
Fatih sangat bersungguh-sungguh. Dia tak henti-hentinya mencari keberadaan pemilik akun itu.
Patut disebut sebagai santri tertua di Pesantren Teknologi Qur'ani. Tak sia-sia ayah mendidiknya.
Begitu juga dengan tuan asing yang tak tau asalnya darimana.
Mereka memiliki kerja sama yang baik. Tak ada ruginya membawa pria asing ini.
Pagi ini, kami bertiga akan menuju alamat yang sudah didapatkan oleh pria asing itu.
"Alamatnya tak jauh dari apartemenku!" gumamku pelan setelah mengetahui alamat yang akan dituju.
"Sepertinya, dia mengenalmu. Dari data yang sudah dirangkum, pemiliknya sengaja datang kesini. Dia ingin kau langsung yang bertindak," jelas tuan asing itu.
"Siapa? Apakah aku membuatnya tidak senang," tanyaku penasaran.
"Aku rasa dia hanya ingin membuatmu menderita!" jelasnya lagi.
Kami telah sampai di depan rumahnya. Sangat tenang. Seperti tak berpenghuni.
"Aku rasa yang tinggal di rumah ini adalah seorang wanita!" tebak pria asing itu.
"Bagaimana kau mengetahuinya?" tanyaku.
"Tak payah! Hanya melihat sendal yang tersusun rapi di rak depan rumahnya!" Pria asing ini sangat teliti. Bahkan, kami tak melihat rak di depan rumahnya.
"Lalu, siapa yang akan pergi menemuinya?" Aku bertanya tentang rencana selanjutnya.
"Aku saja! Tugas ini diberikan padaku, biar aku saja!" Fatih menyambar dengan cepat.
"Baiklah, jika itu yang kau mau!" ujarku.
Aku dan pria asing ini bersembunyi dan memantau dari kejauhan.
Fatih memulai aksinya. Dia mulai mengetuk pintu secara perlahan-lahan.
Gagang pintu mulai tergerak. Pemiliknya merespon kedatangan Fatih.
Pintu segera terbuka. Betapa kagetnya diriku,
"Syafira?" Bibirku spontan menyebut namanya.
Tak salah lagi, aku masih sangat mengingatnya. Tapi, dimana aku bertemu dengannya. Aku jelas tak ingat dimana aku pertama kali mengenalnya.
"Ah!!" jeritku kesakitan. Tiba-tiba saja, kepalaku terasa sangat sakit.
Pria asing ini sangat prihatin padaku.
"Ada apa?" tanyanya lalu merangkulku.
"Apakah kau akan merasa kesakitan kala mengingat hal-hal yang berkaitan dengan Fukuoka? Tapi, kenapa kau tak kesakitan ketika berada di sampingku?" tanya pria asing alias Tamis dalam batinnya.
"Bawa aku pergi!" pintaku tak kuat menahan rasa sakit.
\#\#\#
Sementara Fatih, dia berusaha mencuri hati wanita ini. Mencuri hati jadi saling jatuh cinta.
Fatih yang sangat lemah lembut, perhatian dan penuh kasih sayang. Membuat Syafira takluk olehnya.
Dia tak tau ada apa dibalik semuanya. Syafira telah dibutakan oleh cinta. Membuatnya lupa akan tujuan sebenarnya.
Dia membeberkan semua rencana jahatnya. Dan tak tau kejadian apa yang terjadi dibalik berita bohong itu.
Ternyata, Fatihlah santri yang berada dalam foto dari berita yang tersebar. Rekayasa berita menggelapkan kejadian yang sebenarnya terjadi. Dan terbongkarlah dalang dibalik semua ini, Nyonya Jeean Quinshaa. Mereka adalah saudara kandung. Nyonya Jeean mencuci otak adiknya sendiri demi balas dendamnya sendiri. Dia memiliki kebencian yang terpendam denganku.
Masa lalu apa yang telah kulupakan? Kenapa aku bisa mengingat orang-orang ini tanpa pertemuan di masa lalu. Apa yang telah disembunyikan dariku?
\#\#\#
Kedua insan ini benar-benar telah saling mencintai. Namun, Fatih tetap setia dalam tujuannya. Dia tak ingin menyakiti hati Syafira. Biarlah dia membohongi dirinya sendiri. Tapi tidak untuk Syafira.
"Syafira, aku berharap kita tetap menjadi teman! Saling membantu tak menyakiti satu sama lain!" ujar Fatih dengan berat hati.
"Teman?" ucapnya tak menyangkal, "aku mengira kau juga menyukaiku, bahkan lebih dari cinta yang kumiliki ini. Tapi baru saja kau katakan, kau menganggapku hanya sebatas seorang teman?"
"Aku tak ingin kau membenciku dilain hari. Aku mohon, jangan terlalu mencintai seseorang. Semakin besar cintamu, maka akan semakin besar kebencian yang akan timbul dihatimu!" Fatih mencoba menjelaskan semuanya.
"Fatih, aku rela kau menyakitiku bahkan membunuhku. Tapi, aku mohon. Biarkanlah aku merasakan cintamu yang tulus," ucap Syafira menitikkan air mata.
Fatih juga merasa telah menyayat hatinya sendiri. Tapi, bagaimanapun juga ini adalah tugas mulia dari guru. Tujuanku bukan mencari cinta, tapi mencari keadilan.
"Maaf, Syafira! Biarlah hubungan kita berhenti disini," Fatih mengucapkannya dengan hati yang berat.
"Adakah kesempatan agar kita bertemu lagi?"
"Aku berharap besok kita akan bertemu lagi! Aku juga berharap, agar kau tak menaruh kebecian jika kita bertemu!" ucap Fatih mengisyaratkan.
"Aku tak akan membencimu!" balasnya dengan tangisan perpisahan sementara.
Fatih meninggalkannya dengan perkenalan sebatas lima hari yang berbumbu cinta.
Namun, Syafira belum mengetahui tujuan sebenarnya dari tindakan Fatih ini.
🥰🥰🥰Saksikan peperangan dunia maya yang menyakitkan dua insan yang saling mencinta 🥰🥰🥰