The Strongest Hybrid

The Strongest Hybrid
CH 09:Babak Semifinal



Pertandingan babak perempat final dimulai Astrea De Reiven akan melawan Leon Ramsey terlebih dahulu, meskipun Astrea anak yang berbakat dalam sihir api akan tetapi sihir tanah dari Leon Ramsey tidak dapat di remehkan, meskipun perlengkapan sihir milik Leon tak sepadan dengan milik Astrea, tetapi kekuatan sihir miliknya setidaknya dapat menimbangi kekuatan sihir api Astrea. Sejak awal pertandingan mereka berdua langsung beradu sihir dengan hebat, karena kedasyatan sihir tanah Leon, seluruh area pertandingan pun bergetar layaknya gempa bumi, bisa dibilang kekuatan sihir Astrea kalah tetapi Astrea tidak diam dan mencoba menyerangnya dengan kemampuan fisiknya, mereka pun beradu kekuatan jarak dekat mereka dan hasilnya Leon kalah dalam hal serangan fisiknya dia terluka di bagian kaki kirinya karena terkena goresan dari tongkat sihir Astrea maka dapat di tentukan kalau dia yang masuk ke babak final.


...****************...


Pertandingan selanjutnya adalah Mathius melawan Rorochiyo Stella sang pengguna sihir cahaya juga seorang Summoner(pemanggil) dia memiliki ciri khas pada tongkatnya yang memiliki sebuah miniatur sangkar burung dengan permata hijau di dalam sangkarnya, nama tongkat itu adalah Spirit Cage Wand yang dapat memanggil roh yang memiliki kontrak dengan pemilik Tongkat, seperti Roh air Nicht yang pastinya sudah memiliki kontrak dengan Stella. saat bersiap di area pertandingan, Mathius mengajak Stella berbicara


"Hai, selamat siang Nona Rorochiyo Stella" ucap Mathius (wahh ternyata dia sangat cantik tetapi dia memiliki telinga Elf, apa mungki dia sebangsa dengan Caliph? , dalam hati Mathius)


" se-selamat siang Tuan Magius" jawab Stella yang selalu takut jika berbicara dengan orang asing


"anuu, kamu kenapa? jangan takut begitu aku tidak akan menggigitmu kok, hahaha, tapi omong omong namaku Mathius bukan Magius" ujar Mathius


"M-maafkan lah aku, aku suka gagap di depan orang a-asing,tetapi jika berkenan panggil aku S-Stella saja tidak usah Nona " jawab Stella


"baiklah Stella, apa kau siap menghadapi ku hari ini, jangan menahan diri ya"ucap Mathius


"Siap mulai" teriak wasit


"maaf ya Stella kamu harus kalah hari ini" ucap Mathius


Mathius langsung berpindah tempat dengan sangat cepat ke arah belakang Stella, akan tetapi dia telah memanggil roh agung air yang bernama Undine dan roh itu melindungi Stella dari serangan Mathius dengan perisai air, hasilnya Mathius bahkan tidak dapat menyentuhnya dan akhirnya mundur


"oi oi, bukankah itu roh agung Undine? bagaimana bisa kamu memanggilnya? " tanya Mathius


"berisik, Sihir Roh air:Crushing Water, matilah"ucap Stella


Mathius pun langsung terbang di udara untuk menghindari serangan Stella


"hei hei apa aku salah melihat? "


"anak itu bisa terbang? "


begitulah teriakan penonton pertandingan


"tak kusangka Mathius bisa terbang di udara" ucap Tobias


"iya pantas saja jika aku kalah darinya" ujar Solid


"hahaha, kamu jangan terlalu percaya diri karena dapat memanggil salah satu dari ke empat Roh agung" ucap Mathius


Stella terkejut karena melihat lawanya dapat terbang menghindari serangan dari Roh agung Undine


"bagaimana bisa dia terbang?, tidak mungkin, aku bahkan tidak dapat merasakan kekuatan sihirnya" ucapnya dalam hati


" Sekarang giliranku untuk menyerangmu"


Mathius mengangkat tanganya kiri ke atas dan muncul Tombak merah miliknya


"hadapilah tombak ku" ucap Mathius sembari melempar tombaknya ke arah Stella


"Sihir Roh air, Great Spike" teriak Stella


Tombak merah Mathius pun berhantaman dengan sihir tingkat tertinggi dari Roh air, meski begitu kuat, tombak Mathius tetap dapat menembus kekuatan Great Spike serta menusuk badan Roh air Undine dan masih menembus lagi, Mathius langsung bergerak menuju tombak yang mengarah ke kepala Stella, karena kecepatan yang dimilikinya dia dapat menangkap tombaknya dengan tangan kirinya


"(menyentil dahi Stella) kamu menyerah saja ya Stella, aku tidak ingin wajah cantikmu tergores luka" ucap Mathius sambil tersenyum


"anu-anu-anu, b-baik aku menyerah" jawab Stella dengan muka memerah.


Wasit pada hari itu diam ternganga karena tidak mungkin kekuatan besar dari salah satu keempat Roh agung dapat dikalahkan dengan satu serangan tombak kecil


" dia monster dimana kau mendapatkan anak itu? "ucap Kepala sekolah Roy


"dia anak dari salah satu pejuang hebat dari desaku, bahkan kemarin malam dia berhasil mengusir kelompok suku Red Eye yang menyerang desa kami" jawab Rexar


"hah? anak se usia dia dapat mengusir kelompok suku Red Eye yang dulu paling di segani? tidak mungkin" ucap penyihir perwakilan dari Holy Kingdom yang menjadi juri bernama Julian


"tidak apa apa jika kau tidak percaya, tetapi aku telah melihat nya dengan mata kepala ku sendiri, dia melancarkan sihir api tingkat tinggi yang bahkan aku tidak percaya jika itu ada, karena aku hanya mendengar dari cerita guru ku dulu jika dewa api memiliki sihir api paling tinggi yaitu api hitam yang merupakan kombinasi sihir api dan kegelapan"ucap Rexar


"ahh iya aku mengingat itu sekarang dulu guru menceritakanya pada kita berdua, dan jika kau berkata demikian tidak mungkin jika aku tidak percaya pada ceritamu" ujar Roy


"kau tau? yang paling tidak di percaya adalah.. dia masih berusia 2 tahun"ucap Rexar


" Apaa? tidak-tidak mungkin, bagaimana anak berusia 2 tahun dapat tumbuh sebesar itu? "ucap Julian


"hahaha aku akan mengira kau akan terkejut, tapi usahakan agar kau menjaga rahasia ini, sebenarnya dia tidak berasal dari dunia ini, dia adalah anak Hybrid" ucap Rexar


"Hybrid dari mana nya? jelas jelas dia manusia, bahkan jika dia setengah Elf telinganya akan membentuk lancip bukan?" ujar Roy


"dia berbeda dengan makhluk di dunia ini, dia adalah anak setengah Iblis dan setengah Malaikat, dia adalah anak yang tertulis dalam Raja Iblis yang dulu aku kalah kan di dunia ini"ucap Rexar


"tetapi Iblis di dunia ini tak begitu kuat bahkan Raja Iblis yang Anda kalahkan juga bisa di bilang tidak terlalu kuat, dan yang ku tau Ras Malaikat hanya ada di dunia yang berbeda" ujar Julian


"Iblis di dunia ini berbeda dengan Iblis di dunia Mathius, di dunia ini monster saja sudah di juluki Iblis sedangkan di dunia Mathius, kekuatan Iblis mungkin akan setara dengan Raja Iblis di dunia ini,bahkan Raja Iblis yang aku kalah kan dulunya adalah jelmaan dari seekor naga yang telah membunuh banyak umat manusia sehingga mendapatkan julukan Raja Iblis"ucap Rexar


"lantas mengapa dia sangat kuat? apa perbedaanya dengan Iblis di dunia ini? " tanya Roy


"entahlah mungkin di dunia nya dulu adalah tempat Hidupnya para Malaikat dan juga Iblis sejati dan bisa di bilang dunia nya dulu adalah tempat leluhur para Iblis di seluruh Alam Semesta, maka dari itu dia sangat kuat dan dapat bertumbuh bahkan 5 kali lebih cepat dari anak se usianya dan juga biasanya nama Iblis di kaitkan dengan tindak kejahatan,mungkin Mathius memiliki suatu julukan yang kita ketahui"jawab Rexar


"perkiraan anda sangat bisa di nalar dengan otak"ucap Julian


"pastikan untuk merahasiakan ini dari siapapun" ujar Rexar


Julian dan Roy menganggukan kepala.


Kemenangan Mathius membuat Tobias dan Solid merasa senang sekaligus bangga, karena peserta dari sekolah Desa Wildsand dapat bertahan hingga babak Final


"Machi kamu sangat hebat aku sangat bangga memiliki teman seperti mu" Ucap Tobias dengan bahagia


"hemm (menganggukan kepala) Terima kasih Tobichi" Ucap Mathius


"memang kamu anak yang hebat Mathius, ku kira kamu akan kalah hari ini"ujar Solid


" hahaha aku tidak akan pernah kalah melawan siapapun"ucap Mathius


Dan akhirnya Mathius masuk ke babak final melawan Astrea De Reiven, pertandingan mereka akan di mulai saat tengah hari, Mathius pun pergi berkeliling dan menemui Teman yang baru ia dapat kemarin yaitu Caliph,


"Hai Caliph kau melihat pertandingan tadi ya?"


ucap Mathius menyapa Caliph


"ya, kau selalu hebat seperti biasa, hallo Solid, Tobias"ucap Caliph


"Hai" jawab Tobias dan Solid


"kakak kenal mereka?


" hehh? Stellaa? "teriak Mathius dan Tobias terkejut.