XAI LINN

XAI LINN
Luka Lama



Sulit di artikan suasana kali ini. Semua yang ada disini entah mengapa menjadi tegang ketika membahas Kultivator Hebat Itu. Mo Piu dan Xai Lin saling pandang satu sama lain. Mereka sulit mencerna keadaan saat ini. Tapi yang pasti! Benda yang mereka Pegang sekarang adalah Pusaka milik Pelindung Dunia Dataran Bawah.


“Mungkin ini saatnya” Ucapan Mo Jingtan membuat seluruh pasang mata menantapnya dengan pandangan bertanya.


Huhh.. Xai kai pun menghembuskan nafas beratnya. Mungkin uang dipikirkan Tetua Mo sejalan dengan apa yang dia pikirkan saat ini.


“Mungkin ini saatnya pembalasan untuk dunia Dataran Atas! ” Ujarnya.


“Ehh.. maksudnya? ” Jawab Mo Piu dan Xai Lin serentak. Mereka tidak mengerti pembalasan apa yang dimaksud. Tapi yang pasti jika pembalasan. Itu berarti Telah terjadi sesuatu yang pasti merugikan Dunia Dataran Bawah!


“Tidak ada. Sudahlah lebih baik kita kembali kediaman masing-masing. Melihat hari yang sudah larut malam seperti ini, Tidak baik jika membahasnya sekarang” Potong Xai kai. Membuat Mereka yang mendengar itu ada yang menyerengit bingung dan ada yang mendelik kesal.


Tidak ada yang berani membantah perkataan Xai kai. Mengingat dialah master disakte ini, membuat keputusan yang ia buat seperti Kata Mutlak yang tidak boleh dibantah.


Satu persatu Semua Tetua keluar Dari tempat pertemuan. Meninggal tempat itu dan pergi menuju kediaman masing-masing. Hari sudah sangat larut jadi tidak mungkin lagi mereka akan Pergi berkeliaran.


Tinggalah Lima Manusia yang ada diruang ini. Entahlah mereka seperti merasa ada sesuatu yang ingin dibahas tapi tidak ingin banyak orang yang tau


“Tetua Mo Kita harus membahas ini” Ujar Xai kai. Mereka semua tau apa maksud Dan apa yang ingin dibahas itu.


“Baiklah master. Sebaiknya bahas dikediaman kami saja, Biar lebih aman” Jawab Tetua Mo. Yang disetujui oleh semuanya. Memang lebih aman dibahas dikediaman daripada di ruangan pertemuan ini. Mengingat Kediaman Xai kai tidak pernah dimasukin sembarang orang jadi Mo jingtan mengambil keputusan itu. Lagipula Kediamannya Lebih dekat daripada kediaman Xai kai yang terpencil itu


“Kediaman ini mengingatkan aku dengan Hutan terlarang. Dan.. Paman! Kau dimana? ” Lirih Xai Lin didalam Hatinya. Memang! Kediaman Tetua Mo lebih Dominan Seperti Hutan kecil yang tenang. Meskipun dalam gelap malam seperti ini, Tapi suasana Nyaman sangat tercipta dikediaman Tetua Mo Jingtan.


Huhh.. Xai Lin menghembuskan nafasnya pelan. Jika memasuki Kawasan Hutan. Dia selalu teringat dengan Zhong! Naga Hitam yang sudah merawat dan menjaganya. Bertahun-tahun Waktu yang dihabiskan Xai Lin dan Paman Zho adalah dihutan. Dan dia juga teringat dengan Zhang! Mengingat Pertemuan mereka dengan Harimau Hitam itu juga terjadi dihutan.


Entah dimana sekarang Kedua Pamannya itu. Dia merindukan perlindungan Yang selalu diberikan Zhong dan nasehat yang diberikan Zhang! Yang pasti dia selalu menantikan Kedua Hewan legendaris itu segera kembali.


“Xai Lin.. Xai Lin! ” Ucap Piu yang mengejutkan Xai Lin. Membuat lamunannya tentang Kedua Pamannya itu buyar seketika.


Sampailah mereka di ruang peristirahatan. Lilin yang berjejer rapi menerengi Ruangan yang temaram ini.


“Langsung saja ke pembahasannya. Menurut Kalian apa ini saatnya? ” Nan Sha membuka pembicaraan ini.


“Yah mungkin sebentar lagi adalah saatnya Itu” Jawab Tetua Mo


“Sebenarnya Pembalasan apa yang kalian bahas ini? ” Tanya Piu bingung. Walaupun Xai Lin juga tidak mengetahui Tentang pembalasan apa yang dimaksud. Tapi sepertinya dia tidak memiliki minat untuk bertanya. Baginya semua akan terungkapkan pada waktunya. Itulah perinsip Gadis Bercadar Itu


“Pembalasan Dari Dunia Daratan Atas untuk Dunia Serakah itu! ”Akuilah Xai kai sekarang sudah tersulut emosi ketika membahas tentang Daratan Dunia Atas. Dia masih sangat sensitif tentang hal ini. Mengingat Kejadian Yang membuatnya harus terpisah Dari Orang-orang yang Ia sayangi. Terpisah Dari Orang Tuanya, Dari Teman seperguruannya, Dari Gurunya. Guru yang sudah mengajarkan banyak Hal Dan Guru yang sudah menurunkan Ilmu untuknya. Dan yang paling Membuatnya Tersulut emosi Ketika dia harus mengingat lagi, Seluruh Nyawa saat itu berada di tangannya. Ketika Semua keputusan ada padanya.Membuat dia harus terpisah dengan Orang Yang Masih Dicintainya, Bahkan Sampai Saat ini. Fang Yin! Nama itu akan selalu dia kenang dan selalu tersimpan rapi didalam Hatinya.


“Tenangkan Dirimu Kai” Jika sedang dipertemuan pribadi seperti ini mungkin Tetua Mo tidak Harus terlalu Formal kepada Xai kai. Biar bagaimanapun Dia Satu Angkatan dengan Guru Xai kai dahulu. Mengingat Dirinya yang sudah memiliki cucu jadi sudah dipastikan umurnya sudah tidak muda lagi kan?


“Memangnya ada apa sih? ” Mo Piu kembali bertanya


Sepertinya tidak ada yang ingin menjelaskannya. Karena itu semua seperti membuat Luka lama yang bahkan belum mengering. Semua kejadian Itu pasti meninggal Kenangan Buruk bagi Mahluk hidup yang telah Ada saat kejadian Itu terjadi. Tapi bagaimana lagi? Jika tidak ada yang menjelaskan pasti sangat susah bagi Kedua Gadis Remaja ini untuk menyerna Pembalasan apa yang harus mereka balaskan


Huhh.. Nan Sha membuang nafasnya. Jika melihat Luka yang didapatkannya pasti tidak akan sebanding dengan Luka Yang didapatkan Xai kai Maupun Tetua Mo. Jika kalian sudah mengetahui Luka yang didapatkan Xai kai. Maka kalian harus mengetahui juga, Akibat kejadian itu Tetua Mo bahkan hampir sama dengan yang Xai kai rasakan.


Dia harus kehilangan Teman-teman seangkatannya. Harus kehilangan Muridnya, Kehilangan Istri tercintanya. Dan bahkan dia harus kehilangan Putranya. Yah.. putranya Ikut menjadi korban karena mempertahankan Sakte ini waktu itu. Hanya Satu yang tersisa. Yaitu menantunya! Yahh.. dia adalah Ibu Mo piu. Putri dari Guru Xai kai.


Tapi waktunya tidak banyak. Ketika Dia sedang Mengandung Piu yang sudah berusia 8 Bulan. Dia harus terguncang dengan Berita meninggalnya Ayah dan juga suaminya! Siapa yang bisa bertahan Ketika penerangnya sudah pergi? Penunjukan jalannya sudah Meninggalkannha? Mungkin kekuatannya saat itu adalah Nyawa yang sedang ia kandung. Tapi sayang Baik Xai Lin maupun Mo Piu sepertinya tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Ibunya. Ketika melahirkan buah hatinya. Ibu Mo piu ikut menyusul Suami dan Ayahnya.


Tapi biar bagaimanapun Mo piu harus bersyukur bukan? dia masih dirawat dengan Kakek yang menyayanginya. Berbeda dengan Xai Lin! Dia bahkan baru bergaul dengan Sebangsanya atau sesama manusia baru Beberapa Bulan ini. Semua waktu dan hidupnya dia hanya ditemani Hewan-hewan buas yang mungkin tidak semua Orang bisa bertahan diposisi Xai Lin saat itu. Tapi itulah yang dinamakan Takdir! Jika dipikirkan menggunakan Logika? Pasti sangat sulit menemukan jawabannya. Tapi semua Hanya Dewa Yang Tau!


“Pembalasan Karena Kalian Harus kehilangan Orang Tua Kalian! ” Ucapan Nan Sha memang belum jelas perinci permasalahan. Tapi yang ditangkap kedua Gadis itu Intinya Karna Kejadian itu mereka harus kehilangan Orang Tua mereka!


Tanpa sadar Tangan mereka berdua terkepal Kuat! Dan itu tidak luput dari pengelihatan Ketiga Lelaki Dewasa yang ada disana