Who Are You? :Kill The Hacker

Who Are You? :Kill The Hacker
Chapter 22



Menambah rasa akrab.


Saya melihat Rasy duduk di ujung tebing rooftop. Di atas rooftop sebuah gedung kosong yang tak berpenghuni dan terbengkalai.


Gedung-gedung kosong dan mulai runtuh seperti ini sangatlah mudah untuk di temukan. Hal itu bisa terjadi karena sikap pemerintah yang membiarkan begitu saja bangunan-bangunan tua ini agar tetap berdiri.


Baiklah, kembali ke pembahasan utama, saya mencoba duduk di samping Rasy. Membiarkan kaki kamu bergelantungan di atas ketinggian lebih dari dua puluh meter.


Ketika aku mencoba duduk, saya berdehem pelan sambil bertanya, "Ehem.... hmmm... Kenapa kau menggabaikanku waktu itu?"


Ia melirik ke arahku sambil tertawa dan berkata, "waw... kau begitu penasaran 'mengapa aku sangat tertutup?' Sulit menjelaskannya. Tapi, mudahnya beginih.... pada dunia internet.... jangan percaya kepada siapapun... begitu juga dengan dunia nyata non virtual ini."


Saya menegakan bahu saya perlahan, itu menggejutkan dan pembicaraan berhenti hingga kami bisa merasakan pemandangan indah dari pejalan kaki yang terlihat kecil di atas gedung pencakar langit itu.


Gedung kosong yang terlihat tua, hancur, berhantu dan sangat berantakan dengan puing-puing hancur.


udara di atas benar-benar terasa sangat sejuk dengan angin sepoi-sepoi dari keindahan kota pada malam hari.


Angin bertiup dan membuat tubih saya begetar menggikuti arus angin. Tepat di atas balkon, saya berdiri dengan perasaan takut 'ketinggian.'


Rasy memulai obrolan dengan satu tarikan nafas, "Dunia internet sedang tidak baik..."


Saya otomatis langsung melirik ke arahnya, "Apa?"


"Hmm.... dunia internet saat ini, di isi dengan hal-hal negatif.... seperti: penipuan, situs pornografi, dan aku rasa... ada sebuah organisasi buruk yang bekerja dan berkuasa di dalam sana, atau bisaku katakan mereka yang menggendalikan semuanya." Kata Rasy dengan tatapan kosong ke bawah, melihat kendaraan-kendaraan yang nampak terlihat kecil di bawah sana.


"Seberapa tau kau menggenai dunia internet?"


Rasy mengelus dagunya perlahan, dia berpikir sebelum berbicara, "Mungkin aku bukanlah kutu buku, tapi selama ini saya telah menyaksikan begitu banyak aksi di internet."


"Hmm? Aksi apa?"


"Ah... itu tak terlalu penting..."


Saya mengeryitkan dahi, sedangkan Rasy hanya tersenyum sambil memangut-mangutkan kepalanya dengan ekspresi aneh.


Saya tau bahwa Rasy menyembunyikan sesuatu, dia memang sangat tertutup pada beberapa fakta tentang dirinya. Benar-benar misterius.


"Oh ya... sebelum itu, bisakah saya bertanya satu hal?"


"Apa itu?"


"Mhh? Usia? Itu sekitar 25 tahun."


Saya duduk di sebelahnya, dengan perlahan dan tatapan takut akan perasaan saya terhadap ketinggian.


"Whoaa.... berarti anda jauh lebih tua dibandingkan saya? Berarti aku harus memanggilmu 'pak' begitu."


"Hahahaha~ apakah aku sudah terlihat setua itu untuk berteman denganmu?"


"Tidak juga... tapi umurmu setara dengan guru-guru di bangku sma pada umumnya."


"Ya... tentu saja... seharusnya mereka telah satu tingkat denganku...."


"Hmm? Kau pernah berkuliah sebelumnya?"


"Hmmm... ya..."


"Waw..... anda benar-benar sangat tidak ku duga pak."


"Hahaha~"


Saya melirik ke arah wajahnya yang duduk beberapa centi di samping saya. Ia mulai sedikit lebih terbuka dan akrab denganku.


"Oh ya... boleh saya bertanya?"


"Apa itu?"


"Bisakau jelaskan kepada saya. Darimana kau mempelajari cara meretas dan kemampuanmu dalam bidang komputer?"


"Itu sulit untuk saya jelaskan. Tapi, singkatnya. Saya mempelajarinya sejak usia saya mengginjak sepuluh tahun."


Sejak pembicaraan di atas balkon waktu itu, kami berdua menjadi sangat akrab, bahkan sudah seperti patner kerja.


Tbc