
"Hai, Mert!" sapaku dipagi hari yang cerah. Sementara Mert tengah sibuk mengoperasi mesin yang ada di hadapannya.
"Mesin apa itu?" tanyaku, lalu melangkah mendekatinya.
"Bukan apa-apa! Hanya sebuah jaringan internet yang akan disebarkan keseluruh dunia" jawabnya.
"Gratis?" tanyaku spontan.
"Di dunia ini tidak ada yang gratis, uang mengendalikan segalanya. Ini hanya menguntungkan perusahaan yang menerima dengan gratis" ketusnya.
"Bagaimana mungkin menguntungkan, bukannya untuk membuat alat ini membutuhkan biaya yang sangat mahal!"
"Ada racun didalam madu!" celetuknya.
"Ha?? Maksudmu, semua ini hanya permainan belaka. Dan semua ini hanya memalsukan kebenaran? Beritahu aku semua yang telah kau ketahui!" desakku.
Mert menghentikan pekerjaannya. Duduk lalu menghela nafas panjang. Aku menghampirinya, dan siap mendengar semua yang telah ditutupi dari mataku.
"Aku telah lama bekerja disini, sejak berumur 7 tahun. Namun, pekerjaanku belum terlalu berat. Cukup mendalami perihal teknologi." jelasnya singkat.
"7 tahun??"
Mert melanjutkan kisahnya. " Di umur itu, aku tak bisa membedakan belajar dan bekerja. Bagiku, itu belajar bukan bekerja. Namun, apa boleh buat. Semuanya hanya perintah."
"Tunggu! Bagaimana kau bisa sampai di perusahaan ini? Bukankah Palestina sangat jauh dari sini?" selipku.
Mert tersenyum sinis,"Aku anak angkat ayah Tamis! Kala itu, ayahnya yang melindungiku, dan menyuruhku untuk pergi kesini. Dia mengurus segalanya, hingga aku bisa menapakkan kaki disini. Tapi, aku tak boleh mengungkapkan keberadaan ayah. Ayah hanya memberitahuku, 'Jika kau telah berada dihadapan Tamis. Katakan padanya, teknologi adalah otakku. Kau bisa mengujiku. Terimalah aku, aku sangat membutuhkan anda tuan!'. Kala itu, aku sangat bingung. Tak sedikitpun pengetahuan teknologi ada di otakku. Bagaimana aku harus melewati ujian ini?"
"Apakah itu artinya, ujianmu adalah mempelajari semua buku teknologi itu? Dan kau telah berhasil."
Mert lagi-lagi menghela nafasnya." Umurku semakin bertambah, pengetahuan dan cara pikirku semakin berkembang. Dan, rahasia demi rahasia terbuka jelas dihadapanku"
Rasa penasaran terus mendekapku.
"Semua yang dilakukan perusahaan ini hanya untuk menjatuhkan kecerdasan generasi yang akan datang. Dan aku melihat titik dendam tersembunyi. Aku tak tau jelas pada siapa dendam itu?. Cara ini adalah salah satunya, menyebarkan jaringan keseluruh dunia. Dan menetapkan biayanya."
"Bukankah hal itu wajar dilakukan? Jika masyarakat menggunakannya, maka harus membayar dengan jumlah yang telah ditentukan."
Mert lagi-lagi memberikan sanggahan, "Bahkan, dirimu telah masuk dalam perangkapnya. Kau juga tak mengetahui bahwa jaringan ini telah lama diberikan secara gratis oleh penemu Nikola Tesla"
"Siapa dia?"
"Beliaulah penemu yang sesungguhnya, penemu yang nama nya telah dihapus dunia. Dia yang menemukan Wandenclyffe tower, untuk memancarkan seluruh energi listrik keseluruh dunia secara gratis. Namun, tak satupun dari generasi baru yang mengetahui itu."
"Setelah kepulanganku, aku akan mengenalkannya pada seluruh santri di pesantren ayahku!" ujarku dengan penuh kegigihan.
"Tak semudah itu, dunia telah menghapusnya. Tak mudah bagimu untuk memberikan penghormatan untuk penemuannya. Banyak orang yang akan menyanggah orang kecil sepertimu" ketusnya.
"Em, lalu, mengapa kau mau membantu menyebarkan kebohongan ini? Bukankah sama saja kau telah membohongi seluruh umat dunia?"
"Aku tak membantu, aku hanya berusaha untuk membongkar semua kebohongan ini!"
ujarnya.
"Tapi, bukankah jika kebohongan terbongkar, maka kepercayaan orang-orang akan hilang padamu?"
"Tak ada gunanya kepercayaan bagiku, Tesla lebih berhak untuk kepercayaan itu!"
♥️ini hanya bab tambahan, membuka hati dan pikiran anda, apakah pernah mengenal Sang Nikola Tesla?"♥️