
Saat keduanya menoleh kedepan. Xai Lin maupun Mo piu tidak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka. apa yang mereka Lihat?
Mereka melihat Bunga yang mereka Puji cantik tadi berubah menjadi Bunga Jauh lebih besar dari Kumbang Raksasa yang baru saja mereka musnahkan. Siapa yang akan menyangka Rupa mengerikan Yang mereka lihat sekarang Adalah Rupa kedua bunga yang Elok nan cantik tadi..
Mo piu saja sampai membuka lebar Mulutnya. Mo piu tentu saja sangat terkejut. Bunga yang tadi hampir saja dia petik ternyata berubah menjadi Bunga Yang sangat mengerikan! tidak ada lagi Warna yang Bermacam-macam. Tidak Ada lagi bentuk yang Mengagumkan. Semuanya berubah! Yang dia lihat kini Hanyalah Bunga Raksasa Berwarna Layu dan Duri Tajam memenuhi Sekujur Batangnya. Tepat ditengah-tengah Bunga tersebut terdapat Seperti Mulut yang sangat Besar.
Kenapa Hutan ini memiliki Penghuni yang sangat mengerikan Huwaaa! Pikirnya
“Xai Lin. Kenapa dia sangat Besar?” Ucap Mo piu menatap dari Bawah hingga kepalanya mendongak sangat tinggi keatas. Itu tandanya Yang sedang dilihatnya ini sangat Besar sekali.
“Entahlah”Jawab pendek Xai Lin. Dia juga sangat terkejut melihat ini. Jika hewan Raksasa mungkin dia sudah biasa melihatnya apa lagi ketika Tinggal Di dalam Hutan Terlarang dekat Desa Tebing. Tapi Jika Tumbuhan Apa lagi bunga yang awalnya sangat Cantik tadi. Baru kali ini dia melihatnya.
Saat masih sibuk dengan pikiran Masing-masing Bunga Raksasa itu Mengaum Kuat Layaknya seperti Raja Hutan. Aumannya mungkin sampai terdengar di setiap Sudut Hutan ini. Karena Suara yang dihasilkannya Sangat kuat. Bahkan mereka berdua sampai terpundur beberapa langkah sembari menutup telinga mereka Masing-masing.
“Dia sangat Kuat Xai Lin! ”Teriak Mo piu
“Sudahlah Tidak ada jalan untuk kembali Mundur. Sekarang lebih baik kita Hadapi Saja”Ucap Xai Lin sambil melangkah menuju Bunga Raksasa itu
“Hiyaaaa Tunggu aku! ”
Sekali lagi pertempuran tidak bisa di elakkan. Mereka Berdua harus melawan Yang sebenarnya bukan tandingan mereka. Bunga Ini jika mereka prediksi sudah mencapai Pangkat Yang sama seperti Kumbang tadi. Hanya saja Bunga raksasa ini berada Di Tingkat 5.Artinya sudah sampai di tingkat menengah.
Rasanya setiap serangan yang mereka berikan tidak berpengaruh sedikitpun. Jangankan untuk menjatuhkan lawannya. Menggores saja sepertinya tidak. Tenaga dalam yang mereka keluarkan juga sudah Cukup banyak. Jadi serangan mereka sedikit demi sedikit sudah melemah. Mo piu yang mengingat Ajaran Kakeknya atau Gurunya itu. Bahwa setiap Tumbuhan Titik kelemahannya Berada Di Akarnya. Yang berarti berada di dasar tanah.
Karena merasa tidak memiliki Elemen Tanah. Jadi Mo piu berteriak Kencang Kepada Xai Lin
“Xai Lin! Aku baru ingat jika semua Tumbuhan letak Kelemahannya Ada Pada Akarnya! Dan Itu didasar Tanah. Kau kan bisa menggunakan Elemen Tanah. Maka Cepatlah Cari Titik kelemahannya! ”Teriak Mo piu. Dia mengingat betul jika teman sekelompoknya ini bisa menggunakan lebih dari satu Elemen. Jadi Bukan mustahil Bagi Xai Lin dia bisa menggunakan Elemen Tanah.
“Tapi bagaimana dengan Kau Piu? ”Jawab Xai Lin yang ikut berteriak. Tidak mungkin dia meninggalkan Mo piu melawan Bunga mengerikan ini sendiri. Sedangkan melawan bersama-sama saja mereka sangat Kualahan.
“Takk Apa. Aku bisa menghindari serangannya untuk sementara Waktu. Dan Kau bisa mengalahkannya didasar Tanah.. Ayoo Xai Lin cepatlah” Jawab Mo piu.
Xai Lin merasa sangat Bimbang. Tapi jika tidak dikalahkan segera, Mereka akan kalah. Tidak ada pilihan lain. Dia harus mengalahkan Bunga ini Agar mereka berdua Selamat.
“Ayo Xai Lin cepatlah! ”Teriak Mo piu sekali lagi. Xai Lin menoleh kearah Mo piu yang juga sedang menoleh Kearahnya. Dia melihat Mo piu menganggukan kepalanya sembari tersenyum memberi semangat.
Dengan Cepat Xai Lin memokuskan Dirinya Agar bisa menembus Tanah Gersang Ini. Di dalam Dasar Tanah Xai Lin melihat Jelas Cahaya Ungu seperti batu kristal yang dihasilkan dari Kumbang tadi. Dia menyerang Menggunakan Pedang Api Buatannya Sendiri.
HYAAA!
HYAAA!!
Serangan kedua membuat separuh batang Bunga itu hampir terputus. Membuat Bunga raksasa itu menhaum Sekencang- kencangnya. Mo piu sampai harus menghentikan serangannya. Sedangkan Xai Lin Menyunggingkan sedikit senyum dibalik Cadarnya.
Sedikit Lagi, Yah sedikit lagi Dia akan mengalahkan Bunga Ini. pikirnya
Dan...
HYAAAAA!!!
Serangan Ketiga membuat Akar bunga ini Terputus. Dengan Cepat Xai Lin meloncat keatas. Dia tidak mau mati Konyol karena Tertimbun Dengan Pohon Raksasa ini Yang Jatuh Tumbang Menggetarkan Tanah.
Mo piu yang ada di atas Bahkan Menjauh Dari Bunga mengerikan ini. Setelah melihat Xai Lin ke luar dari dasar Tanah, Mo piu menghampiri dan menyaksikan Bersama-sama Akhir dari Bunga raksasa ini yang mengenaskan. Bunga itu bernasib sama dengan Kumbang Bau Tadi. Dia Meledak dan Dan meninggalkan Batu Kristal Berwarna Ungu Juga. Hanya saja Batu ini lebih besar dan Lebih cerah warnanya. Ditambah Jatuhnya Bibit-bibit baru yang tersebar. Mungkin bibit itu akan tumbuh menjadi Kembang Cantik seperti semula Dan akan Berakhir menjadi Bunga raksasa yang mengerikan Untuk Dilawan Tiga Tahun kedepan. Bagi Junior Mereka kelak.
Mereka menghampiri Batu Kristal tersebut. Dan mengambil Satu masing-masing. Setelah itu kembali mengambil Batu Kristal yang dihasilkan dari Kumbang Bau Yang sudah mereka kalahkan. Mereka tidak tau Ada Khasiat apa dan Untuk apa batu itu Yang jelas Mereka lebih memilih menyimpan Di Saku Hanbok masing-masing.
“Apa kita akan lanjut? ”Tanya Mo piu
“Yah kita akan lanjut. Ini baru lapisan pertama, Kita harus bisa memasuki lapisan Kedua”Jawab Xai Lin yang hanya di respon dengan Anggukan kepala dari Mo piu. Dia juga sama Antusiasnya seperti Xai Lin. Karena membutuhkan Tiga tahun kedepan baru bisa memasuki Hutan ini lagi Jadi jangan membuang kesempatan Bukan?. Pikirnya
Tidak jauh dari tempat kejadian. Hanya membutuhkan waktu sekitar Lima menit saja, Mereka Sudah sampai di lapisan kedua.
Tenang!
Itulah gambaran yang mereka lihat pertama kali tentang Hutan ini.
Hutan ini Jauh lebih tenang dari Lapisan pertama yang dipenuhi Pohon Pinus, Sedangkan di lapisan kedua ini, Dipenuhi dengan Bambu-Bambu Hijau yang membuat Hutan ini sangat Sejuk.
Mungkin karena Jarang ada yang bisa memasuki Hutan ini jadi Hutan ini lebih Tenang. Dibandingkan dengan Lapisan pertama yang dipenuhi dengan Murid-murid Lainnya
Itulah Pikiran dari keduanya.