
XAI Kai menghela nafas beratnya. Begitu juga Nan Sha! Mereka tidak ingin membuka luka lama itu kembali! Tapi mau bagaimana lagi? Cerita itu harus dijelaskan kepada XAI lin yang menjadi korban akibat Kejadian itu!
“Aku harap setelah ini kau tidak membenciku”Ujar Xai kai menatap dalam putrinya itu.
“Aku tidak akan membenci ayah.. Apapun kebenarannya jadi jangan ragu ya ayah”Ucap Xai lin lembut membuat Xai kai dan Nan Sha menghembuskan nafas pasrah
Flasback on
Setelah meninggalkan Kediaman Fang Yin. Xai kai menuju kepusat kota. Tidak ada kata lain selain Hancur! yang bisa menggambarkan Keadaan di kota yang biasanya sangat ramai ini
Terlampau banyak mayat masyarakat yang tergeletak tak bernyawa di tanah gersang ini. Hanya tinggal beberapa Tetua dan para-para Jendral kerajaan yang tersisa akibat pertarungan yang banyak mengorbankan Nyawa
Beruntungnya Xai kai sempat melarikan diri untuk memulihkan keadaannya. Dia pikir setelah dia kembali keadaan sudah membaik. Ternyata dugaannya salah besar! Keadaan malah semakin genting dan semakin menghawatirkan.
Pertarungan Antara Daratan Atas Dan Daratan Bawah ini membuat pertumpahan darah yang sangat banyak mengorbankan nyawa...
Daratan Atas yang terdiri dari pasukan yang sangat kuat membuat Daratan Bawah sangat kalah telak. Ditambah tanpa adanya persiapan membuat daratan bawah menjadi lebih mudah dikalahkan dengan para musuh.
Entah apa pemicu yang membuat Daratan Atas menyerang Daratan Bawah ini. Yang pasti mereka menduga Penerus Naga Hitam yang sudah menjadi sejarah telah kembali!
Mereka yang dari daratan Atas berasumsi bahwa Penerus sang legendaris itu berasal dari daratan bawah. Maka dari itulah mereka memporak porandakan Seluruh Daratan Bawah. Tak terkecuali juga dengan Kerajaan Feng ini. Para Daratan Atas lebih didominasi dengan kekuatan hitam. Terutama ilmu hitam!
Sedangkan di Kerajaan Feng hanya memiliki Satu-satunya Sakte yang ada di Kerajaan ini. Yaitu Sakte Awan putih.
Di Kerajaan tetangga setidaknya memiliki Dua sakte disetiap kerajaan. Namun di kerajaan Feng, Hanya Sakte awan putih yang tegak dinegara ini... Kedatangan Xai Kai sedikitnya membantu Para Tetua Lainnya. Saat itu Xai Kai belum menjadi master seperti saat ini. Tapi dia hanya menjadi tetua muda yang baru saja diangkat dari Kejeniusannya.
Kekuatan yang dimiliki oleh Xai Kai sebenarnya belum ada apa-apa dibandingkan dengan kekuatan para Musuh dari Daratan Atas. Tapi dengan keyakinan dihatinya dia harus kembali demi kekasihnya...
Bukan tidak sedikit dari Master-master Daratan Atas bisa membaca pikiran dan gerak gerik Lawan. Salah satunya Cong Jing! Dia sangat dikenal dengan julukan Sang Pembaca takdir! Banyak dari orang-orang yang berhadapan dengan Cong Jing tidak bisa menyembunyikan apa yang sedang dipikirkan oleh orang tersebut.
Sama Halnya dengan Xai Kai yang berhadapan langsung dengan Cong Jing. Kegundahan dan kegelisahan Yang dirasakan Xai Kai sangat muda terbaca dengan Cong Jing itu. Seperti mendapat petunjuk Mereka mulai mengeroyok Xai Kai dan membantai Habis musuh yang tersisa.
Xai Kai menjadi sangat kalang kabut melihat kondisi yang sudah tidak bisa di selamatkan lagi. Para tetua dan jendral kerajaannya sudah tumbang tak tersisa...
Para Gadis dan ibu-ibu Hamil dikumpulkan di alun-alun Kerajaan Bahkan Wanita tua sekalipun ikut disiksa dengan para Sekutu!
Tapi apa yang mereka cari tidak mereka dapatkan diantara para wanita-wanita ini..
Dengan itu Cong Jing menangkap Xai Kai untuk memastikan Siapa yang dia pikirkan diantara wanita-wanita ini.
“Siapa wanita yang sedang kau pikirkan Anak Muda? ”Tanya Cong Jing masih mencoba dengan cara Baik-baik.
“Aku tidak akan menjawab pertanyaan kau Cih! ”Jawab Xai Kai meludah tepat dimuka Cong Jing. yang membuat darah Cong Jing mendidih Akiba sifat tidak sopan Xai Kai.
Memangnya Untuk apa Xai Kai sopan terhadap Orang yang Dihadapannya ini?
Dia sudah membunuh banyak Warga!
Dia sudah membunuh Tetua-tetua di sakte awan putih! Bahkan dia sudah membunuh Gurunya!.. Orang Tua nya! Semua sudah dihabisi oleh kaparat ini! Lalu untuk apa dia bersikap Baik dengan Brengs*k ini?
Mereka akan dilempar kedalam Api ketika melihat Reaksi Xai Kai yang tidak terlalu memikirkan wanita yang akan dilempar! Tapi bukan berarti Xai Kai tidak memikirkan nasib- nasib wanita ini...
Menyerah! Yah dia menyerah dengan keadaan! Hatinya dan matanya sudah tidak sanggup melihat dan mendengar jeritan kesakitan dan kepedihan Para wanita itu. Salah satu dari mereka Adalah Ratu Feng yang sedang mengandung!
“Jika kau terus mengorbankan Para Wanita ini! Terkutuklah Dirimu dan satu wanita yang kau coba lindungi! ”Ucap Ratu Feng dengan Murka!
Xai Kai bertambah gundah mendengar kutukan-kutukan yang dilontarkan para wanita-wanita yang tersisa hanya demi kekasihnya!
“Percayakan pada takdir Nak.. Jika saja wanitamu akan selamat semua bahaya pasti akan terlewatkan dengan dirinya! Kau tidak harus mengorbankan para wanita-wanita tak bersalah ini nak! ”Ucap Wanita tua yang lebih memilih diam dan menasehati Xai Kai.
Xai Kai menghela nafas beratnya. Apa ini artinya dia akan kehilangan Kesempatan untuk hidup bahagia dengan Kekasihnya?
Apa ini artinya dia akan kehilangan Orang yang dicintainya?
Apa ini Hukuman dari dewa karena membiarkan Wanita dan ibu-ibu Hamil mati dengan cara yang tidak layak hanya demi Satu wanitanya?
Melihat Tatapan Memohon dari wanita-wanita yang tersisa ini membuat Hatinya tersayat! Ditambah lagi para suami dan anak-anak yang masih selamat memohon agar ibu dan istrinya agar tetap hidup! Semua membuatnya menjadi seorang pembunuh dengan cara yang sangat keji!
“Aku Memohon kepadamu jangan korban istriku! Ia sedang mengandung anak pertama kami dan akan menjadi Putra Mahkota kerajaan ini! Jika kau ingin bunuh saja aku jangan Permaisuriku”Ucap Raja Feng menatap Nanar Istrinya.
Hal itu membuat Xai Kai sudah memutuskan akan memilih Warganya dan menyelamatkan banyak nyawa dan membiarkan Cinta pertamanya! Kekasihnya! Dan Penyelamatnya yang menjadi korban dari Kehancuran ini!
Sudah tidak ada pilihan lain selain memberitahu keberadaan Kekasihnya. Sudah tidak ada cara lain untuk menyelamatkan Semesta ini kecuali Dirinya. Dengan mengorbankan Perasaannya. Mengorbankan Kekasihnya. Mengikhlaskan Cintanya!. Semua tergantung di tangannya.
“Dia berada dipinggir Desa Tebing, Dipinggir Hutan Terlarang! Hanya itu yang aku tau terakhir aku bertemu dengan dirinya”Ucap Xai Kai lirih. Nyawanya seakan dicabut paksa dari tubuhnya karena memberitahu Keberadaan Fang Yin!
“Awas saja jika aku tau kau berbohong
kepada kami!” Ucap seseorang yang berada di samping Cong Jing.
“Dia tidak berbohong! ”Ucap Cong Jing yang mengetahui Kegundahan yang dirasakan Xai Kai bukan lah kegundahan semata. Namun kegundahan dan kegelisahan yang tidak ia temukan saat melihat wanita-wanita dibakar hidup-hidup didepan matanya.
Setelah mendengar jawaban itu semua Sekutu berbondong-bondong meninggalkan Kota Xerxes ini menuju desa Tebing.
Entah apa yang terjadi selanjutnya mereka tidak ada yang mengetahuinya. Hanya Dewa lah yang tau akan terjadi apa disana. Yang pasti keadaan kota yang sudah Hampir Tiga bulan ini menjadi lebih tenang dari sebelumnya...
“Terimakasih-Terimakasih atas kebaikanmu Nak.. ”Ucap mereka serempak dan bersimpuh dibawah kaki Xai Kai.
Mo Jingtan Dan Nan Sha selaku Anggota Sakte awan putih yang selamat dapat melihat dengan jelas Bahwa sekarang Xai Kai yang ada dihadapan mereka tidak lagi Sama dengan Xai Kai yang Dulu!
“Berbahagialah.. Dan Sekarang aku yang kehilangan Nyawa dan Cintaku”Ucap Xai Kai spontan Namun didengar dengan seluruh nyawa yang tersisa. Mendengar itu keadaan mendadak hening. Semua menatap Xai Kai dengan rasa bersalah. Mereka merasa bersalah melihat Seorang pria yang biasanya dikenal dengan Pemuda Baik hati dan ramah sekarang seperti Hidup segan Mati tak Kunjung datang!...
Yah.. Xai Kai seperti Orang bernyawa namun sedang menunggu Ajal menjemputnya! Mereka menatap Nanar Xai Kai yang berlalu pergi kedalam Sakte awan putih yang sudah Hancur berantakan tak tersisa.
"Maafkan aku Fang Yin... Aku tidak bisa menjemputmu.. aku mengorbankan dirimu demi orang-orang yang berhak hidup dan mengorbankan nyawamu!.. Maafkan aku yang tidak menepati janjiku! Maafkan aku.. Aku mohon Semoga kau tetap hidup dan selamat dari bahaya yang akan datang! ” Ucap Xai Kai menyatakan dirinya sendiri. Dan tanpa terasa Satu bulir Air mata jatuh tanpa bisa ia cegah lagi.. Semua orang menyaksikan keperihan yang dirasakan Xai Kai. Hal itu membuat rasa bersalah yang mendalam dihati mereka masing-masing..
Flashback Off