
Setelah sudah mengetahui Elemen apa yang akan di lawannya Xai Lin bergerak sangat cepat bagaikan Angin Dan Cahaya yang tidak terlihat kapan ia bergerak.
Pukkkkk..,
Bahkan Orang saja belum sempat berkedip, Dan mereka sudah melihat Tubuh Qing Chen Terhempas dengan Kasar ditengah lapangan Yang gersang itu.
Mereka tidak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka. Bahkan ada yang sampai membuka mulut mereka dengan lebar itu membuat Xai Lin terkekeh geli.
“*Bagaimana dia melakukan nya? ”
“Kapan dia melakukan nya? ”
“Kenapa Aku tidak melihat nya saat bergerak”
“Dia cepat seperti Angin dan Cahaya. Bahkan aku tidak melihat pergerakan nya.!”.
“**Siapa kau sebenarnya? Kenapa dia sangat lincah dan gesit? ”~Xai kai***.
kira kira itu lah yang Xai Lin dengar dari luar lapangan. Dia hanya menggelengkan kepala nya saja. Pasalnya yang membantu ini adalah kedua pamannya. Dia memang Cepat seperti angin, Tapi belum secepat Cahaya.
Sementara Qing Chen yang mendengar itu langsung Tersulut emosi. Dia tidak Terima Harga dirinya seperti diinjak injak oleh Wanita. Padahal dari awal dialah yang sudah besar kepala.
Dengan Emosi yang menggebu-gebu Qing Chen menyerang Xai Lin dengan membabi buta.
Sangat Terlihat bahwa dia sedang terbawa emosi. Gerakannya sangat mudah dibaca, Tapi Orang yang sedang emosi juga sangat bisa menghabiskan Lawannya dengan cara mengerikan dan menyeramkan.
Tapi itu tidak berlaku untuk Xai Lin. Qing Chen yang melihat itu semakin Kalap. Dia mengeluarkan Api yang menggunakan Tenaga dalam yang cukup Kuat.
Orang orang yang berada di luar lapangan menjadi riuh. pasalnya pertarungan ini hanya Ujian, Bukan Pertarungan Yang mematikan.
Boooommm!
Serangan yang diberikan Qing Chen mengakibatkan Ledakan yang cukup kuat. Dan mengakibatkan Kepulan Asap yang Membuat orang yang berada diluar lapangan menjadi riuh.
“*Apa wanita itu telah mati? ”
“Apa dia meledak? ”
“Apa dia telah menjadi abu!?”
“Malang sekali nasib Gadis itu. ia mati masih dengan umur yang sangat muda*.”
Qing Chen yang mendengar itu menjadi besar kepala. Dia mengira bahwa dia telah menang dan mengira bahwa Xai Lin telah menjadi Abu.
Memang benar, Jika orang yang telah terkena Api itu bisa saja menjadi abu. Jika dia berada dibawah Dari tingkat sang lawan. Dan jika yang berada diatas Tingkat lawan, Tidak sedikit pula dia pasti akan mendapatkan Luka bakar yang cukup serius.
Karena Qing Chen mengeluarkan Api nya menggunakan Tenaga dalam.
Keadaan yang tadi sangat riuh Langsung Sunyi dan senyap seperti suara mereka tercekat di Tenggorokan mereka masing-masing.
Apa yang mereka lihat?. Ini sangat diluar Prediksi Dari semua orang.
Para Tetua dan kaisar semua tidak bisa menutupi keterkejutan mereka, saat melihat Tubuh Xai Lin masih tetap sama dengan keadaan sebelumnya.
Tidak ada yang membuka suara. Satu pun tak ada, Mereka semua Bungkam Dengan apa yang mereka lihat.
“Kenapa aku tidak merasakan apapun yah?
Qing Chen yang melihat itu ternganga Lebar. Siapa Gadis yang sedang ia lawan?
Kenapa hanya untuk melukainya saja kekuatan nya tidak cukup bahkan tidak mampu.
“Kau membuat kejutan bagi semua orang? ”~Xai Kai.
“Apa hanya itu saja kekuatan mu?.
Bahkan itu Sama seperti Bulu bulu ayam yang menggelitikan Tubuh ku!”.Ujar Xai Lin dengan Suara Tenang namun sangat ditekankan.
“*Apa itu memang dirinya? ”
“Kenapa dia tidak terluka sedikitpun? ”
“Bahkan dia tidak bergeming dari tempat sebelumnya*! ”.
Xai Lin yang mendengar itu Hanya tersenyum Jahat dibalik Cadar Putih nya.
“*Kenapa akau merasa sangat kejam seperti Paman Zha ya? ”
“Dan kenapa aku sangat sombong dan angkuh seperti paman Zho?. Kenpa ini membingungkan sekali sihh” Ucap Xai Lin dalam hati*.
Ternyata bukan hanya jiwa Kedua pamannya yang berada di dalam tubuh Xai Lin. Rupanya sifat buruk itu ikut menempel di tubuh nya ya.
*Kedua Paman Double (Z) itu hanya terkekeh melihat Xai Lin kebingungan dan menggaruk Kepada nya seperti orang bodoh!
“Ini sangat mengelikan Hahahaha! ”Tawa Paman Zhang Dan Zhong*.
Xai Lin yang mendengar perkataan dan kekehan dari kedua pamannya hanya mampu mendengus kesal. Pasalnya ini juga campur Tangan dari kedua pamannya.
“Apa kau sudah ingin menyerah Qing Chen?! ”Ucap Xai Lin dengan Angkuh.
Qing Chen yang mendengar itu sudah tidak bisa mengendalikan emosinya.
Tanda Yang ada dikepala nya yang berbentuk Mahkota sesuai dengan Namanya itu Bercahaya Berwarna Hitam kelam.
Tidak lama dari itu Cahaya itu berubah Menjadi Kalajengking Raksasa.
Banyak Yang ketakutan dan Berteriak Histeris. Dan banyak pula yang tetap diam dan pemasaran dengan kelanjutan pertarungan ini.
Para tetua dan kaisar terkejut apa yang baru saja dikeluarkan oleh Qing Chen. Mereka serentak menoleh ke arah Moi Chen. Selaku kepala keluarga Chen..
Moi Chen yang dilihat dengan tatapan yang tidak bersahabat atau ditatap setajam itu menjadi gelisah.
“Kenapa Kau sangat Ceroboh Sekali Anak Sialan! ”~ Ucap Moi Chen merutuki kebodohan yang dilakukan oleh Qing Chen.
Kalajengking raksasa itu berwarna hitam kelam hampir sama dengan kedua paman nya. Tapi itu tidak membuat nya takut. Justru dia tersenyum dingin melihat Kalajengking itu.
Hanya Dua orang yang melihat senyum itu, Yaitu Master Sakte Awan putih dan Moi Chen. Mereka berdua tau senyum itu sangat mematikan.
Xai Lin memang sengaja memancing emosi Qing Chen agar mengeluarkan Mahluk yang tersimpan dibalik Simbol itu.
Maka itulah dia sangat tau ada yang disembunyikan oleh Qing Chen di balik Simbol itu. Karena dia juga memilikinya tapi hanya dilengan tidak terlihat.
Ditambah lagi simbol itu tak kasat mata. Jika hanya melihat nya dengan mata Telanjang tidak akan melihat nya.