XAI LINN

XAI LINN
mimpi



Langit yang awalnya masih terang benderang sekarang sudah mulai berganti dengan gelapnya malam.


Kicauan burung-burung yang berterbangan sekarang mulai berganti dengan suara-suara jangkrik yang mengisi kekosongan di tempat ini.


Baik Xai Lin mtersengat Feng sudah sangat letih hanya untuk berkeliling demi menelusuri hutan yang tidak ada ujungnya itu.


“Istirahat sebentar, hari sudah malam” Ucap Naoi Feng memecahkan keheningan yang terjadi.Dalam diam Xai Lin ikut menghentikan langkahnya dan duduk tepat di hadapan Api unggun kecil yang dibuat oleh Laki-laki yang sedari tadi bersamanya.


Tidak tau dari mana asalnya Api itu. Yang jelas Sekarang  Xai Lin tau kalau Naoi Feng ternyata menguasai elemen Api. Tohh jikapun tidak ia mampu membuat api unggun sendiri. Jangan lupakan kalau Xai Lin menguasai seluruh elemen yang ada di bumi ini.


Bahkan elemen kegelapanpun ia miliki.


“Makanlah"Suruh Naoi Feng sambil menyodorkan seekor kelinci yang sudah sangat matang. Xai Lin yang melihat itu hanya mampu terdiam. Tidak mungkin dia makan didepan laki-laki ini. Xai Lin masih ingin menutupi wajahnya dari balik cadar yang ia gunakan sekarang.


“Cepat makanlah.”


“Aku tidak mau”Jawabnya cuek.


“Cepat makan atau kau akan segera mati kelaparan ditempat aneh ini. ”Sarkah Naoi Feng dengan tidak sabaran. Sudah untung ia mau berbagai. Huhh dasar tidak tau Terima kasih,Pikirnya.


“Aku tidak mau makan jika kau melihat ku.”


“Siapa juga yang mau melihatmu.”


“Kalau tidak mau jangan menghadap ku”


“Huhhh Dasar! ”


Setelah pertikaian kecil itu terjadi akhirnya mereka memilih untuk tidur sejenak. Hingga pagi menyapa barulah keduanya akan melanjutkan perjalanan. Meski  tidak tau kemana kaki akan melangkah hingga ketujuan.


“Apa sudah waktunya? ”


“Kupikir memang inilah waktunya sobat”


Kedua hewan legendaris yang menjelma menjadi sosok manusia tampan meski usia yang sesungguhnya sudah sangat melebihi para leluhur itu saling berpandangan.


Dan disinilah mereka sekarang.


“Paman apa itu kau? ” Tanya Xai Lin dialam bawah sadarnya. “Paman jangan tinggalkan aku bersama laki-laki itu lagi”


“Xai Lin, dengarkan paman. Inilah awalnya nak. Kau harus bisa keluar dari lapisan ini dan menuju kelapisan  berikutnya. ”


“Lapisan apa paman? Lin tidak mengerti. ”


“Tapi mengapa harus dengan Naoi Feng paman? ”


“Suatu saat kau akan mengetahuinya nak. ”


“Kenapa harus kami berdua paman, kenapa tidak dengan paman dan paman Zho. Lin tidak mau pisah dari paman lagi” Lirih gadis itu. Bagaimanapun mereka baru bertemu kembali setelah perjalanan panjang kedua pamannya.


“Aku tidak akan terpisah darimu. Ketahuilah ikatan tuan dan badan ini tidak akan pernah terpisahkan. Ingat itu Lin. Dan aku sangat berharap banyak dengan keberhasilanmu.”


“Aku bukan Tuanmu paman! Sudah berapa kali aku bilang aku anakmu bukan Tuanmu! ”Teriak Xai Lin disela-sela Ucapannya.


Tubuh laki-laki itu segera merengkuh gadis yang ada di hadapannya  saat ini. Rasanya masih sangat kecil tubuh ini saat dirinya masih berwujud seekor naga hitam. Tapi kini Tuannya telah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik.


Sementara itu disisi lain. Zhong tengah berhadapan langsung dengan laki-laki yang beberapa saat telah ia tinggalkan tadi.


“Kenapa? ”Hanya pertanyaan singkat itu yang keluar dari bibir Putra Mahkota ini.


“Aku tidak tau harus mulai dari mana. Yang ingin aku katakan hanya tolong jaga Keponakanku. ”


“Kenapa harus aku? ”


“Suatu saat kau akan tau sendiri apa jawaban dari pertanyaanmu ini. ”


“Kami harus apa?  Jangankan untuk menjaganya tujuan kami saja kami tidak tau mau kemana. ” Tanya Naoi Feng dengan kerutan yang tercetak jelas didahi laki-laki itu


“Dunia Dataran Atas! ”


“Ap-pa?” Teriak Naoi Feng dengan terkejut. Siapa yang tidak terkejut dengan ucapan pria yang ada di hadapannya ini. Dia putra mahkota. Tentu saja dia banyak mempelajari silsilah dan sejarah dunia ini. Yahh meski tidak semua pelajaran tidak ia ikuti dengan benar tapi tentang dunia para Mahluk abadi siapa yang tidak mengetahui nya?


“Aku hanya ingin kau menjaga dan terus bersama Xai Lin. ”Jawab Zhong


“Ohh.. Jadi namanya Xai Lin? ”Gumam Naoi Feng. Boro-boro mau menjaganya, namanya saja baru tau sekarang pikir nya.


“Tapi kenapa harus dia? ”


“Semuanya akan terjawab seiring berjalannya waktu dan kebersamaan kalian. Kunci dari itu semua cukup kau terus berada di sampingnya apapun dan dimanapun. ”Tegas Zhong.


“Akuuu... ”Ucapan Naoi Feng harus terputus ketika pria yang sedari tadi mengintimidasinya telah hilang bersama kesadaran yang ia dapatkan saat ini.


“Apa kau juga mengalaminya? ”Tanya Naoi Feng ketika melihat Xai Lin menghirup nafasnya dengan tersengal.