XAI LINN

XAI LINN
Kembalinya Zha & Zho



Setelah Malam berganti Pagi. Pertemuan yang tertunda akhirnya dilanjutkan kembali. Semua sudah berkumpul di Pepondokan yang sejuk ini


Pondok yang nyaman membuat Mo piu dan Mo jingtan menatap kagum kediaman Master sakte ini. Hanya pondok di luar saja bisa senyaman ini, Ditambah lagi tumbuh-tumbuhan yang melengkapi suasana nyaman nan Enak di pandang.


Tapi sepertinya hanya Mereka yang menikmati pagi dan kebersamaan ini. Xai Lin sedari tadi hanya menampilkan Mata kosong nya saja. Dalam benaknya memang masih terus berkelana tentang Mimpi yang dia alami semalam.


Mimpi itu sangat nyata untuk nya. Ditambah lagi kejadian disaat Zho sedang menegurnya.


Mo piu yang duduk tepat di sebelah Xai Lin menyadari apa yang terjadi pada Xai Lin. Tapi dia lebih memilih untuk tetap diam


“Jadi apa kita lanjutkan sekarang? ” Ucap Nan Sha memecah keheningan


“Yaa.. tapi apa bisa Kami mengetahui apa yang terjadi Kepada Xai Lin Semalam? ” Tanya Mo Jingtan.


Xai Lin yang merasa namanya disebut spontan menoleh kearah Tetua Mo.


Semuanya terdiam, Siapapun tidak ada yang tau apa yang terjadi. Bahkan Xai Kai juga belum tau pasti apa yang terjadi Dengan Putrinya. Tata letak Keanehan yang dimiliki Xai Lin sampai saat ini belum ada yang mengetahuinya.


Semua yang dia milikinya sekarang belum ada jawabannya. Dimulai dari Usianya yang terbilang masih sangat muda, namun sudah memasuki Tahap Jendral Tingkat Tinggi.


Mungkin Mo piu juga berada di tingkat itu. Tapi masih tertinggal dibawah Xai Lin.


Dan juga, Semua Elemen bahkan bisa ia kuasai. Menurut sejarah, Seribu satu orang mungkin bisa memiliki tiga Elemen sekaligus. Tapi tidak semuanya. Bahkan Xai Kai selaku master sakte ini hanya memiliki Dua elemen saja. Tapi putrinya bahkan bisa memiliki seluruh. Catat Seluruh!


Yang bikin tidak habis pikir lagi, Mengapa Bisa Xai Lin memiliki Aura Elemen Hitam!


Mo Jingtan selaku kultivator yang berpengalaman tentu mengenal betul elemen itu. Perjalanan demi perjalanannya mungkin hanya Dihitung dengan jari yang memiliki elemen kegelapan tersebut.


“Sebelumnya kami minta maaf Tetua Mo. Memang kami semua tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Xai Lin. Yang kami tau hanya Xai Lin bukan Gadis Biasa” Ujar Nan Sha


“Yah.. aku tau itu. Dia memang bukan gadis biasa”


“Emm kakek. Boleh aku tau kenapa Xai Lin sangat dekat dengan Master Xai Kai? ” Bisik Mo piu ke telinga Mo Jingtan.


Meski hanya sebuah bisikan. Tapi yang bersamanya sekarang bukanlah Tandingannya. Maka dari itu, dengan muda Semua orang yang ada disini bisa mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Mo piu tadi


Sebenarnya Mo Jingtan juga sama penasaran seperti Cucunya. Namun dia cukup enggan untuk menanyakan hal ini.


“Xai Lin adalah putriku”Ucap Xai Kai, yang membuat Kedua Pasang mata itu membulatkan matanya tak percaya


Bagaimana bisa punya seorang putri? Jika menikah saja tidak pernah. Kok Aneh ya?


Itulah yang terlintas dikepala Gadis itu.


Mo Jingtan awalnya cukup terhenyak kaget. Tapi setelah memutar memori ingatannya. Sepertinya dia tau Bahwa Anak inilah alasan Xai Kai harus menanggung beban berat waktu itu


“Yah.. dia putriku dengan Wanita di Desa tebing pinggir Hutan Terlarang” Sambung Xai Kai kembali


“Lalu dimana Ibumu?” Tanya Mo Piu yang tidak mendapatkan satu jawabanpun


“Ibunya sama persis dengan ibumu”Ucap Nan Sha. Jika menunggu Xai Kai Ataupun Xai Lin yang menjawabnya mungkin itu mustahil.


Mengingat Fang Yin, Adalah Orang yang sangat berarti bagi keduanya. Mo piu yang mendengar itu menunduk dalam diam. Ternyata ada juga yang bernasib sama dengannya. Ditinggal pergi saat dia baru Terlahir kedunia ini.


Bagaimanapun dia juga ingin tau siapa yang menjaga putrinya sebelum bertemu dengannya. Tapi sayang, Pertanyaan itu belum ia dapatkan jawabannya


Jika melihat Xai Lin saat ini. Pasti itu sangat berpengaruh dengan siapa yang menjaga dan merawatnya. Tapi pertanyaan itu justru mengingatkannya kembali dengan mimpi itu


Xai Lin memandang satu persatu orang yang menunggu jawabannya. Sampailah tatapannya jatuh kepada Xai Kai yang sama penasarannya dengan yang lain


Huh... Ia menghela nafas beratnya. Apa sekarang waktunya? Apa mereka berhak tau tentang ku? lalu bagaimana jika paman marah?


Banyak pertanyaan yang membuatnya kembali ragu, untuk mengatakan yang sebenarnya. Sampai suara bariton seseorang membuatmu semua serentak menoleh kearah sumber suara itu berasal


“Aku yang menjaga dan merawatnya!” Ujar Seorang laki-laki berpakaian serba Hitam keemasan.


Seluruh pasangan mata yang melihatnya, entah mengapa langsung tertunduk dalam. Seperti ada Suatu tekanan Berwibawa dan Aura leluhur yang dipancarkan lelaki itu


Tapi sepertinya tidak semua. Terlepas dari Aura apapun yang laki-laki itu keluarkan. Xai Lin memang tidak ingin tunduk kepada siapapun. Itulah yang diajarkan pamannya.


Mengingat itu, ia seperti merasa Sangat dekat dan bersahabat dengan Aura yang dipancarkan laki-laki itu.. Sungguh! ini sangat familiar dengannya


Ditambah lagi dengan Aura yang dikeluarkan sosok laki-laki yang ikut berdiri di samping Laki-laki berjubah Hitam tadi. Aura wibawa dan berkharisma membuatnya seperti sangat mengenal kedua laki-laki itu.


Hanya Satu yang melintas dipikiran Xai Lin. Yah.. Aura ini milikk kedua Pamannya!


Persetanan dengan Salah! Entah karena sudah teramat merindukan Kedua pamannya, Atau memang ada alasan lainnya. Yang jelas Xai Lin ingin segera menghampiri kedua laki-laki itu


“Paman..! ” Teriak Xai Lin sambil meloncat cepat kearah kedua laki-laki itu.


Mereka yang menyaksikan itu menyerengit


bingung. Apalagi Xai Kai! Dia tidak pernah merasa mempunyai Adik laki-laki atau yang lainnya. Dan seingatnya dulu Fang Yin juga tinggal sebatang Kara.


Lalu siapa yang dipanggil paman oleh putrinya Itu?


“Apa kau mengenali kami? ” Tanya Salah satu laki-laki yang sedang dipeluk Xai Lin.


Xai Lin melepaskan pelukannya. Rasa dan ikatan batinnya, Tidak Akan salah! Laki-laki berpakaian hitam keemasan ini Paman Naganya. Dan yang disebelah nya ini pasti Paman Harimau Hitam itu.


Entah Salah atau benar, Xai Lin tidak perduli itu. yang jelas ia sekarang sangat merindukan Zhong & Zhang!


“Kalian benar Paman kan? ” Tanya Xai Lin polos.


Pupus sudah rencana Zho tadi. Rencananya ia akan marah untuk sementara waktu kepada Xai Lin. Tapi jika melihat Gadis yang sedang memeluknya sangat erat seperti ini. Rasanya Rencana itu sudah menguap entah kemana


“Yaa kami pamanmu” Ujar mereka serentak. Membuat Xai Lin terpekik bahagia.


Bagaimana tidak bahagia? Jika selama ini yang menjaga dan menemaninya Hanya seekor Hewan Tapi sekarang sudah menjadi sosok Laki-laki yang sangat berkarisma.


Terlepas Hewan atau manusia sekalipun. Itu tidak mengurangi sedikitpun rasa Hormat dan sayangnya kepada kedua Hewan legendaris itu. Yang pasti ia sangat-sangat bahagia ketika mengetahui Pamannya telah kembali, Ditambah lagi dengan Wujud yang berbeda.


Aku merindukan kalian! monolog Gadis itu dan kembali memeluk erat kedua Laki-laki Tampan yang ada di hadapan nya saat ini