
kenyamanan, ketakutan dan kekhawatiran.
Saya memperhatikan mereka tanpa sadar dari persimpangan jalan sementara saya menggigit coklat bar nutrisi yang saya makan untuk makan malam, membuatnya bertahan lama.
Saya bergumang selama beberapa saat. "Bebas...."
Tanpa sadar, aku berdiri di tengah persimpangan jalan, beruntung tak ada kendaraan yang melesat dengan cepat untuk menghantamku.
Jadi, aku dapat selamat dan tetap hidup meski orang-orang di dalam mobil menekan bel dan meneriaki saya.
Saya berlari dan menyebrang jalan di sana tanpa peduli dengan kata-kata menyeramkan dari mulut dan kelakson kendaraan yang berisik.
Beberapa menit kemudian setelah aku berlari menuju ke suatu tempat. Gemercik bel yang berasal dari lonceng pintu yang tertutup.
Pintu kayu yang di beri warna merah dan sebuah kaca kecil berbentuk kotak untuk bisa ku intip.
Seorang penjaga buku menunduk dan memberi saya hormat sambil berkata. "Selamat datang...."
Tempat yang sedang ku datangi adalah sebuah perpustakaan megah yang ada di tengah kota.
Untuk waktu yang cukup lama setelah aku tak pernah menggunjungi perpustakaan untuk membaca buku.
Hidungku merasakan partikel-partikel kecil yang terhisap dan menjadi satu dengan oksigen yang masuk ke paru-paru.
Aku bergumang pelan sambil berkata, "ah, toko buku, sudah lama aku tak kesini dan merasakan bau-bau nostalgia yang teringat."
Beberapa kutu buku menatap pakaian saya yang kuno. Tapi, saya tak peduli dengan apa yang akan mereka katakan dan pikirkan terhadap saya.
Aku berdiri di antara rak-rak setinggi lima meter yang penuh dengan buku-buku roman, biografi dan ilmu teknologi.
"Oh, itu dia." Aku mengambil sebuah buku tebal dari rak-rak buku yang tersusun dengan rapih dan bersih. Seolah tempat ini selalu di bersihkan dengan baik dan benar oleh seseorang.
Buku paket biru itu dicetak dengan gambar siluet dari bayangan komputer yang meluncur ke langit dan kata-kata yang bertuliskan.
"Bahasa Pemograman."
Aku bernafas lega ketika berhasil menemukan buku yang saya butuhkan.
Tanpa ragu, saya pergi ke area pojok dari sebuah aula yang penuh dengan rak-rak buku yang tinggi.
Berusaha untuk bersembunyi dari orang-orang kutu buku dan kacamata tebal yang merasa aneh ketika melihat orang berumur seperti saya datang ke tempat anak remaja ini.
Waktu yang ku lewati di dalam perpustakaan, mencapai batas-batas wajar seseorang dalam membaca buku.
129 halaman yang saya baca, terasa sangat sedikit jika di bandingkan dengan ilmu yang saya dapat.
Di mulai dengan membaca 'Dasar-Dasar Pemograman Komputer' seperti; sistem bilangan, pemograman komputer, perangkat keras komputer, bahasa pegoraman hingga penulisan dan element dasar bahasa pemograman.
Waktu yang tepat untuk pergi dan beristrirahat setelah perpustakaan itu sudah melewati batas waktu tutup.
Aku baru mempelajari dasar-dasar dalam bahasa pemograman.
Setelah aku selesai membilas seluruh tubuhku dengan air dingin yang membuat seluruh tubuhku mengigil kedingan.
Memakan coklat bar yang tersisa sebagai menu makan malam.
Berbaring di atas kasur sambil bergumang pelan.
"Selamat tidur..."
...***...
...Siang hari....
Pukul 13:40.
Aku terbangun jauh lebih siang di bandingkan hari-hari sebelumnya.
Suara ketukan pintu yang keras, seolah pemilik suara sedang terdesak atau di kejar-kejar oleh sesuatu.
Aku membuka separuh mataku, melihat ke jam dinding kamar untuk menggetahui lebih pasti menggenai waktu.
Aku bangkit dengan jacket dan celana jeans yang masih ku gunakan.
Melihat melalui celah kaca penggintip di pintu kayu depan. Kemudian, aku bisa melihat dari balik sana, dua orang pria kekar dengan wajah gelap yang terlihat marah dan siap memukul seseorang.
Tak lupa mereka juga beteriak dan mengedor pintu saya dengan amarah.
"Haii!! Keluarlah! Kami tau anda ada di dalam!!"
Aku langsung berjalan mundur selama beberapa langkah ke belakang. Wajahku shock dan aku masih menatap pintu kayu jati itu sambil membayangkan dua wajah pria menyeramkan yang ada di balik pintu.
Efeck shock di wajahku selama beberapa detik, sebelum aku berusaha untuk melangkah masuk kembali ke dalam kamar.
Menutupi tubuhku dengan selimut lembut, bersembunyi dan berharap oranh itu segera pergi dan meninggalkan rumah ini.
Aku rasa, ketukan yang mereka lakukan dapat di dengar oleh banyak rumah-rumah tetangga lainnya.
Orang-orang itu, mungkin berdiri selama dua puluh menit di rumah saya sebelum pada akhirnya mereka putus asa dan pergi meninggalkan tempat ini.
Tbc