
Disebuah desa yang bernama Desa Tebing. Terdapat gadis desa yang hidup sebatang kara di desa ini lah ia hidup dengan kesendirian.
Seperti biasa, dari pagi hingga sore dia akan memasuki hutan untuk mencari kayu bakar. Dan di jual untuk kelangsungan hidupnya. Gadis itu selalu dengan tabah menjalani hidup yang keras ini.
Dan saat dia mencari kayu bakar ia melihat ada pendekar yang sedang terluka parah. Pria itu seakan memiliki daya tarik untuknya saat dia sudah dekat dengan pria itu pria tersebut melihat kedatangannya
Tak terasa saat matahari telah diatas kepala. Wanita itu tak tega meninggalkan orang yang sedang terluka parah bahkan sekarat. jadi dia memutuskan untuk menolongnya dan mengajaknya ke Gubuk Sederhana miliknya.
Hari terus berlalu, tak terasa sudah Satu bulan berlalu pria yang di tolong itupun sudah semakin membaik.
Semakin dekat pula mereka berdua. Tidak bisa di pungkiri, bahwa telah tumbuh benih-benih cinta di antara mereka berdua.
karna sudah satu bulan penuh mereka hidup bersama tanpa status apapun tidak dipungkiri kalau mereka sudah saling mencintai.
Penduduk Desa Tebing Itu tidak ada yang curiga atas kedatangan Pria itu. karna memang Wanita itu Yang Bernama Fang Yin mengaku bahwa Pria Itu adalah kakak sepupu jauhnya.Sehingga tidak ada yang curiga malah, mereka bersyukur karna mereka tau bahwa selama ini hidup Fang Yin selalu Sendiri. karna Kedua orang tua mereka telah meninggal saat perampokan terjadi di desa ini. Sehingga kedatang Pria itu bisa dianggap untuk melindungi Fang Yin.
Malam ini, Tepatnya Dibawah sinar bulan purnama di Langit yang gelap. Mereka tengah berpikir dengan pikiran masing-masing sehingga pria yang di tolong itu memecah keheningan
Pria yang Bernama "Xai Kai" itu berkata"Fang Yin setelah aku benar benar pulih, aku akan pergi dari sini. Dan kau tak perlu kawatir aku akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu dengan mu saat malam itu"
Fang Yin yang sedari tadi melamun menoleh kearah kekasihnya itu dengan raut sedih dan gelisah.Entah apa yang di pikirannya saat ini hanya dia yang tau.
Xai Kai yang mengerti kegelisahan kekasih nya itu langusng berucap"Tenanglah Fang yin, aku berjanji akan kembali. Tunggu lah aku sampai Tiga bulan purnama berlalu, aku pasti akan kembali dan menjemputmu."
Tidak ada lagi alasan untuk dia menolak
Siap tidak siap iklas maupun tidak, dia harus merelakan kekasihnya ini untuk pergi.
Fang Yin Hanya bisa Mengangukkan kepala sebagai tanda persetujuan nya.
Tiga hari telah berlalu, tepat di hari ini Fang Yin harus merelakan kepergian Xai Kai.
"Simpan lah kalung ini, dan kau jangan terus bersedih Fang Yin. Karna aku juga harus menyelesaikan masalah ku, setelah itu aku akan kembali kau tenang lah."
"Baiklah kau pergilah, dan cepat kembali dengan selamat.Aku akan selalu menunggumu di sini"Fang Yin berkata dengan Lirih.
Xai Kai yang telah mendapat persetujuan dari kekasihnya langsung pergi dari Gubuk sederhana milik Fang yin.
Walau berat rasanya meninggalkan orang yang dicintainya, tapi dia tidak memiliki pilihan lain dia harus menuntaskan tugas nya sebagai murid salah satu Sakte di negri ini.
Fang Yin terus melihat kearah Xai Kai yang sudah semakin menjauh, sambil menggenggam Kalung pemberian kekasihnya itu.
Dia melihat kalung itu sangat cantik ,dengan Liontin Bulan Bersatu Dengan Bintang Di lapisi Dengan Koin Emas.
Entah mengapa sedari tadi dia terus kawatir memikirkan Xai Kai. Ada kegelisahan yang tidak menentu di hati nya ini
//
Tak terasa 3 bulan telah berlalu,Xai kai yang tak kunjung datang di tempat pertemuan pertama mereka membuat Fang Yin semakin gelisah, Khawatiran yang di rasanya semakin menjadi saat nanti malam adalah Bulan purnama terakhir yang di janjikan Xai Kai.
Tidak ada Tanda-tanda bahwa dia akan datang, Ditambah Kehamilan yang sedang dia Kandung Tak Lama lagi akan terlihat membesar dan itu pasti akan dapat Masalah yang akan menimpa nya.
*Flashback On*
setelah diperiksa cukup lama ,dengan tabib perempuan itu. Lalu tabib itu menjelaskan apa yang terjadi kepada dirinya.
“Nak! tidak salah lagi, sekarang kau tengah mengandung sekitar tiga minggu, atau lebih. Akuu harap kau bisa menjaga kesehatan mu"
Fang yin yang mendengar itu serasa disambar petir di siang bolong. Hatinya langsung berkecamuk anatara bahagia dan kawatir. Dia merasa senang karna akan memiliki anak dari orang yang telah ia cintai, dan cintanya pun terbalas. Dilain sisi dia kawatir, karna dia takut Xai Kai tidak kembali menjemputnya.
setelah berperang cukup lama dengan pikirannya akhirnya dia pamit kepada tabib wanita itu.
*Flashback Off*
Hari demi Hari yang dilalui oleh gadis yang sudah hidup sendiri itu tambah menderita. Akibat Gunjingan dari penduduk desa yang terus menghina dirinya. karna Telah Hamil diluar Nikah. dan itu seakan AIB bagi penduduk sekitar. Tidak ada yang bisa ia lakukan selain pasrah, dan terus bertabah dengan keyakinan bahwa Xai Kai akan datang kembali menjemputnya. walaupun sangat kecil kemungkinan itu terjadi, setiap harinya ia tetap mencari kayu bakar untuk Melanjutkan hidupnya.
Entah mengapa hari ini seakan tak ada satupun kayu yang jatuh di tepi hutan.Mau tidak mau dia terus melangkah memasuki hutan itu. Hutan yang jarang orang lewati hutan yang katanya banyak hewan buas dan mitos lainya. Tapi seakan melupakan mitos itu ia terus melangkah. Setelah masuk cukup dalam kedalam hutan itu perut yang sudah berusia 9 bulan itu terasa amat sakit dia yang tidak bisa kembali ke desa pun mencari tempat untuk beristirahat.
Dari kejauhan ia melihat ada Goa.
Kaki nya terus ia langkahi memasuki goa semakin dalam, seakan dia takut kalau ada binatang buas yang akan menemukannya. Tanpa ia sadari ada Dua bola mata besar yang menatap nya dengan tajam! Tapi karna sakit yang ia rasakan saat ini dia tak melihat itu semua.
Sang pemilik bola mata besar menambah ketajaman mata nya saat wanita itu terus mendekati dirinya. Fang Yin yang tidak melihat apapun malah bersandar di Badan sang pemilik Mata besar itu. Dia terus memegangi perut nya yang sakit itu
Dua bola mata besar itu pun dibuat kebingungan kenapa ada manusia yang bisa masuk ketempat dirinya sekarang. Sepengetahuan dirinya tidak ada yang bisa masuk kedalam Goa ini selain Tuan nya. Tapi kenapa wanita ini bisa dengan mudah masuk kedalam bahkan bersender di badannya pikirannya.
Fang Yin yang sudah menahan sakit di perutnya seakan tak sanggup lagi tenaga yang ia punya seakan habis untuk menahan ini semua.
Mata yang menatap nya tajam sekarang berganti dengan IBA.
Fang Yin yang sudah semakin sakit tidak dapat menahan semua nya lagi, dia Pasrah akan takdir nya.Mata yang dari tadi terus menatap nya akhirnya bertindak dia menyalurkan sedikit tenaga dalam nya untuk membantu wanita itu.Fang Yin yang tidak menyadari itu berpikir bahwa dewa telah membantu nya, jadi ia langsung memohon terhadap dewa.
“Dewa Kumohon! Selamatkan lah Bayiku ini Dewa. Jika harus menukar nyawaku sekalipun, Aku siap tidak ada yang lebih berarti selain dirinya.”setelah mengatakan itu dengan sekuat tenaga yang tersisa bayi yang selama ini di dalam perut nya sedikit demi sedikit akan keluar. Bersamaan dengan itu Awan Yang tadinya terang Sekarang menjadi Gelap. Seakan hari sudah Tengah Malam Di tambah Hujan yang amat deras disertai dengan Angin yang sangat kencang. Yang membuat rumah di desa tebing terkena goncangan yang sangat kencang disertai dengan jeritan seorang ibu yang merelakan hidup nya demi sangat buah hati yang selalu ia jaga.
Alam seakan Menyambut kehadiran dirinya!
Dilain sisi Tepatnya di Sekte Awan putih Xai kai duduk termenung hatinya gelisah tak tentu arah. seakan ikut merasakan akan derita yang dialami Fang yin.
Fang yin yang sekarang tengah berjuang hidup dan mati nya akhirnya sakit yang ia rasakan terbayar dengan Terlahir nya Bayi yang ia Kandung selama ini.
Dengan susah payah ia menggendong bayi nya tersebut dengan sisa tenaga nya demi sang buah hati dia berkata. "Anakku, Putriku! Maafkan ibu sayang. Karna tidak bisa terus merawatmu.Semoga dewa selalu bersamamu nak. Ayah mu bernama XAI kai! dan ibumu ini bernama Fang Yin! ibu berjanji akan selalu menjagamu dari atas sana nak.” Sambil menarik paksa kalung yang melingkar di lehernya dan menaruh di atas badan buah hati nya dia menangis.antara tangis kesedihan dan juga bahagia karna bayi nya selamat tidak ada kebahagiaan bagi seorang ibu yang melebihi apapun selain kelahiran sang buah hati dengan selamat “semoga dirimu menjadi Wanita yang kuat dan Selalu bahagia Terimakasih telah hadir anakku Xai Lin! ”
Setelah mengucapkan nama untuk sang buah hati nya disitu juga lah nafas. Terakhir nya berhembus di depan Bayi yang masih dilumuri darah kelahiran itu. Sang buah hati seakan ikut bersedih dia menangis menyat hati bagi siapa pun yang mendengar nya.
Mata besar yang sedari tadi menjadi saksi perjuangan seorang ibu itu ikut meneteskan air matanya.
Bayi merah yang bernama Xai Lin seakan merasakan kehadiran Dirinya Mengeluarkan Tanda yang sangat menyilaukan mata Tanda yang berbentuk Naga Itu mengejutkan bola mata besar itu. Tidak bisa disembunyikan lagi keberadaan nya dia langsung bergerak seiring bergerak dirinya Goa itu bergerak karna sudah Ratusan tahun dia terbaring bersandar di dinding Goa tanpa bergerak sedikitpun. Seakan menemukan yang telah lama ia Tunggu Naga Hitam itu tertunduk di depan bayi merah itu seakan memberi hormat.
Yah Hormat!
Dia telah menemukan Tuan nya. Dan tidak di sangka Tuan nya adalah bayi merah yang baru lahir itu.
Dengan tanda di tangan nya. Alam seakan Ikut tunduk Kepada nya, angin kencang serta hujan deras semakin menjadi, dan lolongan hewan buas dihutan dan di perkampungan saling saut menyaut menyambut dirinya.
Setelah tangisan itu berhenti
berhenti pulalah kekacauan diluar sana.Naga yang menunduk memberi hormat naga yang telah ratusan bahkan ribuan tahun menyambut kedatangan Xai Lin Tuan Nya
Yah Tuannya!