
Hari-hari telah berlalu, Tak terasa telah 3 minggu Xai Lin menjadi Salah satu murid Sakte Awan putih..Ralat.. yang tepatnya menjadi Satu-satunya Murid Pribadi Master dari Sakte Awan putih ini.
Seperti biasa, Xai Lin akan terbangun sebelum Matahari benar-benar menampakkan Wujudnya yang mengeluarkan sinar yang sangat terang. Untuk Menyambut setiap Mahluk hidup. Yang akan memulai kegiatan yang akan merekakukan lakukan.
Ditemani Sang Surya yang masih bersembunyi. Xai Lin Menghela nafas Panjang ketika Kembali rasa ini mengganggunya. Rasa kesepian yang selalu menghampirinya ketika dia mencoba untuk menenangkan Hati dan jiwanya.
Berdiri menghadap keluar jendela yang telah Terbuka, Mengakibatkan Rambut Panjang Hitam kebiruan itu diterpa Angin sembilu. Setiap hari nya dia hanya akan bertemu dengan Gurunya saja. Yang mana itu membuat perasaannya semakin tak menentu. Selalu saja Ada pertanyaan yang belum bisa ia pecahkan ketika berada di dekat Gurunya tersebut.
“Paman.. Apa kau bisa mendengarku? Kenapa aku merasa hidupku menyedihkan sekali?”Monolog Xai Lin lirih.
Kedua Paman Zha dan Zho menghela nafas panjang. Mereka ikut merasakan kesepian yang dirasakan oleh Xai Lin. Karena mereka pernah merasakan hidup Ratusan tahun hanya disebuah Goa, dan Disuatu Hutan belantara seorang diri.
Cahaya Keemasan keluar dari tubuh Xai Lin ketika kedua Hewan legendaris itu keluar dari tubuh Xai Lin dan merubah Tubuh mereka lebih kecil agar bisa menemani Xai Lin dikamar yang bisa dibilang hanya sekedarnya saja.
“Jangan bersedih Bocah! ”Celetuk Zho. Dia tidak senang melihat Xai Lin yang bersedih seperti itu.
“Kenapa Paman keluar? ”Tanah Xai Lin, yang tidak menyadari bahwa kedua Pamannya sudah ada disampingnya.
“Itu karena kami tidak ingin melihatmu bersedih.. Berusahalah mencari Teman Xai! Agar kau tidak merasa sendirian seperti ini! ”Nasehat Zha.
“Yang dikatakan Zhang benar Lin. Jangan menutup dirimu sendiri. Cobalah berbaur untuk mendapatkan teman.. Tidak perlu banyak, Setidaknya Cukup satu, asalkan dia mengerti posisimu! ”Sambung Zhong.
Xai Lin termenung memikir apa yang dikatakan Kedua pamannya. Benar..!
Dia memerlukan teman, yang bisa mengerti keadaannya. Dia membutuhkan seseorang untuk menjadi tempat ceritanya. Tidak perlu banyak, seperti yang dikatakan Naga Hitam tadi. Cukup satu! Asal bisa mengerti keadaannya dan posisiku.
“Akan kucoba”Ucapnya sambil menoleh kearah Raja Hewan itu.
“Hmmm.. Berusahalah! ”Ucap Mereka serentak.
Xai Lin kembali memutar tubuhnya kearah Jendela yang terbuka, yang menampilkan sang Surya sudah Bertengger manis menimbulkan sinar terang nya. Itu tandanya Setiap orang akan memulai Hari mereka.
“Kembalilah masuk kedalam tubuhku, aku takut ada yang melihat Kalian dan menimbulkan banyak pertanyaan”Perintah Xai Lin.
“Tidak! Aku dan Zhang akan pergi ke hutan tempat kita bertemu Que Xian. Aku mendapat Pesan batin darinya kalau Anaknya telah Terlahir!”Kata Zhong.
“Yaahh.. Dan kami juga akan berjalan-jalan sebentar. Kami sungguh bosan terus terkurung didalam Tubuh jelekmu itu! ”Sambung Zhang sambil mengejek Xai Lin membuat Zhong tertawa melihat Xai Lin mendengus kesal.
“Tapi bagaimana caranya? Nanti kalian akan dilihat orang banyak kalau keluar dengan Tubuh seperti itu”Tanya Xai Lin bingung.
“Kau tak perlu memikirkan hal itu. kami memiliki Pintu Rahasia! ”Jawab Zhong yang membuat Dahi Xai Lin berkerut.
“Dan kami bukan hanya pergi sebentar. Kami akan pergi cukup lama. Jaga dirimu dengan baik selama kami tidak berada didekmu. ”Sambung Nya.
“Tapi kata paman Zhang akan pergi sebentar saja.. Kenapa jadi lama seperti ini sih”Ketus Xai Lin yang merasa kesal. Pasalnya dia kan juga ingin melihat Anak-anak Dari Bibi ular berkepala tiga itu.
“Sudahlah kau tenang saja.. Kami kembali akan membawa kejutan untukmu”Jawab Zhang.
“Ckkk.. Aku tidak perlu kejutan. Cukup cepat kembali itu sudah cukup untukku”Sambutnya lirih. Karena dia tidak terbiasa ditinggal kedua pamannya. Apalagi Naga hitam nya itu. Setiap waktu selalu bersamanya jadi akan terasa aneh jika dia jauh dari pamannya.
“Sudahlah jangan bersedih Kami akan kembali jika urusan kami sudah selesai.. Sekarang kau pergilah Untuk berlatih, Pasti Gurumu sudah menunggu. ”Ucap Zhong
“Dan pastikan kau jangan Sering-sering Sendiri. jika perlu berusahalah terus berada di dekat Gurumu itu, Aku lihat dia cukup mampu jika hanya untuk menjaganya beberapa Waktu”Sambung Zhang.
“Baiklah aku akan pergi”Jawabnya lirih sambil mengambil sesuatu dibawah tempat tidurnya. Dan segera melangkah pergi menuju tempat belajar dan latihannya.
Sepeninggalan Xai Lin. Zhong dan Zhang saling berpandangan dan berkata.
“Apa kita cukup menghabiskan Waktu Satu bulan purnama saja? ”Tanya Zhong
“Entahlah, Aku harap itu waktu yang cukup untuk kita segera kembali dengan wujud yang berbeda”Jawab Zhang
“Aku tidak ingin meninggalkan Xai Lin terlalu lama. Aku takut akan ada masalah yang menimpanya jika kita tidak berada didekatnya. ”Lirih Zhong. Dia memang tidak akan bisa tenang jika berjauhan dengan Tuannya. tapi dia juga tidak bisa meninggalkan tugas ini demi memudahkannya di kemudian hari.
🍃🍁
Ditengah Tanah yang hanya ditumbuhi Rerumputan Hijau. Terlihat Seorang laki-laki sedang menikmati semilir angin yang menghembuskan Wangi-Wangi dari Bunga yang bermekaran. Membuat Wangi yang menyegarkan itu menyerbak keindra penciumannya.
Dari sudut bola matanya, Dia melihat Seorang Gadis Tanggung sedang menuju kearahnya. Yang menggunakan Baju berwarna senada dengannya, Yaitu Merah Maron yang cantik seperti salah satu diantara bunga bunga yang bermekaran disini.
“Kenapa kau terlambat hari ini? ”Ucapnya ketika gadis tanggung itu telah sampai dan berdiri tepat dihadapannya.
“Hanya sedikit urusan saja”Balasnya singkat.
Xai Kai menyerengit bingung. Ketika menyadari ada suatu hal yang membuatnya merasa ada sesuatu dibalik Hanbok Cantik Yang dikenakan Xai Lin! Dan itu membuat benda yang ada didalam baju yang dikenakan seperti ingin keluar dan mencari Belahannya.
“Apa kau membawa sesuatu Xai Lin? ”Tanya nya.
Xai Lin melengkungkan Alisnya sehingga Hampir menyatu dan dia menjawab dengan singkat pertanyaan dari gurunya itu.
“Tidak”
“Apa kau yakin! ”Tanya Xai Kai sekali lagi.
“Memangnya kenapa guru menanyakan hal itu? ”Tanya Xai lin yang malah melontarkan pertanyaan untuk Xai Kai.
“Tidak.. Jika kau memang tidak membawa apapun ya sudahlah jangan pikirkan itu”Jawabnya yang membuat Xai Lin merasa curiga kepada Gurunya. Karena memang dia menyembunyikan Hal yang sangat berharga baginya dibalik hanbok Cantik nya itu.
“Apa aku boleh minta satu hal padamu? ”Tanya Xai Kai.
“Aku akan mengabulkannha jika aku mau”Ucapnya santai.
“Bisakah kau membuka caramu? ”Minta Xai Kai dengan sedikit Ragu. Tapi keraguannya mengalahkan rasa penasarannya terhadap Wajah Xai Lin yang sama sekali belum pernah dilihatnya walaupun Xai Lin sudah menjadi muridnya selama 3 minggu ini.
“Memangnya kenapa? ”Tanya Xai Lin
“Aku hanya ingin melihat wajah Muridku saja.. Jika kau tidak mau ya tidak masalah. Lebih baik kau pelajari ilmu pedang Kilat bayangan ini. ”Ucap Xai Kai yang mengalihkan perhatiannya dengan memberikan Sebuah buku tebal yang berisikan Jurus jurus Pedang yang bernma Jurus Kilat bayangan.
Xai Lin juga sepertinya tidak tertarik dengan pembahasan yang menyangkut dirinya itu. Jadi dia lebih memilih mengambil Buku yang diberikan Guru Kai nya dan mempelajari sendiri di lapangan berumput Hijau itu.
Xai Kai yang melihat kegigihan Xai Lin yang tidak pantang menyerah walaupun sesekali terjatuh akibat jurus yang memang sangat mengutamakan kecepatan itu.
Xai Kai melangkahkan kakinya menuju Xai Lin yang seperti sangat kesulitan dengan Beberapa jurus yang sedang dipelajarinya.
“Jangan terlalu paksakan dirimu.. Untuk menghapal 250 gerakan dalam satu jurus memang tidak lah mudah”Ucapnya sambil meluruskan tangan Xai Lin.
“Aku harus cepat kuat! ”Ucapnya semangat.
“Yah sekarang kau serang aku dengan jurus yang baru kau pelajari tadi! ”Ucap Xai Kai sambil menyerang Xai Lin dengan jurus yang sama.
Sangat kentara perbedaan kematangan jurus yang digunakan Xai Lin dan Xai Kai..
Xai Lin memang sudah menguasai beberapa gerakan, Tapi itu masih sangat jauh dari Kematangan Xai Kai... Hal itu membuatnya sangat berkonsentrasi dengan srius. Mengamati dengan Fokus yang tinggi setiap gerakan Cepat Xai Kai yang hampir Tidak terlihat gerakannya sangking cepatnya seperti Nama buku tadi, Yaitu kilat bayangan.
Saat sedang berlatih dengan serius, Meloncat dan terbang kesana kemari. Sesuatu yang berada dibalik Hanbok Xai Lin jatuh dan mengeluarkan Sinar Kebiruan yang membuat Latihan mereka berdua terhenti.
Xai Kai yang tidak jauh dari posisi benda itu terjatuh, Membelalakan matanya tidak percaya. Dia mengambil benda itu dengan tangan yang bergemetar Hebat. Keringat Dingin muncul ketika kilatan bayangan seseorang kembali mengusik pikirannya.
Dengan mata tajamnya Xai Kai menoleh kearah Xai Lin yang berdiri tidak jauh darinya sambil melihatnya dengan dahi menyerengit...
Tatapan Xai Kai membuat detak jantung Xai Lin Berdetak tidak seperti biasanya. Pasalnya Tatapan itu baru pertama kali di dapatkannya.
“Dari mana kau mendapatkan Kalung ini Xai Lin!? ”Desisnya Tajam. Pasalnya Kalung ini sudah diberikannya dengan seseorang yang selalu menghantuinya dengan perasaan bersalah. Menghantuinya disetiap tidurnya.
Membuatnya selalu dalam rasa kegelisahan yang membuat dirinya lebih memilih menyendiri dan mengurung dirinya dikediamannya.
“Ak.. Akuu mendapatkan nya dari... ”
Hayo penasaran ya? Ayo baca terus kelanjutannya di Chapter selanjutnya~Mora