
"yah aku memaafkan mu lagi pula aku tidak terluka sama sekali, jadi mengapa kamu menyerangku?" tanya Mathius
"Sebenarnya aku di suruh oleh Tuan Mark McQueen anak dari Viscount Mike McQueen, dia adalah pemilik tanah tempat panti asuhan yang aku tinggali saat ini, aku tidak berasal dari desa Wildsand melainkan desa sebelah yaitu desa Fang." ucap Dio
"aku juga tinggal di panti asuhan itu, aku bekerja sebagai perawat agar dapat menghidupi anak anak terlantar yang hidup di situ" ucap Vanessa
"lalu? " tanya Tobias
"aku melakukanya karena sebuah ancaman di mana dia mengatakan kalau dia tidak akan mendanai panti asuhan kami makanya aku takut itu akan terjadi dan aku pun melakukan apa yang dia perintahkan" jawab Dio
"haa? apaa? berani sekali bangsawan rendah sepertinya mengancam untuk menelantarkan bangunan yang ada di wilayahnya sendiri" ucap Tobias
"kau sungguh berhati baik Dio, tak kusangka kau melakukanya demi anak anak di panti asuhan itu" sahut Mathius
"baiklah, sebagai Pangeran kedua dari kerajaan Holy Kingdom sekaligus putra mahkota Kerajaan Aku Tobias akan menindak lanjuti kasus ini dengan campur tanganku, aku akan memberikan teguran keras pada anak Viscount itu, dan aku melarangmu untuk patuh pada anak bodoh itu" ucap Tobias
"T-Tapi aku tidak seberani itu untuk menentangnya" ujar Dio
"lawan saja dia dengan sihirmu jika dia menyakitimu, apa kau tidak punya sihir?" tanya Mathius
"tidak, aku tidak akan menggunakan sihirku hanya untuk hal itu, aku terlalu lemah karena aku hanya dapat mengendalikan sihir tingkat terendah" ujar Dio
"haa? apa maksutmu? lantas bagaimana bisa kau berada di kelas yang sama dengan kami?" tanya Tobias
"itu karena aku tidak dapat mengendalikan sihir tingkat tinggi ku makanya aku bersekolah di sini karena biaya nya bisa di bilang sangat lah murah"
"ohh jadi begitu" ujar Tobias
"Mengapa sih semua daerah di atur oleh bangsawan? , tidak seperti desa Wildsand ini" ucap Mathius
"yahh itu aku pernah mendengar kalau desa ini dapat berkembang tanpa tuan tanah maka dari itu desa Wildsand tidak di pegang oleh seorang bangsawan, yah kalau saja di pegang oleh bangsawan, bangsawan itu tidak akan macam macam jika dia sayang nyawanya" jawab Tobias
"ahh benar juga katamu hehe" ucap Mathius
"berteman lah dengan kami, dan mulai besok mendekat lah dengan kami" ujar Tobias
"Terima kasih Tuan Tobias, Tuan Penyihir Kegelapan aku akan selalu berada di dekat kalian"
jawab Dio
"kalau begitu kamu beristirahatlah kami pamit undur diri dulu, semoga lekas sembuh" ucap Tobias
"iya Terima kasih tuan" jawab Dio
Sungguh tak kusangka anak busuk itu akan menggunakan kekuasaan hanya karena membenciku, aku harus memberinya pelajaran, aku tidak ingin orang lain terkena imbas dari keegoisan anak Viscount bodoh itu
Aku dan Tobias kembali ke kelas dan pada saat kami ke kelas Tobi dengan perasaan marah langsung berteriak
"Dimanakah anak dari Viscount Mike McQueen yang bernama Mark McQueen haa?? cepat menghadap di depanku atau akan ku turunkan pangkat orang tuamu menjadi Baronet"
"tch, siapa kau? berani beraninya berkata begitu" jawab Mark
"Apa kau lupa denganku? aku adalah putra mahkota kerajaan Holy Kingdom, Tobias, aku pasti akan menindak lanjuti apa yang telah kau lakukan kepada Dio dan Panti asuhan itu" ujar Tobias, Mark pun langsung menghampiri Tobias dan bersujud
"baiklah, karena kau hanya masih melakukan ancaman terhadap Dio dan Panti Asuhan, aku akan memaafkanmu, akan tetapi jika kau tetap melakukan hal itu, aku akan mencabut seluruh aset bahkan tanah milik ayahmu dengan kuasa ku" ujar Tobias dengan marah
"baik, aku tidak akan mengulangi hal ini, aku berjanji" jawab Mark
"PERMISI" ucap Tobias lalu bergegas ke tempat duduk nya yang duduk di samping Mathius dan guru masuk ke kelas dan pelajaran pun di mulai, dan pada saat pulang Pak Rexar mencegat Mathius dan berkata
"Mathius, kau anak yang berbakat dan bahkan di sekolah ini kau yang terkuat dan kau juga sudah bisa menguasai kekuatanmu kekuatanmu sendiri, kami sudah tidak bisa mengajarimu lagi karena kau sudah menjadikan penyihir, dan mulai besok kamu akan lulus 2 tahun lebih cepat"
haah?? apa? aku lulus 2 tahun lebih cepat? lalu bagaimana dengan kehidupan ku? apa aku tidak akan melakukan apa apa lagi?
"tetapi pak, aku masih muda dan masih ingin tetap sekolah, lagipula jika aku menganggur, apa yang akan aku lakukan?" tanya Mathius
"kalau itu aku punya usulan, bagaimana jika kau bekerja di sekolah ini? mungkin sebagai asisten ku, tenang saja akan ku gaji" ucap Pak Rexar
"wah baik Pak aku akan bekerja di sini tapi mulai kapan aku bisa bekerja?" tanya Mathius
"bulan depan adalah semester berganti dan sekolah tersisa 1 setengah tahun lagi, dan pada saat pergantian semester kau akan bekerja sebagai asiten ku di sekolah ini" ucap Pak Rexar
"baiklah Pak, aku akan menjadi pekerja di sekolah ini, tetapi apa yang akan aku lakukan sebagai asisten mu?" tanya Mathius
"kau bisa menggantikanku saat aku tidak hadir, membantu pekerjaanku, mengurus dokumen, atau kau bisa mengajar sebuah kelas di sekolah" jawab Pak Rexar
"ohh begitu kalau begitu baiklah aku akan pulang dan membicarakan ini dengan orang tua ku, selamat tinggal Pak" ujar Mathius sambil berjalan pulang
"yaa hati hati di jalan" jawab Pak Rexar.
Wahh aku akan bekerja di sekolah dan aku akan lulus lebih cepat, tetapi kapan ya Chiyo lulus sekolah sihir? apa aku harus mencari tahunya tanpa harus menemuinya?
Mathius berjalan pulang dan pada saat datang di rumah
"aku pulang ayah, ibu"
"selamat datang Mathius ku" jawab ibu Mathius
"ayah, ibu, Pak Rexar bilang aku akan lulus sekolah pada pergantian semester ini, dan aku akan bekerja sebagai asistenya" ucap Mathius
"ehh, kok sudah main lulus saja, kamu kan masih bersekolah 1 tahun" jawab ayah Mathius
"tetapi kata Pak Rexar tidak ada yang bisa dia ajarkan lagi pada ku katanya karena aku sudah jadi penyihir" ucap Mathius
"yah kamu memang penyihir kegelapan sih, tetapi jika kamu memang mau begitu ya ibu akan selalu mendukungmu anakku" ujar Ibunya
"yah kalau ibu mu berkata begitu ayah tidak bisa melakukan apa apa"
"Terima kasih ibu, ayah, mulai semester depan aku akan membiayai kehidupan kita dan aku sudah bisa hidup mandiri" jawab Mathius.
Hari hari berlalu dan pergantian semester yang di nanti oleh Mathius pun tiba seperti biasa dia berangkat ke sekolah dan selalu berpapasan dengan Tobias dan juga Solid, Mathius di sambut oleh para guru dan juga Pak Rexar
"para siswa dan para guru, saya umum kan hari ini Mathius Twilight akan lulus sekolah dan akan bekerja di sekolah ini sebagai asisten ku"
"ehhhhhh!!"