XAI LINN

XAI LINN
Rasa seorang Ayah dan Anak



Permulaan Hari akan dimulai. Para pelajar baru dan juga senior akan memulai hari seperti biasa lagi. Dan itu berlalu juga dengan Xai lin yang akan memulai Latihan Pribadi nya dengan Gurunya itu di sebuah Halaman yang sangat Indah baginya.


“Pemanasan lah terlebih dahulu sebelum kita akan memulai latihan nya” Ucap Xai kai


“Hmmm”


Dengan cepat Xai lin mengambil sebuah ranting kayu yang lumayan kuat baginya untuk dijadikan senjata sementara. Dan dialirkan dengan Qi milik nya sehingga Pedang itu berubah menjadi pedang Es yang sangat dingin.


Hal itu tidak lepas dari pengawasan Xai Kai yang memang sedang memerhatikan Xai lin. Dia dengan sendirinya tersenyum ketika melihat Xai lin yang sangat lincah tengah menari kesana kemari menggunakan Pedang Es nya itu.


Elemen Xai Kai memang tidak seperti Xai lin yang mempunyai semua elemen itu. Tapi untuk seorang Xai Kai yang memiliki Dua elemen yaitu Api dan Air.


Bagi sebagian orang elemen ini sangat tidak sejalan. Tapi itu tidak bagi dirinya. Baginya Api akan padam jika tersiram Air. Dan mereka bukan tidak sejalan hanya saja mereka tidak tau bahwa sebenarnya Kedua Elemen itu saling membutuhkan.


Seperti Api yang membutuhkan Air yang akan memadamkan nya ketika Api sudah menjadi Jaguar merah.


Dan sebaliknya. Air yang akan menjadi Es akan membutuhkan Api yang akan menghangatkan nya agar tidak terlalu dingin.


Mereka menang tidak sejalan tapi mereka saling membutuhkan.


Saat sedang asik berlatih sendirian. Xai Kai sengaja menyerang Murid nya ini dari belakang dengan gerakan yang cepat.


Beruntung nya Xai Lin dengan cepat menghindari serangan mendadak itu dengan sangat lincah.


Mereka Bertukar beberapa jurus untuk sebagai pemanasan awal. Yang sebenarnya itu sudah membuat Xai Lin kualahan. Pasalnya Xai Kai menyerang sebagai Pertarungan hidup dan mati. Bukan sebagai Guru dan murid.


Hal ini yang membuat Xai Lin tersenyum di balik cadarnya,karena dia merasa tidak salah memilih Guru.


Setelah sedikit pemanasan Xai Kai mengajak Xai Lin duduk disebuah Kayu balok yang berada dibawah Pohon yang rindang.


“Maaf Guru aku belum tau siapa namamu? ”Tanya Xai Lin. Karena dia memang tidak mengetahui nya kan?.


“Kau ini murid yang sangat Durhaka. Kau minta aku menjadi gurumu tapi kau tidak mengetahui namaku huhh”Ucap Xai Kai yang seolah olah sedang Mengambek seperti anak kecil. Entahlah mengapa dia merasa berada di dekat Xai Lin Sifat yang selama ini Dingin dan datar seketika menghilang ketika sudah berada di dekat Xai Lin.


Xai Lin yang melihat Guru nya yang tidak ingat umur itu mendengus kesal. Walaupun didalam hatinya merasakan ketenangan yang sangat berbeda ketika dekat dengan Orang lain


“Ingat umurmu Guru tua! ”Ucap nya


“Apaa! Tua katamu? ”


Xai Lin hanya menganggukan kepalanya polos. Hal itu yang membuat Guru nya tidak jadi marah. Padahal dia akan merasa sangat marah hanya sekedar disinggung saja. Tapi ini apa? Dia bahkan di katai tua tidak bisa marah hanya melihat Anggukan polos dari Murid nya ini.


Ckk.. Kau memang murid yang sangat Durhaka? ”


“Ayoolah Guru, aku tidak mau menjadi lebih durhaka jika tidak mengetahui nama Guru ku sendiri” Bujuk Xai Lin.


“Nama Guru tampanmu ini Xai Kai”Ucap nya sambil menepuk-nepuk bahunya dengan bangga sembari terkekeh.


“Aku seperti pernah mendengar nama itu Lin! ”Ucap Zhong yang merasa sangat familiar dengan nama itu. Tapi entah lah dia seakan melupakan nya.


Deg!


“Kenapa kau jadi melamun? ”Tanya Xai Kai yang membuat lamunan buyar seketika.


Xai Lin hanya mendesah lelah. Dia tidak mau cepat menanggapi hanya dengan hal ini. tapi dia juga tidak ingin memendam pertanyaan yang pastinya akan menggangu pikiran nya. dan membuat nya tidak tenang.


“Apa kau mengetahui namaku? ”Tanya Xai Lin


“Tentu saja aku tau. Namamu kan Xai.. ”


Belum sempat dia menyelesaikan ucapannya sendiri dia sudah terhenyak memikirkan ucapannya yang tidak pernah terlintas dipikiran nya sejak awal.


Kenapa nama depanku dengannya bisa sama seperti ini?


Mengapa aku tidak menyadarinya sejak awal Sih..?


Apa ini yang membuat nya melamun setelah mendengar namaku? ~ Xai Kai.


"Guru! ”Sentak Xai Lin ketika melihat Gurunya sekarang yang sedang melamun ketika menyadari ucapannya sendiri


“Kenapa Nama depanmu dan aku sama? ”Ucap Xai Kai menatap Dalam Xai Lin.


“Aku juga tidak mengetahui nya”Ucap Xai Lin yang ikut bingung.


“Kau mendapatkan Namamu dari siapa? ”


“Kenapa kau menanyakan itu. Tentu saja dari orang tua ku”Ucap nya lirih.


Memang dia Mendapatkan nama ini dari paman Zhong.Tapi katanya nama itu diberi langsung dari Ibunya sebelum menghembuskan nafas terakhir.


Xai Kai yang melihat Perubahan dari Suara dan Mata sayu Xai Lin merasa ada yang salah dengan perasaan nya. Kenapa dia seakan tidak mau melihat Murid pertama nya ini merasakan sedih. Dia juga merasa bersalah karena sudah menanyakan hal yang sudah menyangkut Privasi seseorang.


“Maaf kan aku.. Bukan maksudku menyinggung perasaan mu”Ucapnya sambil mengelus Rambut Hitam kebiruan Xai Lin.


Tenang!!


Itulah yang dirasakan Xai Lin, ketika mendapatkan Sentuhan Lembut itu. Biasanya jangankan untuk mengelus. Memegang sembarangan tubuhnya dia sudah akan marah.. Tapi mengapa semua yang bersangkutan dengan Xai Kai itu tidak membuatnya tersinggung sedikitpun.


Malah dalam hatinya mengatakan dia ingin terus menerima Sentuhan lembut dan kasih sayang dari Xai Kai.


Mengapa diriku seperti ini ketika berada di dekat guru? ~Xai Lin


Hal yang samapun dirasakan oleh Xai Kai. Entah mengapa sifatnya yang dingin tak tersentuh dengan apapun bisa berubah tanpa kehendak darinya. Rasa ini Spontan terjadi, Sifat ini juga Spontan Menghangat ketika berada di dekat Xai Lin.


*Aku tidak tau siapa dirimu?. Tapi mengapa diriku akan berubah drastis jika aku berada disampingmu?.


Sifat dan rasa ini hanya aku dapatkah jika sedang berada dengan dirinya dahulu!


Bahkan rasa ini sudah sangat lama tidak aku rasakan. Aku berharap semoga kau bisa membuatku merasakan Hal ini. Karena rasa ini sudah sangat lama tidakku temukan dari siapapun! ~Xai Kai*