XAI LINN

XAI LINN
berdua



Hening semua, Tidak ada yang ingin mengeluarkan suara setelah satu persatu dari keempatnya membuka mata masing-masing.


Baik Zhang maupun Zhong masih tetap diam sambil memandang kedua manusia yang saling menatap dalam hening.


Bola mata biru milik Xai Lin harus bertabrakan langsung dengan kedua netra Hitam pekat milik seorang laki-laki yang duduk tepat dihadapannya saat ini.


“Hmmmm! ”Seru Zha dengan sengaja.


Dan terputuslah kontrak mata keduanya.


“Siapa kalian?” Tanya laki-laki itu. Karena dia sangat merasa asing dengan wajah ketiga manusia yang sekarang duduk bersama dengannya.


Sudah pasti dia tidak mengetahui itu. Seingatnya, Dia berada di atas pandu dalam perjalanan menuju sakte awan putih.


Tapi bukannya menjawab Xai Lin justru bertanya kepada kedua pamannya dimana mereka berada sekarang? “Kita dimana paman? ”


“Perbatasan” Satu kata yang terucap dari bibir Paman Zhong. Karena Masih merasa bingung dia menyerengitkan dahinya


“Hei!  Siapa kalian? Mengapa kalian mengabaikan ku? Apa kalian tidak tau siapa aku? ” Seru laki-laki itu lagi.


“Cihh hanya putra mahkota ingusan saja kau sudah sombong. ” Sarkah Zhang dengan lantang. Ingatlah Hewan legendaris itu sangat membenci orang-orang yang sok berkuasa.


Putra mahkota yang diketahui namanya Naoi Feng itu terdiam.


Sungguh rasanya tidak ada gunanya dia memamerkan kekuasaannya didepan mereka.


“Sudahlah, yang perlu kalian ketahui dan kalian ingat adalah harus tetap bersama.”


“Bersama? Siapa yang harus bersama paman? ”


“Tapp--i”ucapan Xai Lin harus menggantung saat mengetahui kedua pamannya telah hilang dari hadapan mereka. “Lohh paman kemana? ” “Paman! Kalian dimana? ”


Tidak ada jawaban dari pertanyaan yang Xai Lin lontarkan selain Suara angin yang bertiup merdu. Membuat cadar merah yang ia gunakan melayang-layang indah. Terpukau! Sungguh Naoi Feng tidak ingin mengalihkan pandangannya dari gadis yang ada di hadapannya saat ini.


“Hmm, bagaimana ini? ”Tanya Xai Lin. Tidak tau siapa yang dia tanya tapi mengingat hanya mereka berdua yang ada disini membuat Naoi Feng merasa pertanyaan itu tertuju untuk dirinya.


“Kau siapa? Dan mereka tadi itu siapa? ”Suara bariton yang terkesan dingin itu membuat Xai Lin harus menatap laki-laki sombong yang ada si hadapannya ini


“Kau yang siapa? Mengapa kau bisa disini bersama kami? ” Ingatlah sebelum Mo piu belum ada yang bisa berteman dengan Xai Lin. Jadi bukan hal yang susah untuk dirinya bersifat lebih dingin daripada laki-laki itu


“Ckkkk, menurutmu jika orang bertanya itu tandanya apa?  Pasti tidak tau kan? ”


“Hehh, jika kau saja tidak tau terus menurutmu aku tau?”


Ada apa dengan mereka ini, kenapa masing-masing sangat sulit mengalahkan ego dan memperkenalkan diri masing-masing.


“Sudahlah lebih baik aku pergi saja. ” Gumam Xai Lin sambil beranjak dari duduknya. Dan sudah pasti disusul oleh Laki-laki berbaju biru itu.


Hening semua, Tidak ada lagi yang membuka percakapan diantara keduanya. Hanya langkah kaki yang memecah keheningan di Hutan itu. Yahh mereka sekarang ada di hutan. Tidak tau bentuk dan hutan apa ini, yang mereka ketahui hanya ada pepohonan. Dibilang tinggi, semua pohon disini mereka sangat yakin tidak ada yang melebihi 2 meter tingginya.


Dilain tempat, Keempat manusia yang menyaksikan kekuatan tadi harus menahan nafas lagi ketika melihat dua laki-laki yang ikut andil dalam membuat alam meraung seperti kejadian tadi


“Kenapa muka kalian seperti itu? Heyy kakek tua kendalikan dirimu itu. ”Lihatlah sepertinya Zhang masih sangat tidak terima dibilang anak muda oleh Tetua Mo jingtan sebelum kekacauan tadi di mulai.


“Dimana Xai Lin? ”Tanya Xai Kai. “Dan dimana Putra Mahkota” Sambung Nan Sha.