
Beberapa bulan setelah kejadian itu, Xai Kai dinobatkan menjadi Master Sakte awan putih
Mereka semua berharap Xai Kai akan lebih membaik setelah diberikan kekuasaan itu.. Nyatanya? Xai Kai sama sekali tidak berpengaruh dengan Apa yang terjadi di luar. Baginya itu tidak penting sama sekali.
Para murid-murid baru dan tetua Baru mulai mengisi lagi Sakte awan putih yang awalnya sudah banyak kehilangan Murid dan juga para Tetua... Semua kegiatan yang mereka lalui tidak pernah dihadiri langsung oleh Master mereka.
Semua itu tidak menjadi rahasia lagi. Kejadian itu bahkan masuk kedalam buku sejarah Kerajaan. Peristiwa ini dinamakan Lautan Darah Dan Air mata!
Dinamakan Lautan Darah karena Banyaknya Darah yang Tumpah karena Peristiwa itu. Sama halnya dengan Air mata. Tapi dinamakan Air mata karena mereka melihat dengan jelas Air mata yang jatuh dari penyelamat mereka semua. Jika dilihat dari mereka semua.. Xai Kai sama dihormatinya seperti Raja Feng atau anggota kerajaan lainnya
Tapi bukan itu yang di cari dan diinginkan Xai Kai. Yang diinginkannya Hanya Satu Yaitu Fang Yin,Kekasihnya.. Bagaimana kabarnya? Bagaimana keadaannya sekarang? Apakah dia selamat dari mautnya? Apakah dia masih bertahan hidup hingga sekarang? Banyak pertanyaan yang bersemayam di kepala Xai Kai.. Membuatnya terus dihantui rasa bersalah dan juga kegelisahan yang tiada ujungnya
Dia memutuskan untuk kembali mengecek keadaan Fang yin. Tapi apa yang didapatkannya? Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Gubuk sederhana milik kekasihnya telah hancur tak tersisa. Tempat dia memadu kasih bersama Cintanya sudah roboh tak berpijak lagi! Tempat menjadi kenangannya sudah di ratakan dengan para Penyerang dari Daratan Atas!
Hilang Sudah! Hilang sudah Semua harapannya. Hilang sudah Keyakinan satu-satunya. Xai kai hanya mampu berlari kesana kemari menanyakan kepada setiap orang yang lewat tempat tinggalnya Fang yin. Tapi hanya satu jawaban mereka yang membuat Seluruh Tulang-tulang Xai kai lemas seketika
“Dia hilang bersama dengan berhentinya Kerusuhan!” Semua orang yang Xai Kai tanya, Sama pula jawaban mereka.
“Aku bersumpah! Aku akan membalas penderitaan yang kau rasakan! Perpisahan yang tidak kita inginkan! Sayang! ” Sumpah Xai Kai dalam hatinya! Mulai dari situ Xai Kai hanya mengurung dirinya didalam kediamannya. Dia menghabiskan waktunya hanya untuk berlatih, Merenung, Dan menyalahkan dirinya!
Memang jika sudah cinta tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata. Keselamatan Seribu orang sekalipun tidak ada artinya dengan satu nyawa yang dikorbankan dan itu adalah cintanya! Semua orang bisa menganggap dia Pahlawan atau sebagainya.
Tapi dia masih merasa bersalah sudah mengorbankan Nyawa yang sangat berarti baginya.
Flashback off
Berakhir Cerita Xai Kai dan Nan Sha. Mereka melihat Xai Lin yang terdiam tapi dengan Tangan yang mengepal! Itu membuat Hati Xai Kai cemas menghadapi kenyataan jika saja Putrinya akan membenci dirinya karena sudah mengorbankan ibunya.
Walaupun yang mereka lihat saat ini kenyataan bahwa Fang yin selamat dari bahaya yang menghadangnya! Bahaya yang menghampirinya! Bahaya Maut yang bisa kapan saja merenggut nyawanya!
Huh.. Xai Kai mengehela nafas Pasrah sebelum mengatakan sesuatu.
“Ayah siap jika kau memang membenci ayah. Ayah memang pantas dibenci”Lirih Xai Kai sembari menundukkan kepalanya. Perkataan Xai Kai membuat Lamunan Xai Lin buyar. Dia menatap Ayahnya yang menundukkan kepalanya. Dan Xai Lin tidak menyukai hal itu
“Aku tidak membenci Ayah.. Jangan menundukan kepalamu.. Kau Kehormatanku Ayah”Ucap Xai Lin lembut dan mengangkat kepala Xai Kai agar menatap dirinya
“Aku tidak membenci Ayah.. Jadi jangan Khawatir, Aku justru Bangga kepada Ayah yang rela membiarkan diri Ayah terluka demi banyak Nyawa yang berhak Hidup.Aku ingin menjadi seperti Ayah yang menjadi Pahlawan dan penyelamat semua Orang” Sambungnya
Xai Kai menarik Putrinya kedalam pelukannya. Dia memeluk Xai Lin erat seerat eratnya. Ternyata Dugaannya salah besar! Putrinya tidak membencinya. Putrinya tidak menyalahkannya. Apa katanya tadi? Xai Lin justru bangga kepadanya.
“Apa kau tidak membenci dan marah kepada ku hmmm?” Tanya Xai Kai memastikan sekali lagi..
“Tidak Ayah.. Jangan Khawatir Aku tidak mungkin membenci ayahku sendiri” Jawabnya sambil memeluk Erat Tubuh Xai Kai. Hingga suara Deheman seseorang yang menghentikan Aksi Dua beranak Itu!
“Hmmm! ”Dehem Nan Sha sedikit kencang
“Jangan menggangguku Sial*n!” Umpat Xai Kai
“Memangnya siapa kau?”
“Jangan membuat aku kesal Xai Kai! Aku juga tidak meminta denganmu tapi dengan Muridmu.. eh maksudku Putrimu” Ujar Nan Sha
“Emangnya Paman Mau minta apa kepadaku? ”Tanya Xai Lin
“Jangan Macam-macam kau ya! ”Ancam Xai Kai..
“Ckck.. Aku hanya ingin melihat wajahmu boleh kan hehehe”Cengir Nan Sha..
“Hmm Boleh tidak yaa? ” Pikir Xai Lin sambil bergaya seakan sedang berpikir keras
“Jangan jadi menyebalkan seperti Ayahmu! Cukup sikap dinginmu saja yang sepertinya. Aku Ini Pamanmu Jadi Jangan menolak Permintaan Pamanmu ini. Mengerti!? ” Jelas Nan Sha yang membuat Xai Kai mendelik tidak percaya Sahabat seperjuangannya ini
“Paman.. Paman Gigimu? Jangan dengarkan dia Nak. Jika kau tidak ingin jadi jangan perlihatkan Wajah Cantikmu Oke”Ucap Xai Kai mengelus sayang Surai putrinya itu
“Hahaha.. Jangan seperti itu Ayah. Biarlah Paman Sha melihatnya”Jawab Xai Lin sembari Tertawa kecil.. Nan Sha yang mendengar itu langsung bersemangat.. Pasalnya dia sangat penasaran dengan anak sahabatnya ini.
“Yahh.. Ayo buka Cadarmu Ayo” Ucapnya semangat. Dan dibalas dengan dengusan kesal dari Xai Kai.
Xai Lin akhirnya Membuka Cadar Merah yang dia kenakan sedari tadi. Dan itu membuat Nan Sha yang melihat melongo tidak percaya
“HAH! Xai Kai kenapa Dia sangat mirip saat kau Masih Bocah? ” Tanya Nan Sha spontan
“Heh.. Saat itu aku sudah tidak bocah lagi ya. Aku sudah berjalan menuju remaja Kau tau itu! ” kesal Xai Kai melihat Sahabatnya ini.
“Yah.. Yaa terserah kau saja.. Tapi Xai Lin kau kenapa seperti Gambaran Xai Kai waktu seumuran denganmu? Dirimu sangat mirip dengannya Hanya saja kau Fersi Wanitanya Saja”
“Hahaha.. Aku juga tidak tahu Paman. Mungkin kalau aku tidak memakai cadar dari awal pasti wajahku sudah menjadi tanda tanya bagi kalian semua” Ujar Xai Lin
“Kalau itu sudah sangat dipastikan lah” Jawab Nan Sha.
“Hmm itu bukan hal penting bagiku. Yang penting untukku sekarang Menjadi Kuat! ”Ucap Xai Lin yang sudah bernada serius
“Maksudmu Kuat Untuk Apa? ” Tanya Xai Kai
“Yahh, Kau sudah cukup, Bahkan Jauh dari kata Kuat jika dibandingkan dengan Anak-anak seusiamu”Tambah Nan Sha
“Bagiku ini belum kuat... Aku akan terus berlatih untuk menjadi kuat dan membalaskan dendam! ”Ujar Xai Lin mengepal tangannya kuat. Hal itu tidak lepas dari pantauan Xai Kai dan Nan Sha.
“Kau memiliki dendam Apa sayang? Katakan pada Ayah, biar Ayah membantumu”Tanya Xai Kai lembut. Dia tidak mau Anaknya terluka. Lebih baik dia sendiri yang membalas dendam Putrinya
“Ini Dendamku Sebagai Seorang Anak Ayah. Aku akan menjadi kuat dan Membalaskan Dendam Kepada Daratan Atas Yang sudah memisahkanku Dari Ayah Dan Ibu! ”Ujar Xai Lin Emosional
“Jika Saja mereka tidak memisahkan Ayah dan ibu? Aku tidak akan Hidup Sendiri Selama 14 Tahun Dihutan Terlarang Hanya ditemani Hewan Buas Yang selalu Menjagaku! Aku tidak akan terpisah dengan Ayah Selama Hidupku! Jika saja itu tidak terjadi Aku tidak Akan kehilangan Ibuku! ” Sambung Xai Lin berapi-api. Membuat Xai Kai dan Nan Sha terkejut Melihat Asap Hitam Keluar Dari Tubuh Xai Lin!