YOU ARE MY LITTLE ANGEL

YOU ARE MY LITTLE ANGEL
15. Hantu Makanan



Di tengah malam Christ terbangun. Dia tidak melihat Crystal ada di kamar itu. Christ pergi mencari Crystal.


Christ mencari Crystal di semua ruangan. Ketika masuk ke dapur terlihat kulkas yang terbuka begitu saja. Christ mencoba melangkah perlahan.


Ketika mendekati kulkas, Christ melihat sosok dengan rambut panjang tergerai sedang duduk memunggunginya.


Christ merinding melihat sosok itu sedang duduk di lantai menghadap kulkas yang terbuka. Karena lampu dapur mati, sosok itu terlihat seperti hantu.


Christ mencoba memberanikan diri semakin mendekat. "Siapa itu?" tanya Christ memastikan. Sosok tersebut langsung memandang padanya.


Karena gelap wajahnya tak terlihat, tapi rambut panjang yang tergerai membuatnya tampak seperti hantu.


Christ menyalakan lampu sehingga dapur menjadi terang benderang.


"Kau apa yang sedang kau lakukan larut malam begini?" tanya Christ yang kaget melihat sosok itu adalah Crystal yang sedang duduk memakan mangga bercampur coklat dan selai strowbery sekaligus.


"Aku sangat lapar, aku tidak tega membangunkanmu" jawab Crystal seraya mengunyah makanan anehnya.


Christ merasa tenang ternyata itu bukan hantu. Dia berjalan menghampiri Crystal lalu duduk di sebelahnya. Christ heran dengan apa yang Crystal pegang.


"Aku mencari mu tadi, ku fikir kau adalah hantu. Ini apa? bagaimana kau bisa memakan semuanya sekaligus?" tanya Christ.


"Aku hanya menginginkan makanan manis. Rasanya enak, kau mau?" Crystal menawarkan makanan di tangannya.


'Sepertinya benar wanita hamil memang aneh' Christ menggeleng kepala menolak tawaran itu.


Crystal yang ditemani Christ segera menghabiskan makananya. Mereka kembali ke kamar beristirahat.


Keesokan paginya Crystal bangun pagi-pagi benar. Crystal pergi ke dapur mulai memasak sarapan. Kebiasaannya itu tidak bisa ia hilangkan.


Semua masakannya telah siap,Bibi Bae dan beberapa pelayan menghidangkannya. Nyonya Maylin berjalan ke dapur mencium aroma lezat masakan Crystal.


Nyonya Maylin terkagum melihat begitu banyak hidangan telah siap diatas meja makan. "Daebak apakah kau yang mempersiapkan semuanya sayang?" tanya nyonya Maylin.


Crystal mengangguk. Bibi Bae menceritakan bagaimana Crystal tidak membiarkan mereka membantunya menyiapkan semuanya sendirian.


Nyonya Maylin tersenyum bangga melihat calon menantunya begitu rajin. Ia bersyukur putra nya mendapatkan seorang calon istri seperti Crystal.


"Pergi lah ke kamarmu. Bangunkan putraku yang masih molor itu. Aku sungguh lelah melihat dia tidak pernah bangun cepat" perintah nyonya Maylin.


Crystal segera menuju kamarnya. Seperti kata nyonya Maylin, Christ masih stay menjelajah dunia mimpinya.


'Sepertinya dia begitu lelah karena bekerja seharian' Crystal membatin.


Crystal mengoyang-goyangkan tubuh Christ. Mencoba membangunkan prianya itu. Bukannya bangun Christ malah menarik Crystal ke pelukannya.


"Tetap seperti ini. Aku ingin mencium aroma tubuhmu" Christ bicara dengan suara serak.


Crystal diam tak berkutik. Dia memandangi bareface Christ yang tetap tampan.


"Mengapa kau bisa setampan ini" tanya Crystal sendiri.


Christ membuka matanya lalu tersenyum.


"Pasti kau senangTuhan begitu baik memberikan calon suami yang begitu tampan padamu" .


Mendengar itu wajah Crystal memerah tersipu malu. Dia mencubit pinggang Christ sehingga Christ meringis. Lalu melepaskan diri dan duduk.


"Ahjussi yang tampan, kau begitu narsis. Sekarang bangun dan bersiaplah ke kantor. Jika tidak aku akan mencubit mu lebih keras" Crystal.


Christ segera bangun walaupun jiwanya belum terkumpul sebagian. Dia memandangi Crystal lekat-lekat. 'Kenapa aku tidak tau kalau dia begitu galak' pikir Christ.


Christ dan Crystal turun menemui semua orang. Di meja makan sudah ada Daddy, Mommy dan adik menyebalkannya menunggu mereka.


Sheila seperti biasa menatap kakaknya sinis.


"Pertama kalinya kau bangun cepat, pasti kakak cantik kesulitan membangunkanmu" katanya memulai perang dingin.


Christ menatap adiknya sinis juga. Lalu mencubit pipi adiknya geram.


Mendengar ancaman kakaknya, Sheila memasang wajah mengelas kepada Daddynya.


"Dad lihat kakak" ucapnya.


Melihat putri kesayangannya mengedu padanya, Alex Wu membalas Christ dengan tatapan tajam.


"Kau ini selalu saja mengganggu adikmu"


"Sheila yang memulai perang kenapa aku yang disalahkan" jawab Christ membela diri.


Nyonya Maylin dan Crystal tertawa melihat pertengkaran kakak adik tersebut. Crystal merasa terharu melihat kehangatan keluarga itu, dia begitu menginginkan suasana itu selama ini.


"Sudah sudah jangan bertengkar terus" kata nyonya Maylin menghentikan perang dingin di hadapannya. "Makanlah yang tenang.semua ini adalah masakan Crystal seorang" lanjut nya.


Christ sudah pernah melihat Crystal memasak melalui rekaman CCTV, tapi melihat secara langsung semua makanan ini membuat Christ bangga ia tidak salah memilih wanitanya.


Mereka semua menghabiskan sarapannya. Setelah itu Christ berangkat ke kantor, dia berjanji akan menemani Crystal pergi ke dokter kandungan siang nanti.


Di kantor Christ menghadiri rapat dengan semua manager kepala bagian. Membahas tentang pendapatan dan pengeluaran serta kendala yang dihadapi. Mereka juga membahas tentang kasus korupsi direktur keuangan hari itu sudah dibereskannya telah berakhir.


Christ tidak fokus dengan rapatnya. Perhatiannya tersita pada rekaman yang isi nya merekam Crystal membantu nyonya Maylin memasak roti kemudian duduk di taman membaca buku sambil memangku Xiuxiu kucing kesayangan adiknya.


Saat itu ia merasa iri dengan kucing itu karena bisa tidur di pangkuan Crystal.


Semua karyawan yang melihat bos mereka Bingung melihat senyuman menghiasi wajah bosnya memandangi layar HP nya.


Rapat pun berakhir. Semua orang pergi makan siang karena sudah waktunya istirahat. Christ menyantap bekal sandwich yang dikirimkan oleh Crystal. Biasanya dia selalu menolak bila orang rumah mengantarkannya makanan. Namun kali ini dia malah menghabiskannya begitu saja.


Ketika Christ menyantap sandwich nya, Lucas dan Cassandra datang. Mereka ingin mengajak makan siang bersama. Christ yang melihat Cassandra masih begitu marah dengan wanita tersebut karena kemarin.


Walaupun begitu Christ tetap menerima ajakan tersebut lalu mereka pergi ke sebuah restoran Prancis milik keluarga Cassandra.


Cassandra pergi dengan Christ dan Lucas pergi sendiri. Ketika akan berangkat, seseorang memotret secara diam-diam mereka yang sedang duduk di dalam mobil.


.


.


Di restoran


Christ tersadar harusnya ia menemani Crystal pergi ke dokter kandungan. Christ pamit pergi pada kedua sahabatnya. Cassandra melihat kepergian Christ sangat kesal.


Lucas mencoba menahan Cassandra agar tidak melakukan kesalahan lagi. Cassandra yang sudah merencanakan sesuatu memilih menurut pada Lucas.


Christ melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah utama. Ketika sampai, ia mendengar bahwa Crystal telah pergi diantar oleh sopir.


Dia bergegas pergi menemui Crystal ke rumah sakit Wu's Group, berdasarkan atas apa yang ia liat dari lokasi terkini HP crystal yang sudah ia retas.


Christ sampai di depan rumah sakit. Ia turun dari mobil lalu berjalan cepat ke ruangan dokter kandungan.


Christ membuka pintu dan mendapati Crystal sedang duduk mendengarkan perkataan dokter. Crystal terkejut melihat kehadiran Christ.


Christ langsung duduk di sebelah Crystal. Mereka berdua mendengarkan dokter bersamaan dengan kedua tangan saling menggenggam.


Dokter mengatakan anak mereka sangat sehat dan bertumbuh dengan baik. Dokter juga menyarankan agar Crystal tidak boleh kelelahan dan stress. Itu akan berpengaruh pada kandungannya.



Hai hai Readers


Jangan lupa like dan komen dong


Semoga kalian suka ya sama cerita aku


💛💛💛