XAI LINN

XAI LINN
Pertemuan



Kedatangan Zhang Dan Zhong dalam wujud yang berbeda membuat Hati Xai Lin Sangat Bahagia. Gadis Remaja itu tidak menyangka kedua Pamannya Akan memberikan Kejutan seperti apa yang mereka katakan sebelum Pergi kemarin.


Hal yang bahagia bagi Xai Lin ternyata membuat Keempat Pasang mata, yang ada ditempat jejadian merasa Heran tak kepalang.


Terutama Untuk Xai Kai. Master Sakte Awan Putih ini menyerengit bingung ketika melihat Putri kecil nya sangat bahagia ketika bertemu dengan dua orang laki-laki yang dipanggilnya paman itu.


Siapa Kedua Laki-laki itu?


Dan mengapa Aura yang dipancarkan nya seperti Aura Leluhur yang membuat Tubuh ini ingin menunduk dengan sendirinya?


Semua yang dirasakan oleh Xai Kai tentu saja juga dirasakan oleh Mereka semua.


Ditambah lagi Mo jingtan! Laki-laki berumur itu bahkan seperti tertunduk dengan sendirinya. Ketika melihat Kedua Laki-laki yang bahkan, Usianya jauh dibawahnya.


....


Berbagai macam Suasana tercipta di satu tempat ini. Meski duduk melingkar di meja yang sama. Tapi suasana yang dialami mereka sangat berbeda!


Banyak pertanyaan muncul,bertepatan dengan kedatangan Zha dan Zho ini.


Mo Piu, selaku gadis yang belum bisa menerima Aura yang dikeluarkan Zha & Zho. Karena ia belum Me-Mumpuni ilmu tinggi seperti orang-orang yang bersama nya membuat dada nya sangat sesak.


“Maaf Tuan. Kalian Siapa? Dan Bagaimana kalian bisa menerobos dinding Kediaman ku? ” Serentan pertanyaan yang di lontarkan Pemilik kediaman ini, Ketika dikagetkan dengan kedatangan mereka berdua.


“Haha.. Sangat mudah untuk kami masuk ke tempat ini Anak Muda.”Jawab Zho, yang diakhiri dengan kekehannya.


“Kakek Dada ku sangat sesak! ”Ucap Piu sambil Memegangi Dadanya ketika Aura yang dikeluarkan Zho lebih besar saat dia sedang berbicara


“Maaf Anak Muda.Bisa kau kendalikan Aura mu. Sepertinya cucuku sangat kesulitan bernafas. ”Pinta Mo Jingtan yang membuat keduanya tertawa.


Hahaha.. Sepertinya bukan Mereka berdua yang tertawa. Bahkan Xai Lin ikut tertawa ketika mendengar pamannya dipanggil Anak Muda.


“ Haha..Bahkan mereka lebih Tua dari leluhurmu Tetua Mo! ” Kekeh Xai Lin didalam Hatinya


“Hey Tua Bangka! Jangan memanggilku dengan sebutan itu. Itu membuat Perut ku terasa Geli”Tawa Zho sambil menunjuk-nunjuk Tetua Mo yang melotot tak percaya. Bagaimana bisa Anak ini memanggilnya Tetua Bangka? Meski ia bukan Master di sakte ini, Tapi dia cukup disegani di negara ini.


“Jaga Ucapanmu Tuan”Sahut Nan Sha tidak suka. Bagaimana pun. Tetua Mo sama terhormat nya seperti Gurunya yang gugur dalam pertarungan dahulu.


“Xai Lin, apa mereka tidak tau siapa kami? ” Tanya Zha.


“Hahaha.. Maaf-maaf paman. Tidak mungkin mereka mengenalmu”


“Xai Kai apa kau mengenal mereka? ”Tanya Mo jingtan yang dijawabi dengan sebuah Gelengan saja.


“Boro-boro kenal? Melihat saja baru kali ini”Gumamnya dalam hati


“Ehh.. Siapa namamu tadi? ”Tanya Zho ketika merasa Familiar dengan nama itu.


Semua yang melihat itu tiba-tiba merasa sangat tertekan. Suasana yang tadi sudah mencair kini lebih tegang dari sebelumnya. Tapi Laki-laki itu mengabaikan tatapan semua orang yang mempertahankan atas tindakannya itu.


Bahkan Zha, sekalipun ikut terheran-heran melihat sikap Sahabat nya ini. Ketika melihat Reaksi Zho saat mendengar Nama Xai Kai dikatakan.


“Memang nya ada apa dengan Xai Kai?” Tanya Zha dalam Hatinya.


Xai Lin mengerti mengapa paman Naganya itu bereaksi seperti ini. Ia lalu mendekat Dan memeluk Zhong.


“Iya paman dia ayahku”Lirih Xai Lin didalam pelukan Zhong. Biar bagaimana pun, Zhong lah Ayah sekaligus Ibu yang sebenarnya untuk Xai Lin.


Jasa, Naga legendaris ini tidak bisa di bandingkan dengan apapun. Bahkan jika dengan kekayaannya seluruh alam ini. Dia tetap memilih Pamannya.


Sejak Lahir, Hingga Tumbuh menjadi Gadis Remaja seperti ini. Hanya Naga Hitamnya yang menemaninya. Dan itu tidak akan pernah ia lupakan.


Dari, ia masih berbentuk Bayi Merah, Hingga tumbuh Menjadi Gadis Seperti ini. Hanya Lingkaran Tubuh Besar Naga itu lah yang menggantikan Pelukan Hangat dari kedua orang tuanya yang tidak pernah ia rasakan sejak Lahir.


Badan besar itu lah yang memeluknya di lingkaran kecil yang menjadi tempat ternyaman nya dari dulu bahkan sampai sekarang.


Puzzle-puzzle, kenangannya bersama Paman Naga Hitamnya itu kembali melintas di kepalanya.


kenangan itu membuat emosi sedih nya terpancar kan. Sehingga Tanda Yang melingkar di salah satu tangannya memancarkan sinarnya.


Sinar itu sangat menyilaukan. Bersamaan dengan Keluarnya Pancaran Sinar Merah Yang keluar dari Tubuh Zhong yang sedang di peluk Oleh Xai Lin.


Mereka semua tidak ada yang bisa menyembunyikan keterkejutan itu. Ikatan mereka berdua kini terlihat oleh Banyak Pasang Mata.


Zhang langsung melindungi tempat ini dengan Tenaga dalamnya. Sangat bahagia jika orang-orang yang memiliki ilmu tinggi mengetahui Pertanda ini.


“Kendalikan dirimu Zhong! Itu akan memancing perhatian seluruh Tetua yang memiliki ilmu tinggi! ”Tegas Zha. Laki-laki dewasa ini memang tidak berbicara sejak tadi. Sepertinya sifat dingin Xai Lin diturunkan dari Paman Harimau hitam itu.


Xai Kai juga sangat terkejut ketika melihat pancaran Sinar yang dikeluarkan Tubuh putrinya itu. Semakin banyak pertanyaan yang menghampiri Kepala Master sekte ini.


Cukup butuh waktu lama, untuk memulihkan lagi, Emosi mereka untuk menjadi stabil. Yaah.. Sepertinya sifat emosi yang suka naik turun di dalam Tubuh Xai Lin ternyata diturunkan oleh Naga hitamnya.


“Sebenarnya siapa kalian? Cepat katakan ini bukan lah lagi masalah yang sepele!” Ujar Xai Kai Tegas!


Sudah cukup baginya untuk menahan diri. Setumpuk pertanyaan ini sangat menyiksa nya. Ketika ia harus menyaksikan posisinya bahkan langsung tergeser oleh laki-laki yang duduk di samping putrinya itu.Biar bagaimanapun, Di dalam hatinya terselip rasa Iri, ketika melihat Putrinya sangat dekat dengan Orang Lain.


“Yah.. Ini bukan masalah sepele lagi. Kalian harus menjelaskan sejelas mungkin! ”Tambah Mo jingtan yang tak kalah tegas seperti Xai Kai. Meski Umurnya tidak muda lagi, Tapi jiwa Guru yang melekat di dirinya membuat Kharisma laki-laki berumur itu masih sangat kental.


“Dan bisakah, Kau Xai Lin membuka Cadarmu? ”Ucap Mo Piu, yang membuat dirinya agar terlihat setegas mungkin. Tapi itu malah membuat dirinya terlihat lucu. Gadis banyak bicara seperti dia sangat tidak cocok jika ingin bersifat seperti Xai Lin. Karena itu bukan Karakter nya.


*Apakah semuanya akan terbongkar sebentar perjalanan Xai Lin


Maaaf Mora lama tidak up. karena ada masalah pribadi*