
Pria remaja yang misterius.
Disuatu sudut ruangan, aku melihat seseorang yang menggenakan kerudung pada jacketnya yang bewarna hitam, duduk tenang di bagian pojok, tak ada siapa-siapa di sampingnya.
Meski begitu, aku masih bisa melihat layar komputernya, itu bewarna hitam. Lalu, cahaya putih yang bersinar, berasal dari tulisan aneh dan tidaklah normal.
Apa yang sedang pria itu lakukan? Gumang ku di dalam hati.
Sama seperti orang-orang lainnya, tangan si pria yang menggenakan jacket dan bekerudung itu, berada pada keyboard dan site-site yang dilihatnya di jendela browser melayang di sekitarnya, dengan sukses melengkapi laporannya.
Hal menggejutkan lainnya, si pria terlihat sedang menggetik sesuatu kata yang tak ku pahami.
Saya berpendapat jika ia sedang menggeluarkan bahasa pemograman yang rumit dan sulit.
Si pria terlihat sedang menulis dengan bahasa pemograman, di dekat papan keyboarnya, ada sebuah cangkir kopi panas yang terkadang ia hirup dengan nikmat.
Kemudian, aku memberanikan diri untuk bertanya dengan suaraku yang lantang dan memecahkan fokus si pria bekerudung itu.
"Permisi tuan... apa yang sedang anda lakukan?"
Si pria sedikit melirik ke arah ku, namun ia tidak benar-benar menunjukan seluruh wajahnya.
Saya terkejut karena ia adalah seorang anak remaja yang usianya ada di bawah saya.
Setelah aku memecahkan fokusnya, ia menjawab dengan nada yang berat.
"Saya sedang melakukan serangan DDOS."
"Apa itu?"
Pria itu menjawab pertanyaan saya dengan ekspresi kecut di wajahnya.
"Lebih baik anda cari tau saja sendiri..."
Setelah ia menggatakan hal itu, ia kembali menatap layar komputernya dengan fokus yang sama seperti sebelumnya.
Setelah berbicara dengan si pria yang menggenakan pakaian serba hitam itu. Aku mulai sadar, jika orang itu adalah anak remaja yang memiliki umur di bawahku.
Aku menggucapkan kata-kata yang sedikit terbata-bata kepada pria itu:
"A... ak-aku... ingin menyewa komputer...."
"Untuk berapa lama?"
"Satu jam."
Setelah mendengar kata-kata saya, pria itu kembali duduk dan melihat ke layar menu komputernya.
Kemudian, ia memberi saya sebuah kertas tipis sambil berkata.
"Ini.... silakan duduk di komputer nomor 7."
Itu adalah kertas billing atau tagihan yang harus saya bayar dari konsekuensi—dari komputer yang akan saya gunakan.
Dengan agak canggung, saya duduk di barisan antara anak-anak muda yang sedang fokus bermain video game online.
Saya memutuskan untuk beselancar di internet, mengetik kata kunci yang berbunyi:
"Apa yang dimaksud dengan DDOS attack?"
Hanya memakan waktu selusin detik sebelum pada akhirnya tampilan layar komputer saya berubah menjadi penuh dengan tulisan-tulisan dari artikel.
Setelah saya membaca itu selama selang beberapa waktu kemudian. Aku berhasil menyimpulkan, jika DDOS attack adalah serangan dunia maya di mana pelaku berupaya membuat mesin atau sumber daya jaringan tidak tersedia bagi pengguna yang dituju dengan mengganggu layanan host atau server yang berfungsi dengan benar sehingga, secars tidak langsung mencegah pengguna lain untuk mengaksesnya layanan dari komputer yang di serang.
Mudahnya, serangan DDOS akan menyerang dengan target Software Loic dan Dos Http.
Setelah membaca itu pada layar dengan sinar biru, aku menoleh dan melirik ke arah sisi pojok, orang yang ku lihat, merupakan orang yang menyebutkan saya menggenai DDOS attack.
Aku menaruh ekspresi shock, seakan tak percaya dan terkejut heran ketika mendapati jika orang yang sebelumnya berbicara dengan saya barusan adalah salah satu dari hacker atau peretas yang pernah merusak hidup saya secara tidak langsung itu.
Apakah dia termasuk orang yang jahat?
Tbc