XAI LINN

XAI LINN
Tinggal bersama



Semilir Angin sejuk, menambahkan kenyamanan yang diantara dua manusia yang baru mendapatkan Kenyataan besar, dan Tamparan yang menyakitkan. Xai lin tidak pernah menyangka ternyata dia sudah sangat dekat dengan Ayahnya. Dan Xai Kai tidak menyadari jika Muridnya adalah bukti cinta dia dan juga Seseorang yang ada dimasa lalunya.


Matahari sudah akan pulang ke tempat peristirahatannya. Tapi dua sedarah itu bahkan belum bisa menerima kenyataan sebesar ini! Masih belum mengerti jalan takdir yang mempertemukan mereka dengan cara seperti ini. Ahh.. entahlah semua sang Pencipta lah yang tau!


Xai Kai melihat kearah Xai Lin muridnya yang sekaligus Putrinya itu. Dia menatap Xai lin yang juga sedang menatapnya.


“Xai Lin! ”Panggilnya


“Iya. Ay.. ayah”Jawab Xai Lin canggung. Pasalnya dia tidak akan mengira kalau Ayah yang selama ini dia cari adalah Gurunya sendiri. Jika saja dia tau itu? sudah dipastikan dia akan membawa kalung peninggalan ibunya saat pertama kali Latihan. Pasti dia sudah mengetahui bahwa Ayahnya adalah gurunya.


sama halnya dengan Xai Lin. Xai Kai juga masih sangat canggung dengan panggilan itu.


“Apa sekarang kau bisa membuka Cadarmu? ” Pinta Xai Kai.


Sudah tidak ada lagi alasan Untuk Xai lin menolaknya. Dia harus menunjukkan Wajah aslinya kepada Ayah-nya. Jika hanya seorang Guru dia mungkin akan menunggu hingga waktunya tiba. Tapi jika Ayahnya yang meminta Maka dia tidak ada alasan untuk menolaknya..


“Hmmm”Ucap Xai lin sembari membuka sedikit demi sedikit Cadar yang ia gunakan.


Deg!!


Xai Kai membulatkan matanya ketika melihat wajah Teduh Xai lin.


“Wajah ini! wajah ini sangat mirip denganku! Bahkan Mata dingin dan tajamnya itu didapatkan dariku! Apa saat Kau mengandung anak kita kau membenciku Fang Yin? ” Ucap Xai Kai dalam hatinya.


Xai lin menyerengit bingung ketika melihat Wajah Gurunya.. Ralat. Tapi wajah ayahnya yang sangat terkejut ketika melihat wajahnya


“Ayahh! ”Panggil Xai lin yang sudah ketiga kalinya.


“Ahh.. Maaf! aku hanya terkejut melihatmu sangat mirip waktu aku masih seumuranmu”


Jawab Xai Kai.


“Kemarilah Aku masih ingin memeluk putri Dinginku ini” Sambung Xai Kai sambil merentangkan Kedua tangannya agar Xai lin bisa masuk kedalam pelukannya.


Xai Lin yang mendengar itu langsung menubrukan tubuhnya kedada bidang Ayahnya.


Nyaman!


Itulah yang dirasakan Xai Lin.


“Apa begini rasanya dipeluk seorang Ayah?


Apa ini yang dinamakan Nyaman didalam pelukan seorang Ayah? ”Monolog Xai Lin.


“Apa Ayah senang memiliki putri? ”Tanya Xai Lin lembut. Xai Kai yang mendengar itu hatinya sangat tersentuh.


Memang selama ini Xai Lin menjadi muridnya. Tapi untuk Xai Lin berbicara selembut ini tidak pernah mendengarnya. Hatinya ikut tersenyum ketika mendengar Kata lembut dari Xai Lin!


“Ayah.. bahkan lebih senang memiliki putri manis sepertimu.. daripada memiliki segudang Koin emas dan juga Sakte Awan putih ini. ” Ucap Xai Kai sambil menatap putrinya.


“Benarkah!”Tanya Xai Lin antusias sambil tersenyum lebar ketika mendengar jawaban dari ayahnya.


Sekali lagi Xai Kai terhenyak ketika melihat senyum Xai Lin. Senyum itu Sangat persis dengan Ibunya!... Senyum itu sangat mirip dengan ibunya!.. Senyum yang menyejukkan.


Senyum yang meneduhkan itu mampu menenangkannya.


“Jangan tersenyum seperti itu Xai Lin!”Lirih Xai Kai. tapi masih sangat terdengar ditelinga Xai Lin yang tidak jauh dari Xai Kai.


“Kenapa?.. Apa Ayah tidak senang melihat aku tersenyum! ”Jawab Xai Lin sedih.


Xai Kai yang mendengar ucapan Xai Lin terhenyak dari lamunannya.


“Apa ibu punya senyum sepertiku? ”Tanya Xai Lin semangat.. Dia sudah melupakan sedihnya ketika mendengar Perkataan Xai Kai bahwa senyumnya sangat mirip dengan Malaikatnya!


“Hmm.. Sangat mirip. Maka dari itu teruslah tersenyum seperti ini” Sahut Xai Kai sambil membentuk Mulut Xai Lin menjadi tersenyum


“Aku akan selamanya tersenyum untuk ayah”


“Yah.. Aku menantikannya” balas Xai Kai


Xai Kai mengedarkan pandangannya. dia melihat Hari yang sudah akan gelap.


“Lin! Hari sudah akan malam. Ayo kita pulang”


“Kita? ”Tanya Xai Lin bingung.


“Yah.. kita. mulai sekarang kau akan tinggal di kediaman Ayah.. Aku tidak mau putriku tinggal di tempat yang tidak layak untuk Anak Master Sakte ini” jelas Xai Kai


“Tapi.. nanti orang akan menanyakan kenapa aku tinggal ditempat Ayah?”


“Aku tidak mau memiliki putri seperti mu.. jadi tidak ada alasan untuku menyembunyikan kebenaran ini.”


Xai Lin tersenyum mendengar jawaban Ayahnya. Dia sangat bahagia saat ini. Seumur hidupnya tidak ada yang lebih bahagia selain hari ini. Dan dia berharap hari ini tidak akan segera berakhir


.


.


.


Sesampainya Xai Kai dan Xai Lin dikediaman Xai Kai. Mereka melihat Nan Sha sedang menunggu di depan pintu masuk Ruangan itu


“Kenapa kau lama sekali? ” Tanya Nan Sha tapi matanya melihat Xai Lin yang berada di samping Xai Kai.


“Aku bukan Anak kecil Sha! jangan menghawatirkan aku berlebihan seperti itu! ”


“Kenpa kau membawa Muridmu kemari? ”Tanya Nan Sha yang mengabaikan Jawaban Xai Kai tadi.


“Terserah aku! ”Balasnya sambil menggandeng tangan Xai Lin menuju kedalam Kediamannya


“Ckk.. jangan membuatku penasaran Kai! ”


“Dasar! Xai Lin adalah putriku! ” Jawab Xai Kai santai... Tapi jawaban Xai Kai membuat Nan Sha membelalakan matanya tidak percaya...


“APA?!! ” kaget Nan Sha


“Hmmm Dia putriku dan dirinya”


“Maksudmu Dirinya apakah Wanita yang kau ceritakan dulu? ”


“Hmm ya itu dirinya” lirih Kai


“Jadi ini yang membuatmu berubah setelah pulang dari kejadian itu**? ”


“Kejadian itu? kejadian apa Ayah? ” Tanya Xai Lin bingung


Baca terus kelanjutannya ya.


jangan lupa tinggalkan like and komen. karena itu sangat berarti buat Mora😊