
Percayalah Dua Lelaki dewasa itu sangat terkejut melihat Cahaya dan Aura yang sekarang sedang di kluarkan Dari sosok Gadis manis dihadapan mereka. Nan Sha bahkan sangat tercengang melihat ini. Waktu memeriksa dibatu Elemen, Aura Hitam yang dimiliki Xai Lin tidak sekuat ini. Apa ini yang akan terjadi jika Xai Lin sedang dalam keadaan emosi?
Mereka berdua tidak tau harus melakukan apa? Yang jelas, Jika tidak ditenangkan sekarang, Sudah dipastikan Xai Lin akan Tersulut dengan emosinya. Xai Kai tidak ingin Putrinya kenapa-kenapa jadi dia lebih melumpuhkan sementara Saraf-saraf Xai Lin. Alhasil Xai Lin jatuh pingsan dan dengan Sigap Nan Sha menangkap Xai Lin agar tidak jatuh ke bawah.
“Aku tidak menyangka bahwa Kekuatan hitamnya sangat besar”Ujar Nan Sha. Yang dibalas dengan anggukan kepala dari Xai kai
“Yasudah, Aku akan bawa dia kekamar tidur disebelah Kamarku. Agar lebih mudah untukku mengawasinya jika sedang tidak terkontrol seperti tadi”Ucap Xai Kai sambil menggendong putrinya menuju tempat istrinya. (Bukan kuburan ye: v)
Sepeninggalnya Xai Kai. Nan Sha juga memilih kembali ke kediamannya. Mengingat hari yang sudah tengah malam, dan dia butuh istirahat sebelum memulai aktivitas baru di esok hari.
.
.
.
Lain halnya dengan keadaan didalam Sakte. Ditengah Ruangan Keluarga ini yang hanya berisi 5 orang saja, Mereka sedang menginterogasi Putra Mahkota. Yah.. Ruangan ini adalah ruang keluarga kerajaan. Dan hanya boleh dimasuki dengan Anggota keluarga Kerajaan saja. Orang yang pangkatnya tinggi saja tidak diizinkan masuk kedalam jika bukan keluarga Inti. Ruangan ini sepertinya memang Sangat Ketat dan Khusus untuk Para Bangsawan Negara.
Raja Feng yang sudah tidak muda lagi memandang dingin kearah Putra pertamanya. Yahh dia adalah putra mahkota. Usianya Bahkan baru memasuki Angka 15 Tahun. Namun kelakuannya sudah melebihi umurnya. Entah dari mana datanya sifat yang dimiliki Putra nya ini, Yang jelas dia sangat Dingin dan Kasar. Dia bernama Jiang Feng. Putra pertama Dari Raja Qhu Jing Feng dan Permaisuri Xiongnu Feng.
Jiang Feng, Selalu saja bertindak seenaknya saja, Bahkan dia mengabaikan tugasnya sebagai Putra Mahkota. Hanya saja Putra kedua dan adik Putra Mahkota lah yang jauh lebih bijak daripada kakaknya itu. Dia sama persis dengan Raja Feng, Ramah dan baik. Tidak jarang juga Xou Cha Feng yang menggantikan tugas kakaknya sebagai Putra Mahkota. Xou Cha dan Jiang Feng terpaut 3 tahun jarak diantara mereka. Tapi diumur 12 tahun itu Xou Cha bahkan jauh lebih bijak dan bertanggung jawab dari pada kakaknya yang sudah remaja itu.
“Aku hanya ingin menikah dengan Kekasihku”Jawabnya dengan Santai. Tapi yang mendengar jawaban itu sama sekali tidak bisa bersantai seperti Jiang Feng. Mereka semua menatap tak percaya kearah Putra Mahkota kerajaan ini.
Apa katanya tadi? Menikah? Tidak mungkinkah 6 pasang kuping salah mendengar dengan berjamaah? Jika tidak mungkin berarti Mereka memang tidak salah mendengar! Bahkan ibunya saja sampai tersedak tak percaya ucapan Putranya. Sepertinya Anak sulung mereka sangat suka memberi serangan jantung mendadak.
“Jangan bercanda Putra Mahkota! ”Jika sudah memakai Putra Mahkota, Berarti sang Ayah handa sudah sangat marah saat ini.
“Aku tidak pernah bercanda dalam ucapnku! ”
“Putraku, Menikah bukanlah Permainan Nak.. Menikah Harus dilakukan dengan orang dewasa. Dan dirimu belum cukup umur untuk menikah. Kau bahkan belum bertanggung jawab dengan Tugas yang diberikan Ayahmu. Bagaimana kau mau membangun keluarga dan mengurus kerajaan ini Hmm? ”Ucap Ratu Feng sembari mendekat ke Putranya dan bertanya lebih lembut agar tidak terjadi Adu emosi antara suaminya dan Putra sulungnya
“Yahh.. betul kata ibumu. Jika tugasmu saja belum kau laksanakan dengan benar lalu bagaimana kau akan mengurus keluargamu? ”Tanya Raja Feng sudah sedih lebih tenang
“Itu gampang bagiku”
“Tidak! Kau tidak akan ku izinkan menikah sebelum persetujuan dariku langsung! ” Ucap tegas tak terbantahkan dari Sang Ayah sembari melangkahkan kakinya keluar dan mengakhiri pertemuan ini.
Sedangkan Xou Cha Dan Putri Bungsu keluarga itu hanya memandang bodoh kearah orang-orang yang lebih dewasa dari pada mereka.
(Maaf pendek dulu ya)