XAI LINN

XAI LINN
Terkunci!



Hari sudah akan berganti Waktu. Dari pagi, menuju siang dan akan berganti Malam. Langitpun sudah akan berganti warna. Yang awalnya Biru cerah sekarang sudah berwarna Kuning keorenan. Dan akan akan segera berganti Gelap Malam ketika Matahari benar-benar sudah akan menyembunyikan dirinya.


Didepan Gerbang inilah Dua orang penting di sakte Awan putih sudah menunggu dengan gelisah yang melanda dirinya. Master Xai Kai sudah berulang kali menanyakan kepada setiap murid yang keluar dari gerbang Hutan terlarang ini. Sama halnya dengan Mo Jingtan yang Mondar-mandir di depan gerbang Ini.


Waktu yang ditentukan sudah berlalu sejak 45 menit yang lalu. Tinggal menunggu 15 menit saja Mau tidak mau Gerbang ini harus ditutup apapun alasannya. Sedangkan mereka Dua orang yang sedang mereka tunggu belum juga menampakan batang Hidungnya.


“Cihh.. Menyusahkan sekali! ” Gumam Ki Wuli salah satu Tetua disini.


Walaupun hanya gumaman tapi jangan katakan Dua orang yang menanti orang yang disebut menyusahkan ini tidak dapat mendengar. Dari Xai Kai maupun Mo Jingtan langsung melayangkan Aura membunuh yang sangat kental. Membuat Ki Wuli bahkan tersengal karena nafasnya seakan tercekat dan membuat dadanya sesak seketika.


Meskipun dia Orang yang bisa dibilang Kultivator hebat hingga bisa menjadi Tetua didalam Sakte ini. Tapi yang dihadapinya sekarang bukanlah orang sembarangan! Dua orang berpengalaman dan dua orang Kultivator yang jauh hebat diatasnya.


“Apa maksud perkataan mu tadi Tetua Wuli? ” Desis Mo Jingtan tidak suka. Meski hanya Desisan saja, Tapi bagi orang yang memiliki tenaga dalam besar dan kuat seperti Mo Jingtan pasti sudah menimbulkan Tekanan yang tidak Main-main.


“Ahh.. Tidak Tetua Mo. Aku salah mengatakan sesuatu” Jawabnya sedikit gagap, karena melihat tatapan membara itu.


“Kau tau siapa yang sedang kau ucapkan Menyusahkan? Kau tau dia siapa Tetua Wuli?”


“Maaf Tetua Mo... ” Hanya itu yang bisa ia katakan. Dalam hatinya dia merutuki kedua manusia yang membuat Semua Tetua disini menunggu kedatangannya. Dia bahkan tidak menyesali kesalahan yang telah ia ucapkan. Tapi masih saja merutuki kedua murid yang menurutnya sangat kurang ajar!. Heyy! sebenarnya apa masalahnya dengan Kedua murid itu?


“Master bagaimana ini? Waktunya sudah habis sekarang? ” Ucapan Nan Sha membuat seluruh pasang mata menatapnya. Benar! waktunya sudah Habis sekarang. Membuat Xai Kai menatap Dinding ini dengan pandangan lurus menelisik sesuatu yang mungkin saja sudah akan menampakkan batang hidungnya.


“Tetua Mo.. Bagaimana ini? ” Kembali Nan Sha bertanya. Karena merasa bertanya dengan Xai Kai tidak akan mendapatkan Jawabannya.


Mo Jingtan membuang nafas beratnya. Apa? Dia tidak mungkin membiarkan Cucunya terkunci didalam Hutan penuh Dengan Ancaman kematian ini. Dia tidak bisa membiarkan itu terjadi. Tapi inilah resikonya! jika ada yang masuk tanpa ingat Waktu? Sudah dipastikan siapapun orang tersebut akan mati terkurung didalam sana.


Pola-pola dari segel-segel rumit sudah akan terbentuk. Sebentar lagi Gerbang Ini sudah benar-benar akan tertutup rapat dan sangat malang bagi siapapun yang terkurung disini karena Waktu yang dibutuhkan untuk membuka kembali Gerbang ini menunggu waktu yang terbilang Cukup lama. Yah.. membutuhkan Waktu 3 tahun atau 3 priode penerimaan murid-murid baru lagi.


Percayalah Didalam Hati maupun pikiran Mo Jingtan dan Xai Kai sekarang benar-benar tidak karuan. Yang mereka pikirkan Sekarang Hanya lah Xai Lin Dan Mo Piu!


Xai Lin Murid Master Sakte ini, Sekaligus Putri dari Xai Kai sendir!


Begitupun dengan Mo Piu. Dia Murid Tetua Misterius itu, dan Cucu Dari Mo Jingtan sendiri!


“Xai Lin dimana kau nak? jangan membuatku Seperti akan kehilangan Akal sehat sekarang. Cepatlah kembali! ” Teriakan Xai Kai meminta agar Xai Lin cepat kluar dari Hutan ini.


“Piu kau dimana? Jangan membuat kakek cemas seperti ini. Apa kau mau menghukum kakek dengan sisa umurku jika kau sampai tidak selamat Piu?! ” Teriak Mo Jingtan sama halnya Dengan Xai Kai. Mereka berdua yang sangat cemas, gelisah, Takut. Rasa itu bercampur aduk menjadi satu membuat yang merasakan sudah sangat putus asa ketika Gerbang ini dalam hitungan Detik saja sudah benar-benar akan tertutup Rapat.


Entah kesalahan apa yang sudah keduanya lakukan. Mungkin seingat mereka, mereka tidak merasa membuat masalah kepada Tetua satu ini. Tapi Tetua ini bahkan Selalu mengumpati kedua murid Spesial itu. Siapa lagi memangnya kalau bukan Ki Wuli?


Sementara yang di tunggu, yang dinantikan, Yang sedang di Khawatirkan, Dan yang sudah mampu membuat seluruh petinggi Di dalam sakte ini menunggu keberadaan dan kehadiran mereka. Yahhh.. Dia Xai Lin Dan Mo Piu.


Kedua Gadis itu menatap tak percaya Apa yang sedang mereka Pegang Saat ini. Sungguh mereka sangat mirip dengan Orang Bodoh yang tidak mengetahui apa pun. Tapi setelah Diamati dengan Baik dan benar Barulah Mo Piu Berteriak dan menatap tak percaya apa yang sedang mereka pegang saat ini


“Ti.. Tidakkk.. Ini pasti mimpikan? Ahh.. Ini sangat Mustahil! ” Teriakan Mo Piu membuat Xai Lin menoleh kearah Mo piu yang awalnya sedang mengamati Benda yang Ia pegang itu.


“Kenapa Piu.. Apa kau mengetahui tentang Benda Apa ini” Tanya Xai Lin menatap Antusias Mo piu yang menganggukan kepalanya tanda dia mengetahui Benda Apa ini.


“Cepat katakan Benda Apa ini? Kenapa Qi Spiritual nya sangat kuat yang dihasilkan oleh Benda ini? ” Tanya Xai Lin kembali ketika melihat Mo Piu seperti menelan Ludahnya dengan sangat susah payah seperti sangat memerlukan tenaga dalam hanya untuk menelan Savila sendiri.


“Sial!.. Kenapa aku baru mengingat cerita kakek dulu” Rutuk Mo piu dalam hatinya


“Benda ini.. Mmmm ini adalah.. ” Ucapannya terpotong ketika melihat Xai Lin berteriak kaget setelah melihat kearah Dinding Transparan yang tembus langsung ke Hutan Lapisan Kedua Yang menampakan pemandangan Hutan Bambu Hijau Yang sangat Luas.


“Tidak Piu!. Hari sudah sangat gelap jangan-jangan Kita sudah terkunci dan terkurung disini! ” Ucap Xai Lin sambil menunjuk Kearah Hutan Bambu yang sudah Mulai Gelap. Ralat Bahkan memang sudah gelap


“Aaaaaa...Kau benar Ayo cepat kita lihat ke gerbang Depan! ” Teriak Piu tak kalah kencang saat melihat keadaan diluar. Karena didalam Lapisan Ketiga ini seperti tidak ada malam. Semua tetap terjaga dengan indah di tampat ini.


“ Ayo.. Cepat pegang tangan ku” Ucap Xai Lin. Meskipun Jurus Meringankan tubuh atau sering didengar Terbang. Jurus ini sangat menguras tenaga dalam. Walaupun memudahkan dan mempercepat perjalanan tapi bagi siapa yang belum menguasainya ini sama saja membuang tenaga dengan Sia-sia


Tapi apa salahnya mencoba bukan? Yah.. sekarang Xai Lin sedang bergandengan Tangan Dengan Mo Piu dan dengan kerja sama ini lah yang membuat Mereka sangat cocok untuk berkolaborasi. Yang satu berusaha mengasari Jurus ini. Dan Yang satu menyalurkan Tenaga Dalam yang ia miliki agar bisa mempermudah Perjalanan.


Slrupppp!


“Ehh.. apa ini?. Kenapa aku sudah didepan Gerbang utama Saat melewati Dinding Transparan tadi? ” Setidaknya itulah pertanyaan yang sama yang melintasi kepala gadis-gadis ini. Mereka seperti terlempar ke gerbang utama setelah melewati dinding pembatas antara Lapisan Kedua dan lapisan ketiga!


Ehh.. sepertinya pikiran masing-masing itu harus tertunda ketika melihat hanya sedikit celah saja Gerbang Ini sudah Benar-benar tertutup rapat dan mengurung tubuh mereka didalam nya.


“Kau siap?! ” Tanya keduanya Serentak. Ahh.. mereka benar-benar sangat Cocok. Seperti sudah saling mengenal karakter satu sama lain.


Timbulah Senyum Dingin di bibir keduanya. Mereka berdua menyeringai dan saling pandang lalu bergenggaman satu sama lain menggunakan tangan mereka. Dan yang satunya lagi menggenggam erat Benda yang di pegang mereka.Dann....


“Apa kalian berencana mengurung kami?! ” Suara dingin kedua Gadis remaja membuat Semua Tetua itu memutar tubuh mereka setelah selesai mengunci kembali Gerbang Hutan Terlarang di Sakte ini.