
Mereka semua melihat Kalajengking itu dengan berbagai macam tatapan. Ada yang Ngeri dan ada juga yang benci dan jijik.
Pasalnya Kalajengking itu adalah kalajengking aliran Hitam. Siapa yang memiliki Hewan aliran hitam pasti dia menganut ilmu sesat. Dan itu sangat Tidak ditrima di Sakte Awan Putih yang memang menganut Aliran Putih dan suci.
Xai Lin hanya menatap dengan pandangan Biasa saja, Tanpa ada rasa takut dan tanpa Reaksi apapun.
Reaksi yang diberikan Xai Lin membuat Qing Chen semakin Marah. Karena dia mengira Xai Lin akan Bertekuk lutut dihadapannya dengan memohon ampun agar tidak di bunuh!
Tapi keinginan tetap lah kenginginan. Nyatanya Reaksi Xai Lin bahkan lebih Santai dari pada para Tetua dan kaisar sekali pun.
Melihat itu Qing Chen sudah gelap mata dia menyerang Xai Lin dengan Kalajengking raksasa itu.
“Bunuh dia! Bunuh Wanita Sialan Itu! ”Seru Qing Chen dengan Tatapan tajamnya.
Dengan sangat cepat Kalajengking itu sudah menjepit Xai Lin menggunakan Tangan Panjang Dan besarnya.
Melihat itu,Semua orang yang berada disana
Berteriak Histeris mereka tidak menyangka kalajengking itu sangat cepat walaupun Badannya besar tapi tidak mengurangi Kecepatan nya.
Xai Lin tetap diam, Dia Hanya mendengus Dingin. Dari tatapan matanya tidak ada rasa takut dan tidak ada badan yang gemetaran Seperti apa yang diinginkan Qing Chen.
“Cepat Habisi dia Kalajengking Tak Berguna!” Perintah Qing Chen dengan suara yang lantang.
Mendengar itu, Kalajengking mengamuk dan menghempaskan Tubuh Xai Lin dengan kasar sehingga membuat Sudut Tangan Xai Lin mengeluarkan Darah.
Kalajengking itu maju dan terus menyerang Xai Lin dengan Rasa Marah yang sangat besar, Karena dirinya dia sampai di hina dengan Tuannya.
Kilatan Cahaya hitam menyelimuti Area pertarungan Antara Xai Lin Dan Kalajengking itu. Xai Lin cukup kualahan melawannya dengan tangan kosong.
Dia memang belum mempunyai Pedang Atau senjata lainnya maka dari itu dia belum memiliki Pusaka khusus untuk saat ini.
Tidak mau ambil Pusing, Xai Lin mengumpulkan Tenaga dalamnya dan Cahaya Warna merah berkumpul ditangannya saat ini.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Cahaya itu berganti dengan Pedang Api yang sangat Panas. Dengan Hanya melihat nya saja mereka Tau bahwa Pedang api itu bisa terbuat hanya dengan Orang yang memiliki Elemen Api yang sudah sangat matang.
Semua Mata yang melihat itu mendadak Membisu, Mereka terdiam.
Bagaimana bisa dia yang tadinya berElemen Air sekarang Bisa membuat pedang Api menggunakan Elemen Api!
Hanya dua orang yang tidak terlalu terkejut, Mereka memang terkejut tapi bukan dengan elemen nya.
Mereka terkejut dengan Seberapa kentalnya Api yang dikeluarkan dari Pedang tersebut.
Mereka yang Mengetahui hal ini adalah. Nan Sha Dan Xai Kai.
Mereka tidak menyangka kekuatan Xai Lin memang tidak bisa diragukan.
Pertarungan Terus berlanjut, Mereka Sama sama Memiliki kekuatan yang Kuat. Dan tidak mudah Bagi setiap orang mampu mengimbangi Kekuatan dari Aliran hitam.
Tapi Xai Lin masih bisa mengimbangi nya hingga saat ini.
Kalajengking itu seperti nya sudah tidak ingin berlama-lama.
Dia mengumpulkan kekuatan nya dan mengeluarkan Asap Hitam pekat yang siap dilayangkan untuk Xai Lin.
Melihat keadaan seperti itu Mereka yang menonton Tercekat dengan Kekuatan yang menimbulkan Tekanan membunuh yang sangat kental bagi semua orang yang berada di dekat Lapangan.
Xai Lin cukup terkejut melihat Kalajengking itu mengeluarkan Racun Yang sangat Berbahaya!
Siapa saja yang terkena Racun ini sudah dipastikan membiru ditempat!
Para penonton yang sangat dekat dengan lapangan melangkah mundur mereka tidak mau mati konyol hanya dengan menghirup Racun Kalajengking Hitam itu.
Xai Lin memundurkan langkah nya satu persatu. Dia juga tidak ingin mati konyol.
*Zhang dan Zhong yang melihat keadaan sudah di luar kendali mereka mengeluarkan aura Membunuh yang sangat kental dari Tubuh Xai Lin.
Kalajengking itu cukup tertunduk beberapa saat setelah mendapatkan aura membunuh yang sangat kental*.
Byuhhhh Byuuhh Duaaaarrrrrrr!!!!!
Suara ledakan itu membuat sebagian orang jatuh pingsan yang hanya memiliki kekuatan Ditingkat bawah dari Jendral.
Sunyi, Sepi, Hening! itulah yang menggambarkan keadaan saat ini.
Bahkan deruan nafas seseorang pun tidak terdengar dari mereka yang masih bertahan.
Para tetua Berdiri dari tempat duduk yang sedari tadi mereka tempati.
Xai Lin terduduk jatuh menahan nafas yang sudah sangat tersengal sengal.
Dia cukup bersyukur Karena pil dari Ular berkepala Tiga kemarin mampu menetralisirkan Racun mematikan yang diberikan Kalajengking Raksasa itu.
Xai Lin bangkit dari duduk nya dengan terbatuk batuk.
Suara batuk dari Xai Lin lah yang memecahkan keheningan yang terjadi.
Tercengang!!
Itulah yang mereka rasakan. Mereka semua, Bahkan Xai Kai sekalipun Tercengang. Pasalnya siapa yang bisa selamat dari Racun mematikan itu?
Bahkan Para tetua yang memiliki ilmu di tingkat Alam langit bisa saja membiru jika terkena racun mematikan itu.
Tapi Xai Lin?!
Dia hanya Terbatuk ringan, Seperti habis terkena serangan biasa saja.
"Kelemahan Kalajengking sialan itu berada tepat di puncak Kepala nya. Usahakan kau harus bisa menusukan pedangmu tepat dikepalanya Xai!”~Ucap paman Zha. Yang sedari tadi memantau pertarungan ini.
Xai Lin yang mendengar itu tersenyum licik.
Jika saja Paman Zha memberi tahu sejak tadi. Pasti dia sudah membuat Kalajengking itu menjadi Debu!
Mungkin ini yang dimaksud Kejutan yang akan diberikan Nya untuk semua orang yang menonton pertarungan ini.
Dengan Emosi yang berada di dalam dirinya. Xai Lin menyalurkan Tenaga dalam yang sangat besar kepada pedang Api itu.
Membuat Sekitar mereka merasakan panas yang bisa saja membakar kulit jika terkena Pedang Api itu.
Cahaya merah menyelimuti Pedang Api yang digunakan Xai Lin. Dengan Melangkah Sangat Cepat Bahkan ini lebih dari Gerakan Cepat yang digunakan diawal pertarungan dengan Qing Chen Tadi.
MATI KAU SIALAN!!!!
Suara Xai Lin menggelegar di penjuru Area!
Bersamaan dengan itu. Kalajengking itu meraung kesakitan karena kelemahan nya yang sedari tadi dia berusaha melindungi itu akhirnya ditancapkan dengan Kekuatan Pedang Api yang sangat Panas seperti Lava!
Brrukk..Brrukk..!
Suara Runtuhan Dari Kalajengking itu yang tergeletak dengan Kasar meniduri Tanah Lapangan Yang menjadi Area pertarungannya dengan Xai Lin.
Tidak lama dari jatuhnya Kalajengking itu. Qing Chen pun pingsan karena apa yang dirasakan Kalajengking nya dia juga merasakannya.
Xai Lin melangkah menjauh dari kalajengking itu. Karena dia tau apa yang akan terjadi kepada kalajengking raksasa itu setelah dia melangkah cukup Jauh.
Ddduaarrrr....!
Ledakan yang jauh lebih lebih besar dari ledakan sebelum nya berasal Dari kalajengking Hitam itu.
Setelah Kepulan asap itu sedikit demi sedikit menghilang.
Mereka yang melihat itu Melotot dengan lebar, Yang membuat Xai Lin menatap mereka dengan pandangan Merendahkan.
Siapa sangka bahwa Kalajengking itu bernasib sangat Mengerikan.
Dia hancur menjadi Abu. Bahkan Tulangnya sedikit pun tidak tersisa Semuanya Hangus menjadi Abu.