XAI LINN

XAI LINN
MO PIU



Pagi yang nyaman ini membuat siapa saja enggan untuk beranjak dari tempat tidur masing-masing. Hari ini semua murid sakte awan putih akan memasuki hutan terlarang yang ada di belakang sakte ini. Mereka semua akan memasuki hutan itu untuk menyari Hewan Spirits untuk tunggangan masing-masing.


Dari yang junior hingga seniornya pun ikut turun mencari hewan tunggangan mereka.


Sekarang Disinilah mereka berada. Didepan pintu gerbang Hutan itu, Semua tetua Hadir disini untuk membukakan Pintu yang diberikan Simbol-simbol yang hanya bisa dibuka dengan para Tetua. Karena didalam hutan ini hanya akan dibuka 3 Tahun sekali. Jadi semua murid akan masuk kedalam untuk mendapatkan Hewan tunggangan.


Kali ini Master mereka ikut langsung mengantarkan murid-murid sakte. Yahhh.. Sebenarnya dia hanya ingin mengantarkan Murid sekaligus Putrinya. Jika yang lain menganggap dia ikut mengantar semuanya yahh terserah mereka saja.


“Kau harus hati-hati Cha”Ucap Xai Kai. yahh.. Dia memutuskan untuk memanggil Xai Lin dengan Sebutan Cha. Dan Xai Lin tidak keberatan sama sekali.


“Iya Ayah aku akan selalu menjaga diriku”Jawab Xai Lin dibalik Cadarnya. Yah.. Dia memang masih memakai Cadarnya jika diluar ruangan Xai Kai.


“Okee Baiklah, Kalian semua harus sudah kembali sebelum Matahari terbenam. Jika kalian tidak kembali, maka kalian Akan tetap didalam Hutan itu selama tiga tahun yang akan datang. ”Ucap Nan Sha memperingati Semuanya


“Kalian sudah siap”


“Yahh Kami Siapp!” Ucap mereka serentak


Mereka semua diberikan kelompok masing-masing setiap Elemen dan Gurunya. Karena Xai Lin tidak masuk ke elemen manapun dan tidak memiliki teman seperguruannya, Jadi dia dipasangkan dengan Cucu Mo Jingtan. Cucu dari Tetua yang sama misterius nya dengan Master Sakte ini


Cucu Dari tetua Mo Jingtan bernama Mo Piu Dia cukup istimewa dari yang lainnya, Karena dia di didik langsung oleh Mo Jingtan yang Ber elemen Tanah.Sekarang Mo Piu berada di tingkah 5 Menengah Pangkat Jendral


itu hampir sama dengan Xai Lin yang sudah ada di tingkat 8.


Setelah berkenalan dengan teman sekelompok nya Xai Lin bersiap akan memasuki Hutan Terlarang ini.


Tepat setelah semua murid masuk kedalam hutan ini, Gerbang atau Pintu Gaib yang dibuat oleh para tetua kembali tertutup. Menurut Berita yang beredar Hutan ini memiliki Tiga lapisan. Yang pertama, Hutan Pinus, Lapisan kedua Hutan Bambu, Sedangkan lapisan ketiga belum ada yang mengetahuinya. Karena setiap murid yang masuk kehutan ini belum ada yang bisa menembus Kelapisan ketiga.


Untuk memasuki lapisan kedua saja mungkin Para Senior Atau yang mengikuti kejuruan lainnya. Untuk para junior seperti Xai Lin Dan Mo Piu yang baru masuk kedalam sakte ini mungkin saja bisa, mengingat tingkat yang sudah mereka capai


“Kita akan mulai dari mana Xai Lin? ”Tanah mo piu


“Sebaiknya kita memulai dari Arah Timur saja, Bagaimana? ”


“Tidak masalah, Jika kita terus bersama”Balas Mo piu sembari tersenyum hangat. Gambar yang tepat menurut Xai Lin Mo piu orang yang sangat baik dan juga Ramah. Dia memiliki Paras yang cantik dan ber bibir mungil. Serta bermata sipit, Membuat dia sangat terlihat Lucu dan menggemakan.


“Ayo kita berangkat”Seru Xai Lin bersemangat. Sepertinya dia merasa nyaman berteman dengan Mo piu


Dihutan ini tidak hanya ada Hewan Spirit Saja. Disini banyak sekali Tumbuhan yang bisa membuat Mereka cepat menembus ke tingkat berikutnya. Tapi itu tak semudah yang dibayangkan karena mendapatkan Apa saja didalam hutan ini harus menguras tenaga yang cukup Besar.


Banyak Para Murid yang mereka lewati memandang mereka dengan Tatapan Nyalang. Mungkin mereka Iri terhadap Dua wanita remaja itu. Pasalnya Mereka sangat tau bahwa Mo piu di didik langsung dengan Mo Jingtan selalu Tetua dari Kejuruan Misterius itu. Sedangkan Xai Lin?  Sudah bukan rahasia lagi jika dia lah murid satu-satunya yang bisa menjadi Murid pribadi Master Sakte ini. Bahkan Para senior ada yang terang-terangan mencibir dirinya. Karena mereka tidak bisa seperti Xai Lin Dan Mo piu.


“Aku tidak nyaman dengan tatapan mereka Xai Lin”


“Baiklah..”Putus Mo piu


Setelah berjalan cukup Jauh, Dari sudut Barat, Xai Lin dapat merasakan Aura yang Cukup menarik baginya. Dan Mo piu juga dapat merasakan Aura tersebut.


Mereka berdua bertukar pandangan. Seperti sudah saling mengerti, Mereka Berlari sekuat tenaga menuju kearah Barat. Dan mereka cukup terkejut melihat Tumbuhan yang sangat unik bagi keduanya.


Tumbuhan ini baru pertama kali mereka lihat. Rupanya sangat Cantik. Seperti Bunga Mawar namun bercampur dengan Bunga Tulip. Ahh dan satu lagi. Warnanya sangat cantik. Mungkin ini yang membuat Auranya sangat berbeda


“Bunga ini sangat Cantik”Ucap Mo piu sambil ingin memetik salah satu diantara banyaknya Bunga Bunga itu.


Tapi siapa sangka belum sempat menyentuh juga tersebut, Sudah banyak sekali Hewan besar yang menyerupai Kumbang Raksasa. Xai Lin yang melihat itu berteriak untuk memperingati Mo piu


“AWASSS!” Teriak Xai Lin memberhentikan Langkah Mo piu dan secepat kilat Xai Lin menarik tubuh Mo piu yang dikit lagi terkena serangan Kumbang Raksasa itu.


“Ahhh.. Terima kasih sudah menyamakan ku” Ujar Mo piu kaget melihat Kumbang raksasa itu yang menyerang nya tanpa aba-aba.


“Tidak masalah kita adalam Tim”


“Ayo kita serang bersama-sama”Jawab Mo piu membuat Xai Lin menganggukan kepalanya


Tidak mau membuang waktu terlalu lama. Xai Lin menyerang Kumbang itu dengan Elemen Api miliknya. Dan Mo piu menyerang dari bagian Belakang menggunakan Elemen Angin Miliknya.


Kumbang ini sangat kuat. Setiap serangan yang diberikannya menghasilkan Duri-duri yang sangat tajam. Dan sudah dipastikan duri-duri itu sangat beracun. mereka sudah dapat melihat bahwa Kumbang ini berada ditingkatkan Kaisar Pangkat Bawah. yaitu masih pangkat 2 menuju 3.Tapi itu sudah cukup untuk menjadi hewan Tunggangan Tapi Baik Xai Lin maupun Mo piu tidak ada yang tertarik melihat Rupa Kumbang ini yang menghasilkan Bau tak sedap.


“Apa kau tau dimana kelemahnya? ”Tanya Mo piu


“Yahh.. Aku melihat kelemahannya tepat dibalik Sayap lapisan kedua”Jawab  Xai Lin


“Kita Serang bersamaan Saja”Teriak Mo piu. Sambil menghindari setiap serangan-serangan Kumbang yang sangat cepat ini.


“Baiklah bersiap! ”Teriak Xai Lin tak kalah kencangnya


Mo piu dan Xai Lin terbang tepat sejajar dengan Sayap disisi kanan Kumbang tersebut. Mereka membuat Pola-pola yang sangat rumit ditangan masing-masing. Dalam Hitungan Ketiga Satu... Dua.. Ti... Tiga!


Duarr.....!


Ledakan yang memekakkan telinga terjadi ketika Serangan mereka serentak mengenai Sayap Kumbang raksasa itu.  Setelah kepulan Asap akibat ledakan itu menghilang Terlihat Dua Bola kristal Kecil berwarna Ungu tergeletak di tengah-tengah Mereka.


Saat ingin mengambil masing-masing Kristal kecil tersebut. Tanah yang mereka pijak bergerak membuat mereka Harus menghentikan Kegiatan yang akan mereka lakukan