Who Are You? :Kill The Hacker

Who Are You? :Kill The Hacker
Chapter 12



mejelajahi internet.


Internet terdalam, tak muda untuk orang biasa memasukinya. Bagaikan gunung es yang hanya muncul beberapa meter di permukaan tanah.


Tetapi, sebenernya gunung es itu di ibaratkan seperti piramida yang masih memiliki ujung panjang yang ada di bagian terdalam lautan yang sulit di lihat oleh orang-orang biasa.


Mungkin, itu hal yang bisa saya gambarkan menggenai internet.


Aku tau, jika dunia internet pada bagian terdalam masih menyimpan begitu banyak rahasia dan hal-hal yang tak pernah di ketahui oleh orang-orang awam seperti saya.


Suatu hal yang saya ingat, sebuah teori yang menggatakan jika internet menyimpan sebuah rahasia dalam yang setara seperti rahasia yang ada di kedalaman laut.


Merasa cukup dengan pembahasan informasi itu, aku menggetik kata kunci yang berbeda pada mesin pencarianku.


"Apa itu hack?"


Tak perlu menunggu lama, beberapa detik kemudia, layaf komputer saya menunjukan sebuah jawaban dari pertanyaan itu setelah keluar hanya dengan selusin detik.


"Hacker adalah sebutan bagi seseorang yang ahli dalam meretas atau menerobos sistem keamanan jaringan komputer. 


Hacker sendiri dianggap sebagai pekerjaan kriminal karena dapat dengan sengaja meretas data privasi orang lain untuk keuntungan baik finansial, maupun politik."


Masih pada artikel yang sama, aku terus mencari tau lebih dalam lagi.


Salah satu hal yang membuatku terkejut adalah, beberapa kasus pencurian data-data privasi seperti; kasus pengambilan foto atau video privasi pada bagian audio atau kamera laptop seseorang, pembobolan system sebuah perusahaan, pemerasaan melalui via email, meretas melalui akun email, dan iklan spam.


Aku merasa shock setelah membaca informasi itu, aku sedikit menyadari jika kejahatan hack itu sangatlah berbahaya. Saat itu, aku sadar jika aku buka korban yang tak mendapatkan sebuah masalah yang tidak begitu besar jika di bandingkan dengan kasus-kasus yang saya baca ini.


Kemudian, saya berdiri dari kursi nyaman meja itu, keringat dingin bercucuran di wajah saya, sambil melirik ke arah sekitar, saya bergumang kecil ketika melihat orang-orang pengguna internet yang misterius.


"Masalah utamanya.... orang-orang.... akan sulit mencari tau pelaku hacking itu sendiri."


Saya merasa mual, lalu berjalan menuju ke pintu keluar, meninggalkan monitor komputer yang masih menyala dengan mesin pencarian yang masih aktif.


Tuan berbadan gemuk yang berdiri di meja reserpasi, menaggih uang ketika melihat saya yang tengah berusaha keluar.


Aku tak menjawabnya, karena tangan saya berusaha menutup mulut saya yang ingin muntah.


Namun, aku berhasil menarik sebuah kertas uang yang cukup untuk membayar total billing tagihan itu.


Setelah saya membayar tagihan itu, si pria kembali duduk dengan tatapan biasa.


Namun, beberapa detik kemudian setelah ia duduk di kursinya, pria berkacamata yang nampak kesulitan untuk berdiri itu menatap saya sambil bertanya.


"Apakah anda tak berniat menghabiskan waktu penggunaan yang masih tersisa sekitar lima puluh menit itu?"


Saya tak menjawab, menggelengkan kepala dan berjala pergi meninggalkan tempat itu.


Saya kembali ke rumah, menutup dan mengunci pintu rumah dengan rapat-rapat agar aman.


Aku sudah merasa jika diriku jauh lebih baik ketimbang sebelumnya.


Aku membuka lemari bajuku, lalu menggambil sebuah tas berisi laptop yang saya ketahui jika laptop itu sudah rusak dan tidak dapat bekerja dengan baik.


Jika aku berpikir secara baik-baik. Maka, ada sebuah system atau hal-hal penting yang ada pada laptop saya, dan kemungkinan itu sudah di kuasai oleh orang lain.


Artinya, saat ini aku hanya perlu menunggu waktu untuk melihat jika hal-hal penting menggenai laptop saya akan hilang begitu saja.


Saya mencoba tenang dan menghirup nafas secara perlahan, mencoba untuk menghidupkan laptop saya kembali.


Tbc