
Pertemuan di taman bulan tengah kota.
Dua hari kemudian, tanpa kepastian yang nyata dan benar. Saya bekerja dengan tidak bersemangat sedikitpun. Sedangkan Rasy, ia tak pernahku lihat lagi selama dua hari kebelakangan ini setelah pembahasan terakhir kami menggenai 'si hacker.'
Tak bisa lama menunggu. Pada akhirnya, saya menggingat titik dan letak lokasi kordinat itu berada.
Berada di antara stasiun kereta rawa buaya dengan Plaza Gaja Mada.
Aksi itu berhasil tanpa tercium sedikitpun oleh rasa kecurigaan Rasy—atau lebih tepatnya karena Rasy yang tak benar-benar menggawasiku selama ini.
pertama, aku memberikan surat pergi di atas meja resepsionis tuan Aldo.
Langit masih memiliki setengah sinar matahari yang bersinar menuju cakrawal.
Aku berada di atas gerbong bus.
* "Lihat, kita hampir sampai di halte bus! Dengar, kapan kita bisa hang out lagi?"
"Ayo lihat. Bagaimana dengan lusa? Aku ada latihan, tapi aku akan bebas di sore hari.”
“Ya! Saya menemukan kafe dengan ulasan bagus tentang Tabelog yang ingin saya kunjungi. Mungkin aku akan membuat reservasi!”
Saat itu, saya mencium bau asap kendaraan roda empat yang panjang dan besar milik kendaraan umum.
Saya telah mendengarkan percakapan manis yang memuakkan itu di bus untuk sementara waktu.
Suara-suara itu berasal dari kursi belakang.
Saya telah menatap ke luar jendela; Aku merasa sedikit canggung melihat kembali mereka.
Saat saya melihat tetesan air mengalir mundur dalam pola yang rumit, anehnya saya terkesan: Jadi akhir-akhir ini banyak kejadian-kejadian aneh.
Saya memegang ponselku dengan serius, melihat dan berpikir menggenai letak sebenarnya dari titik kordinat yang saya ingat di dalam penyimpanan kepala saya.
Rasy tak memberikannya seratus persen kepada saya, bahkan saya hanya melihat sekilas dari layar komputer yang ia gunakan.
Kejadian-kejadian aneh mulai menimpa saya setelah turun di pinggir jalan yang sepi dan jauh dari rute halte bus.
Gedung-gedung kosong yang tak berpenghuni dan tanaman dari rumput yang merambat.
Saya bergumang pelan ketika melihat sekeliling melalui titik saya berada saat ini, "apakah benar di tempat yang berdebu dan penuh tanah kosong ini?"
Saya tak yakin itu. Tapi, pasti ada yang salah, dan benar. Selama berjam-jam hingga larut malam, saya tak menemukan suati tempat yang ramai dan cocok sebagai tempat menghuni bagi manusia. Malahan, tempat itu tak memiliki sinyal yang kuat, bagaimana seorang hacker bisa bertahan di tempat seperti itu?
Saya muak, pulang melalui bis sepi yang kosong dan menyeramkan di tengah kegelapan jalan.
Saya menelpon Rasy begitu sinyal kembali normal di dalam rute yang benar.
Ia lama tak menggangkat dering dari saya, itu sekitar satu sampai lima menit.
Kemudian, Rasy menelpon saya ketika setengah perjalanan saya lalui di dalam bus dengan dua orang nenek-nenek dan satu supir yang tampak aneh.
Saya tak peduli itu. singkatnya, saya menyuruh Rasy untuk menemuiku di taman kota malam itu juga.
Singkatnya, saya bertemu dengan Rasy di bawah pohon yang rindang dengan bangku taman dan percikan air mancur yang tedengar indah.
Hutan Bulan, air pancuran Bulan, dan saya duduk dibangku, sementara Rasy berdiri dan kami saling berhadapan.
Sebelum kami memulai obrolan, saya mengambil sebatang rokok, kemudian bersamaan dengan korek gas yang saya ambil dan nyalakan di dekat batang nikotin itu.
Asap tebal bertebangan dengan sumbu yang terbakar dan menyala dengan panas.
"Wow.... pak.... anda sekarang sudah mampu untuk membeli itu?"
Saya mengangguk perlahan sambil memegang rokok yang panas.
"Jadi? Apa yang ingin anda bahas dengan saya pak?"
Saya menatap kaos murahan dengan jeans kualitas jalanan yang sangat jelas, tidak ganteng atau tinggi, tidak ada yang luar biasa dari anak ini jika di lihat secara luar.
"Beginih.... ini menggenai si hacker yang menjebol dan meretas laptopku."
"Eh.. tapi tunggu sebentar... sebelum itu, kemana saja kamu selama beberapa hari ini?"
Rasy kemudian menjawab dengan alasan setengah jujur, "Aku sibuk hari ini!"
Aku melirik ke arah Rasy sebentar, binggung dan mengeryitkan dahi,
"Sedang sibuk apa?"
Rasy menggaruk kepalanya dan berbisik pelan, "Mencari pekerjaan paruh waktu, kalau tidak aku tidak akan punya uang untuk makan!"
Kata-katanya tidak bohong.
Rasy adalah seorang yatim piatu. Agar lebih akurat, dia bilang jika dia tidak terlalu menggenal kedua orang tuanya.
Meski saya yakin jika kata-kata itu bernada bohong dan telah keliru. Karena dia sering bilang jika orang tuanya meninggalkan komputer peting di rumah neneknya.
Meskipun dia memiliki seorang yang disebut paman, paman itu sama sekali tidak peduli tentang Rasy. Hubungan di antara mereka buruk.
Sumber daya ekonomi Rasy adalah semua kerja keras dan membantu neneknya!
Sebelumnya, Rasy terutama membantu di warung internet dan dituduh memecahkan masalah di sana setelah beberapa orang mendatangginya dan menuduhnya telah membobol dan merusak system website film dewasa.
Adapun sekarang, setelah kembali dari pekerjaan di warung internet, ia dengan kemampuan meretas kelas dunia sejak masa lalunya serta keterampilan pemrogramannya yang kuat, Rasy siap untuk merencanakan rutenya sendiri.
Lagi pula, musuhnya, organisasi misterius itu adalah organisasi internasional besar.
"Baiklah... kembali ke pertanyaan sebelumnya. Aku mendatanggi titik kordinat yang kau tunjukan menggenai si hacker itu, tapi. Aku tak menemukan apa-apa selain gedung kosong dan tanah berdebu yang kasar."
Rasy mengerutkan keningnya ketika pertanyaan itu di tunjukan kepadanya, "Mungkin, si hacker telah membuat titik palsu."
"Kau tau kan pak? Jika hacker bisa merubah dan menggacak suatu alamat dengan mudah. Ia pasti sangat berpengalaman."
"Lalu? Apa yang harus kita lakukan untuk mencarinya?"
"Ada banyak metode, tapi aku yakin itu semua bisa gagal dengan mudah."
Rasy menundukan kepalanya untuk berpikir, sedangkan aku sibuk dengan menghempi satu batang rokok di antara jari telunjuk, dan sesekali menghisapnya.
"Bagaimana jika kau berpura-pura menjadi teman dunia mayanya? *maksudku mendekatinya secara perlahan."
"Hmm... tapi bagaimana? Kau belum tentu tau menggenai informasinya bukan?"
"Ya kau benar.... berarti ini jauh lebih sulit dari perkiraan kita bukan?"
"Mungkinkah dia bergabung dengan komunitas terlarang itu?"
"Apa yang sedang kau bicarakan?"
"Jadi beginih... aku tau, bahwa ada komunitas ilegal yang muncul di jaringan terbawah internet dan para polisi internet tak akan bisa mengakses dan menggetahuinya."
Ucap Rasy sambil menatap saya serius, "Di situ, anda bisa menemukan barang-barang ilegal yang di jual, situs pertandingan ilegal dan pembelian binatang langkah."
"Jadi?"
"Mungkin kita bisa menemukannya di sana atau tidak mencari-mencarinya di sana."
"Tapi? Bukankah akan rumit mencari dia di tengah-tengah pengguna online lainnya?"
"Entahlah.... tapi tak ada salahnya mencoba bukan? Hmm.. kita bicarakan ini nanti... saya harus kembali. Sampai jumpa pak."
"Hmm... terimah kasih."
Di saat yang bersamaan, saya mendapati jika batang rokok saya mulai menipis. Kemudian, hisapan terakhir sebelum pada akhirnya saya membuangnya ke dalam tempat sampah di dalam taman itu.
Rasy telah pergi meninggalkan taman kota itu selama lima menit, sedangkan itu saya tetap di sana untuk berpikir sejenak sebelum pada akhirnya saya pergi sambil membayangkan ide-ide aneh lainnya.
Tbc