
Tapi mereka tidak akan tau Bahaya apa yang menanti mereka berdua. Karena Pepatah mengatakan Tempat Yang Tenang Bahkan Lebih Berbahaya daripada Tempat Yang sangat mengerikan sekalipun!
“Apa kau siap Piu? ”Tanya Xai Lin menoleh menghadap Mo piu yang sedang menatap Lurus kedepan
“Kita tidak akan tau ada kejutan apa yang menanti kita jika kita tidak kesana Xai Lin”Jawab Mo piu bersemangat.
Xai Lin yang mendengar itu hanya menyunggingkan senyum kecilnya. Dan menganggukan kepalanya pertanda apa yang di katakan Mo piu Benar Adanya.
“Ayo Semangat! ”Serentak Keduanya!
Entahlah mungkin karena perjalanan ini, mereka menjadi dekat Layaknya Seorang Sahabat yang sudah berteman Lama. Tapi itu bukan masalah, Karena mereka menyukai Hal itu.
Dilain sisi, Tepatnya di sisi Selatan. Segerombolan Laki-laki juga berhasil memasuki lapisan kedua, Pastinya mereka juga sudah mengalahkan Rintangan yang menghadang perjalanan mereka.
Tidak mau menunggu Waktu yang lama. Keempat Laki-laki itu melanjutkan perjalanan yang tertunda karena Beristirahat.
“Apa hanya kita yang berhasil memasuki lapisan ini? ”Tanya salah Satu dari mereka.
“Hahaha..! Tentu saja hanya kita. Memangnya siapa yang lebih kuat dari kita hah? ”Jawab salah satu dari mereka yang sepertinya Adalah Ketua diantara mereka. Percayalah Bahkan Laki-laki lain yang bersamanya Hanya mampu mengumpat Didalam hati ketika melihat Kesombongan dan ke aroganan yang dimiliki Laki-laki yang dianggap Ketua itu.
“Cepat.. Ayo jalan, jangan membuang waktu lagi! ”Perintahnya yang hanya dijawab kepasrahan dari mereka Bertiga.
Xai Lin dan Mo piu, Juga bangkit dari Tempat peristirahatan mereka, Setelah sedikit memakan bekal dan mengembalikan Tenaga Dalam masing-masing mereka melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda.
“Xai Lin.. Apa kau pernah memiliki seorang teman? ”Tanya Mo piu
Hening sejenak. Lalu menjawab dengan Gelengan Saja. Mo piu yang melihat itu mengacungkan Jari kelingking kecilnya. Membuat Xai Lin Menyerengit Bingung.
“Ahh.. Ini apa kau mau menjadi Temanku? Aku juga belum pernah mempunyai teman”Ucapan Mo piu membuat Xai Lin cukup terkejut. Dia mengira kalau Mo piu yang ramah dan baik saja tidak mempunyai teman apa lagi sepertinya?
“Sungguh? ” Tanya Xai Lin memastikan sekali lagi.
“Yahh.. sungguh! apa kau mau menjadi Teman pertamaku? ”Tanya Mo piu sembari tersenyum. Jawabannya tentu saja mau!
“Yah.. aku mau”Jawab Xai Lin sambil mengaitkan Jari kelingking nya kejari Mo piu.
“Ehh.. Tapi kenapa kau tidak memiliki teman? Jika dilihat kau sangat baik”Tanya Xai Lin penasaran.
“Hahaha.. Kau bisa saja. Aku menghabiskan waktuku untuk terus berlatih di ruangan Kakek, Aku tidak mau kakek membandingkan ku dengan senior kita”Lirih Mo piu
“Haa? apa kakekmu terlalu memaksakan dirimu? ”
“Tidak..! Kakek bahkan sering memarahiku jika terlalu banyak berlatih, Tapi aku hanya ingin membanggakan Kakek Saja”Jawab Mo piu sembari tersenyum kearah Xai Lin
“Ohh.. Aku kira.. ”
Belum sempat menyelesaikan Ucapannya, Mereka Dikejutkan dengan Serangan Mendadak dari Seorang Mumi dihadapan mereka.
Kenapa ada Mumi disini? Itulah pertanyaan yang sama dikepala mereka berdua.
Mumi itu memang tidak besar tapi sepertinya sangat mengerikan. Melihat dari Bentuk tubuh yang hampir semua Di tutupi dendam Kain Putih yang melilit ditubuhnya, membuat Xai Lin maupun Mo piu tidak dapat mengetahui Perempuan ataukah Laki-laki Manusia Mumi dihadapkan mereka sekarang?
Tapi Anehnya lagi, Manusia mumi ini tidak Menyerang mereka berdua lagi setelah menatap Xai Lin Dan Mo piu.
Aneh Sekali?
Ketika masih bergelut dengan pemikiran dan pertanyaan masing-masing. Mereka dikejutkan dengan menghilangnya Manusia Mumi yang jelas-jelas tadi ada di hadapan mereka
“Kemana Manusia Mumi itu pergi? ”Ucap Mo piu bingung.
“Aku juga tidak tau kemana perginya sosok Aneh itu”Jawab Xai Lin tak kalah bingung.
“Ahh.. Yasudahlah mending kita lanjutkan perjalanan Tohh.. Kita juga tidak perlu mengeluarkan Banyak tenaga untuk menghadapi Manusia mumi tadi”Ucapan Mo piu ada benarnya Jadi mereka memutuskan Melanjutkan Perjalanannya Yang Tertunda.
Setelah berjalan Cukup lama, Mereka melihat dari kejauhan Seperti Ada Dinding Transparan di ujung Sana.
“Heyy Apa kau melihat Itu!? ”Seru Mo piu sambil menunjuk Kearah dinding transparan itu.
“Yah.. Aku melihatnya. Ayo cepat kesana! ”Jawab Xai Lin sambil berlari menuju Dinding transparan itu, disusuli dengan Mo piu yang berlari disampingnya.
Sedangkan disisi lain.Keempat Laki-laki yang sedang asik berjalan menelusuri Setiap Sudut Hutan ini dikagetkan dengan Manusia Mumi yang tadi menghampiri Xai Lin Dan Mo piu.
“Awas.!! ”Teriak salah satu mereka ketika melihat duluan Kedatangan Manusia Mumi ini.
“Ckk.. Siapa kau? ”Tanya Ketua mereka.
“Kenapa kau tidak menjawab Ketua kami! ”
“Apa kau Tuli Hah! ”Teriaknya sekali lagi.
“Hahaha jelas saja dia tidak bisa mendengar. Manusia Jelek ini kan Tidak punya Telinga.hahah” Ucap Ketua itu yang disambut gelak tawa
Dari mereka Berempat.
Manusia mumi tersebut bahkan tidak menjawab sedikitpun pertanyaan yang dilontarkan dari Murid- murid Kurang ajar ini. Dia justru menyerah dengan Daun-daun Bambu yang ada disekitarnya.
Mereka yang melihatnya langsung bersiap Siaga. Manusia Mumi itu terus Memberikan serangan yang semakin lama semakin cepat Hingga pergerakan Daun itu saja tidak terlihat Oleh mereka berempat.
“Ahkk! ” Teriak salah satu dari mereka yang terkenal Ujung dari Daun itu mengenai Tangan Kirinya. Yang mengakibatkan Dia jatuh pingsan
Sedangkan Tiga orang lainnya sekarang melawan Manusia mumi itu dengan memberikan serangan yang mana bagi Manusia mumi itu hanya sebuah Gelitikan ditubuhnya.
Bugg
Satu lagi diantara mereka Terjatuh pingsan. Hanya tinggal Dua lagi yang tersisa.
Mereka berdua menjadi bergidik ngeri melihat itu. Dan..
Bugg.
Satu juga terjatuh. Hanya tinggal ketuanya saja yang tersisa. Hal itu membuat nyalinya Menciut dan membuatnya memilih Kabur Dari hadapan Manusia Mumi ini dari pada harus bernasib sama seperti Ketiga Temannya.
Manusia mumi itu menyalurkan sedikit tenaga dalamnya membuat Tiga Lelaki yang tadinya jatuh pingsan sekarang tersadar semua dan Ya... Seperti Ketuanya? Mereka bertiga Kocar Kacir berlari Meninggalkan Manusia Mumi itu.
Sedangkan Manusia mumi itu hanya menggelengkan kepalanya saja. Melihat Tingkah Manusia Yang besar Omong Daripada Nyalinya.
Yang menjadi pertanyaannya adalah, Mengapa dia menyerang Segerombolan Laki-laki tadi dan malah membiarkan Xai Lin dan Mo Piu bebas Darinya?
Hanya Manusia mumi itu lah yang tau jawabannya!