XAI LINN

XAI LINN
Gong Than Shi



Matahari sudah kembali ketempat asalnya. Langitpun sudah berubah menjadi gelam malam. Seluruh Pasang mata orang-orang petinggi di Sakte ini serentak membalikan tubuh mereka dan tergelak kaget ketika melihat Dua manusia yang sedari tadi mereka tunggu dan nantikan itu.


“Astaga Piu! Kau mau membuat kakek jantungan ha? ” Ucap Mo jingtan sambil meloncat dengan cepat kesamping cucunya dan merengkuh Gadis itu kedalam pelukannya.


Apa yang dilakukan Mo jingtan tak jauh berbeda dengan Xai Kai. Dia bahkan lebih dulu sampai kedepan Xai Lin Dan memeluk Putrinya itu. Huh.. Akhirnya semua Kegelisahan, kekawatiran dan kegundahan yang ada dia rasakan semua telah lenyap ketika melihat Putrinya sekarang ada di pelukannya.


Apa yang dilakukan Xai Kai kepada Xai lin mungkin dianggap biasa saja bagi Nan Sha. Tapi tidak dengan yang lainnya. Mereka menyerengit Bingung ketika melihat Master mereka yang terkenal tak tersentuh itu sangat menghawatirkan Xai Lin. Memang Wajar bagi Seorang Guru menghawatirkan Muridnya. Tapi yang mereka lihat saat ini Ke kawatiran Xai Kai ini sangat berbeda


“Ayoo.. Kelian berdua ikutlah kami keruang pertemuan” Ujar Nan Sha memecahkan kesunyian yang terjadi


Disinilah mereka sekarang. Memandang penuh Arti kedua Gadis remaja yang duduk berdampingan di depan mereka.


“Katakan.Kenapa kalian sangat Lama dan membuat kami menunggu seperti itu” Sepertinya Nan Sha yang mewakili seluruh pertanyaan Tetua disini


“Maaf.. Kami tidak mengetahui kalau kami ternyata sudah kehabisan waktu tadi” Jawab Mo Piu. Yah.. Sepertinya dia yang harus menjawab. Ketika melihat Xai Lin sangat enggan menjawab pertanyaan yang sebenarnya tertuju untuk mereka berdua


“Tidak mengetahui? Apa kalian tidak melihat ketika langit sudah gelap berarti kalian Sudah kehabisan waktu! ” Kesal Ki Wuli. Sepertinya dia masih tidak Terima dibuat menunggu oleh kedua murid ini


“Lihat Batasanmu Tetua Wuli!” Sarkah Mo jingtan. Dia menatap tajam Tetua Wuli memberikan tekanan membunuh yang sangat kental. Rasanya ruangan ini sangat sempit bagi Mereka yang merasa tertekan dengan Aura membunuh itu. Xai Kai melihat Xai Lin dan Mo Piu bahkan sudah kesulitan bernafas. Bagaimana tidak? Mereka kan masih di Pangkat Jenderal Tingkat Menengah. Itu pasti membuat mereka sangat kesulitan untuk menetralisir Keadaan sekitar


“Tetua Mo Kendalikan Auramu. Mereka sangat tertekan dengan tekanan yang kau berikan”


Mo Jingtan yang mendengar itu menurunkan tekanan membunuhnya. Jika saja tidak ada Mo piu dan Xai Lin. Pasti dia akan membuat sesak nafas Tetua Wuli itu!


“Baiklah.. Kembali ke kalian. Bagaimana kalian tidak mengetahui kalau waktu yang ditentukan sudah habis?” Tanya Nan Sha


“Ckk.Kami tidak mengetahui karna Di dalam lapisan ketiga tidak Ada malam kan?! ” Akhirnya Xai Lin membuka suaranya. Cihh. Apa-apaan ini. Ketika dia menjawab kenapa jadi hening seperti ini.


“La.. Lapisan ketiga? ” Tanya Phau lhi Tetua Elemen Air


“Apa itu artinya kalian mendapatkan itu? ” Tanya Nan Sha


“Apa ini maksud kalian” Jawab Mo Piu dan Xai Lin serentak dan mengeluarkan sesuatu dari hanbok mereka


“Ini tidak mungkin.. Seharusnya masih Tujuh tahun lagi kan? ” Gagap Ki Wuli


“Memangnya apa ini” Bingung Piu


“Piu.. Yang kau kalian pegang itu.. ” Dia menghentikan ucapannya. Dia tak sanggup meneruskan kalimatnya sendiri.


“Yang kalian pegang itu adalah Senjata Pusaka!” Bahkan Nan Sha yang sedari tadi mewakili semuanya pun tak bisa meneruskan ucapannya sendiri. Rasanya lidahnya sangat kelu hanya untuk menyebut pusaka itu


“Yang Xai Lin pegang sekarang adalah Pedang Tapak Garuda Emas.. Huhhh.. Dan Yang Mo piu pegang sekarang Adalah Panas Cakar Garuda Emas! ” Akhirnya Xai Kai selaku Master di sakte awan putih ini yang memberi tahu kebenarannya.


Menurut cerita Sejarahnya. Kedua Pusaka itu di miliki oleh Kultivator hebat yang mencetak sejarah.Karena dia adalah seorang kultivator yang mencapai Tahap Dewa. Dan hanya dialah Seseorang yang bisa menerobos Dari dataran Bawah ini menuju Ke dunia Dataran Atas! Namanya sudah tidak asing lagi di setiap buku sejarah di penjuru Negri!


Dan keberuntungan ini pun tak disangka. Bahwa peninggalannya dia berikan Di kawasan Sakte awan putih ini. Beritanya kehilangannya pun menjadi simpang Siur. Ada yang mengatakan dia sekarang sudah diangkat menjadi Dewa dan ada juga yang mengatakan Dia mati karena Terbunuh di Dataran dunia Atas!


Kultivator hebat itu bernama Gong Than Shi


Jika diperkirakan umurnya sekarang mungkin sudah 473 tahun. Jika memang dia ada di dataran atas bukan mustahil untuknya mencapai umur segitu. Karna di Dataran Atas tempat Tinggal Kultivator-kultivator tingkat Dewa. Mereka bahkan Dibilang Abadi!


Bagaimana tidak? Jika di Dataran Bawa Seseorang hanya bisa berumur hingga 500 tahun. Sedangkan di dataran atas bahkan tak terhitung Berapa umur mereka. Dan yah.. Jika semakin kuat orang disana, Tidak ada kata tua di tubuh mereka. Seberapa mereka memiliki ilmu. dan segitu pula keawetan tubuh mereka.


Gong Than Shi di kenal sebagai Pendekar penyelamat Dataran Bawah. Keserakahan Penghuni Dunia Atas membuat mereka menyerang Dataran Bawah Sama seperti kejadian yang di alami Xai Kai dahulu!


Semua tidak ada yang tersisa lagi. Seluruh Moyang Dataran Bawah Hilang Lantung terbunuh di pertempuran itu. Pertempuran yang mengakibatkan Zhong Selaku Naga legendaris milik Xai Lin. Harus terpisah Dengan Sahabat seperjuangannya, Yaitu Zhang si Harimau Hitam milik Xai Lin pula.


Jadilah Dataran bawah harus di mulai dari awal lagi. Maka dari itulah Moyang tertua di dataran bawah ini mungkin Hanya Berusia 250-310 tahun. Keturunan-keturunan merekalah yang mengisi lagi Dataran bawah. Ada yang memilih Mengungsi ke kerajaan Tetangga. Di sebelah Barat, Timur dan yang lainnya. Sehingga terciptalah kerajaan baru yang lainnya


Tapi pada dasarnya semua bermula di Kerajaan Fang Ini! Dan inilah alasan kenapa tidak ada Sekte-sekte Yang berdiri di kawasan kerajaan Fang.Meskipun Wilayah Kekuasaan Kerajaan Fang ini mungkin ke 2 yang terluas di dataran Bawah. Namun hanya satu sakte yang berdiri di Bawah kekuasaan Kerajaan Fang.Yah.. karna inilah. Karena Senjata Pusaka yang melambangkan kesucian. Kultivator Dewa itu memegang teguh Dan menganut tinggi Ilmu Putih.


Seluruh Kekuatannya Sangat jauh untuk di jangkau oleh manusia atau Kultivator biasa. Bukan hanya mengandongi ilmu ke jurusan. Ia bahkan Sangat terkenal dengan Alkademis. Semua resep-resep obat dan racikanpun sekarang di ketahui berada di Sakte Daun Giok yang berada di Kerajaan tetangga di sebelah Tenggara. Ntah apa rencana Kultivator dewa itu. Yang pasti dia meninggalkan semua Sejarahnya Di berbagai Sakte Penganut Ilmu Putih seperti diri-Nya


Dan sekarang senjata itu berada di tangan Kedua Murid Remaja. Bahkan mereka belum bisa dikatakan Kultivator hebat. Mereka bahkan baru menyandang gelar Murid saja. Tentu itu membuat semua menggelengkan kepala mereka tak percaya


“Mungkin ini saatnya” Ucapan Mo Jingtan membuat seluruh mata memandangnya dengan tatapan bertanya


“Ini saat nya kalian untuk... ”


(Tunggu ya😅)