XAI LINN

XAI LINN
Permulaan



Setelah berkelabut dengan alam bawah sadarnya Kedua manusia itu kini sedang tersengal sambil berpandangan seolah sedang berbicara meski hanya lewat dari tatapan keduanya.


“Apa kau juga mendapatkannya?” Tanya Naoi Feng sambil terus menatap kearah Xai Lin yang juga sedang menatap kearahnya.


“Hmmm”


Setelah percakapan kecil itu keduanya masih terdiam dengan pemikiran dan keheningan yang terjadi.


“Aku akan mencari sungai untuk membersihkan diri, Dan kau harus mencari sarapan untuk kita berdua! ”Perintah Xai Lin tanpa melihat kearah Naoi Feng yang sudah mendelik kesal kearahnya.


“Apa-apaan ini? Enak sekali dia memerintahkan Putra Mahkota seperti ku. Dasar!”Rutuk Naoi Feng dalam hatinya. Meski Xai Lin tidak melihat kearah Naoi Feng, Dibalik cadarnya ia tersenyum kecil membayangkan wajah memerah Putra Mahkota itu sambil menahan getaran-getaran kesal di perintah seperti sekarang.


“Ckck.. Disini aku benar-benar kehilangan derajatku. Bisa-bisanya gadis Macan itu memerintah seakan dia Bunda Ratu saja. Hehh Bunda saja tidak pernah merintahku seperti ini. Awas saja kau ya! ”kata itulah yang sedari tadi yang ia ucapkan sepanjang perjalanan dari pencarian sarapan sederhana mereka.


Sedangkan dilain tempat, Xai Lin tidak berhenti mengembangkan senyumnya saat mendengar pantulan suara Naoi Feng yang sangat nyariing dihutan aneh ini.


“Ngakunya Putra Mahkota, kelakuan kayak burung Beo saja”Gumamnya sambil menuju tempat peristirahatan mereka tadi


Berbeda jauh ditempat semula, dikediaman Sakte awan putih, atau lebih tepatnya di ruangan pertemuan di kediaman master sakte ini, tidak hentinya Suara Mo Piu memecahkan keheningan yang terjadi di antara pria-pria Dewasa yang duduk bersamanya saat ini.


“Kakek Xai Lin kemana? Loh kakek kok Xai Lin belum kembali? Dimana dia sekarang ya kek? Kakek kok diam saja sih”Rentetan pertanyaan yang dikeluarkan Xai Lin hanya mampu dijawab dengan helaan nafas dari tetua Mo.


Memangnya dia tau Xai Lin dimana? Sama siapa? Ngapain? Dan banyak lagi yang seperti pertanyaan cucunya tadi. Boro-boro dia bisa tau. Xai Kai yang menjadi Ayah kandungnya saja tidak tau dimana keberadaan putrinya? Hanya kedua lelaki yang membawanya pergilah yang tau dimana keberadaan Xai Lin sekarang.


“Dimana putriku emm..”Tanya Xai Kai terputus karena dia bingung harus manggil dengan sebutan apa Kedua laki-laki muda namun menjadi leluhur jika sudah berubah kewujudan aslinya.


“Zhang, Panggil saja Aku Zhang. Jangan sungkan kepada kami, karena Xai Lin sudah kuanggap anakku sendiri. Jadi siapapun keluarga Xai Lin itu akan menjadi keluarga kami juga. ”Ucap Zhang yang seakan mengerti dengan kebingungan yang Dialami Xai Kai. Dan ia yakin bukan hanya Xai Kai yang sungkan terhadap mereka berdua Baik Nan Sha dan kakek tua Mo Jingtan itu pasti sungkan terhadap mereka.


“Yah dimana Xai Lin dan Putra Mahkota berada saat ini? Bagaimana jika pihak kerajaan menanyakan kabar Putra Mahkota kepada kita nanti? ”Tanya Tetua Mo dengan Wibawa.


“Xai Lin dan Putra Mahkota sekarang sedang dalam perjalanan menuju Dunia Dataran atas”Ucap Zhong dengan santainya seolah itu bukanlah perkara yang sulit dipercaya.


“kenapa kalian tidak berdiskusi dulu tentang masalah ini. Biar bagaimanapun menuju Dunia Dataran atas harus melewati 7lapisan.Dan itu tidak cukup jika Xai Lin masih sih Tahap Jendral untuk saat ini. Masih terlalu berbahaya untuk keselamatannya!”Ujar Xai Kai dengan sedikit meninggikan nada suaranya, dan memberikan sedikit tekanan membunuh dengan spontan.


Memangnya orang tua mana yang tetap tenang ketika mendengar putri satu-satunya dan baru bertemu sekarang dan ia sudah dalam bahaya saat ini? “Tenanglah.ini sudah Kodratnya, ini sudah jalan takdirnya, dan inilah tujuan hidupnya sebagai satu-satunya manusia yang telah dipilihkan langsung oleh Dewata. Memangnya kita bisa apa? ”Ucap Zhong.


“Tenangkan dirimu Xai Kai”Ucap Nan Sha.


“Benar apa yang dikatakan Zhong tadi. Ratusan tahun bahkan Ribuan tahun menunggu kelahiran Xai Lin bukanlah waktu yang singkat. Ratusan tahun menunggu kehadirannya sudah sangat banyak memakan korban jiwa. Ingat! Beban yang dia pikul bukanlah hal yang mudah.”ujar Zhang


“Yah, dan kita sebagai orang terdekatnya harus bisa mendukung dan memberikan kekuatan untuk dia menjalani takdir nya.”Sambung Zhong lagi


“Lalu bagaimana dengan Kedua Senjata legenda yang Xai Lin dan Mo piu dapatkan di Hutan Kematian di lapisan ketiga kemarin? Bukankah itu pertanda mereka berdua yang harus menembus dunia Dataran atas. Tapi mengapa sekarang malah Putra Mahkota yang terlibat? ”Tanya Mo Jingtan yang dianggukan oleh mereka yang masih belum mengerti dengan keadaan saat ini.


“Nah disinilah intinya, jika Xai Lin sudah memiliki takdirnya, maka Mo piu dan Naoi Feng juga pelengkap dari takdir ini. Semua sudah berjalan semestinya, untuk itu kami belum bisa menjawab dengan pasti lagi. ”


“Yang harus kita lakukan sekarang adalah terus melatih Piu sampai dia siap menembus semua lapisan-lapisan yang mengharuskan dirinya pantas dan kuat terlebih dahulu. ” “Kita disini sangat yakin jika piu ikut serta sekarang, dia belum sanggup menghadapi halangan-halangan yang akan menjeratnya kapanpun dan dimanapun yang bisa membahayakan nyawanya sendiri. ”Jelas mereka dengan panjang lebar.


“Baiklah, untuk itu aku setuju sekarang, aku tidak ingin cucuku dalam bahaya jika harus memaksakan keadaan yang belum mencukupkan dirinya untuk menghadapi banyak hal yang akan membahayakan nyawanya. ”Ucap Mo jingtan yang diangguki oleh mereka semua, tak kecuali Mo Piu yang ikut mendengarkan pembahasan diantara pria-pria dewasa yang melibatkan namanya.


“Berarti sekarang kita semua harus melatih Mo piu agar dia bisa cepat menaikan pangkat elemennya.”Ucap Nan Sha.


“Yahh dan kam harap kita semua bisa memberikan sedikit ilmu yang kita miliki agar turun ke Mo piu. ”