hanya dari segi mental, bahkan tubuhnya ikut mengalami perubahan.


Crystal jadi lebih mudah lelah dan sering merasa mual. Porsi makannya pun bertambah tidak seperti biasanya. Dia tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya, namun menganggap mungkin saja dia masih syok karena kejadian malam itu. Setiap malam Crystal mengunci diri kemudian menangis sendirian di kamarnya. Hidupnya begitu berantakan. Bahkan disaat dia mengira kehidupannya mulai membaik, ternyata hal itu sebenarnya adalah awal penderitaan barunya.


Di sekolah dia menjadi pendiam dan pemurung. Syok yang dialaminya belum juga hilang. Teman-temannya juga bingung dengan apa yang terjadi pada Crystal.


Tiga minggu kemudian Crystal sering mengalami muntah-muntah. Dia jadi sering mengurung diri di kamar nya karena takut membuat cemas Sherina dan Nyonya Song.


Dia hanya akan keluar kamar bila akan pergi sekolah dan waktu makan saja.


🌟


Crystal pergi berbelanja peralatan bahan makanan dan keperluan dapur sendirian. Dia ingin membeli beberala jenis seafood untuk dimasak olehnya. Crystal memasak semuanya karena besok pagi Sherina akan pergi keluar negeri mengurus konser.


Christ merasa sangat lelah dan sudah dua hari ini tidak melihat Crystal. Dia membuka laptonya lalu melihat rekaman CCTV rumah keluarga Cha.


Christ tidak melihat Crystal di rumah. Lalu membuka rekaman CCTV di mobil yang biasa dibawanya keluar. CCTV menampilakan pemandangan luar supermarket. Supermarket itu adalah milik keluarga Wu.


Christ mengambil jaket hitam dan topi hitamnya serta kunci mobil nya lalu keluar dari kantornya pergi mengikuti Crystal ke supermarket. Dia pergi dengan setelan yang biasa ia kenakan saat mengikuti Crystal agar tidak ada yang mengenalinya.


Christ mengikuti langkah Crystal dan memandanginnya dari kejauhan. Melihat gadis remaja yang sedang memilih dan mengumpulkan barang-barang belanjaan layaknya seorang ibu rumah tangga. Christ merasakan aura keibuan dia dalam diri gadis nya itu.


Sebenarnya Christ ingin mengajaknya berbicara namun langkahnya terhenti karena dering ponsel nya.


"Halo Tommy baiklah saya segera kesana"


Christ menatap Crystal yang mssih mendorong keranjang belanjanya. Bergegas menuju parkiran dan kembali ke kantor.


"Apa yang terjadi sebenarnya Tommy?" datang tiba-tiba membuat rapat terhenti sejenak.


Christ masuk ke dalam ruangan rapat dan langsung duduk di kursi direkturnya.


"Begini Bos, direktur keuangan di kantor cabang ketahuan melakukan korupsi uang sebanya 300 Milliar won. Setelah ketahuan ia pergi bersembunyi ke luar negeri membawa semua uang perusahaan" jelas Tommy dengan menunjukkan bukti-bukti keuangan yang telah hilang dsri rekening perusahasn.


Christ mendengarkan laporan dari asistennya menjadi kesal. Dia mencoba untuk tetap tenang sembari mengetuk Jari-jari nya ke meja. "Cepat cari tau kemana dia pergi dan arah arus uang tersebut" Setelah mengatakan hal itu Ia pergi ke ruangannya dan diikuti oleh asistennya.


"Pastikan tidak ada yang masuk ke ruanganku"


Tommy memahami perintah bosnya yang mengartikan bahwa ia akan mengeluarkan kemampuan meretasnya dalam menyelesaikan permasalahan.



Semoga kalian suka ya Readers


Jangan lupa like and komen guyss.


💛💛💛