
"Kyaaaahhhhhh... ".
"Dasar CABUL, MESUM, PENGINTIP, Pergi kau dasar bocah MESUUUUMMM!"
"ahh MAAF, MAAF. Aku tidak sengaja." jawab Mathius sambil bergegas kembali ke kolam yang satunya lagi.
Sudut pandang si Wanita tak di kenal:
ishhh dia itu siapa, berani beraninya mengintip ku saat mandi, tapi entah kenapa aku tidak bisa merasakan keberadaan nya ya? yah biarlah, lagi pula tadi dia menutup matanya kan? Ehh dimana bajuku ya? HAAHH!! jangan jangan ada di kolam sebelah, ahhhhhh bagaimana ini? aku harus meminta tolong padanya baik baik agar dia mau menolongku untuk mengambil pakaianku.
...****************...
"Heii! kamu yang di situ!! bi-bisakah kau mengambil kan pakaianku? Hei kamu!" teriak di wanita tak di kenal.
"ahh baik baik."
Aku pun mengambil kan semua pakaian yang aku temukan di tepi kolam tadi dan mengantarkan nya ke wanita itu.
Saat aku membuka semaknya aku melihat wanita itu berdiri dengan wajah malu malu mengulurkan tangan kanannya pada ku dan tangan kirinya mencoba menutupi buah dadanya.
"cepat berikan padaku, ihh kau ini." ucap wanita itu.
Aku kembali ke kolam ku dan berendam sejenak memikirkan hal yang baru saja terjadi padaku.
"Di-Dia sangat imut sekali." aku tak sengaja mengucapkan kalimat itu karena memang dia sangat imut nan cantik.
sudut pandang wanita misterius:
Haah kenapa dia mengatakan itu saat berada di dekatku, tetapi dia tadi menutup mata bukan?
"Hei aku bisa mendengar mu!"
"Ahh maaf maaf." teriak Mathius.
Kenapa aku berdebar debar setelah sekian lama, apalagi aku berdebar saat aku melihat wajahnya, apa yang terjadi padaku?
...****************...
Kembali ke sudut pandang Mathius:
Memang nya aku salah memuji dirinya? dia kan memang cantik tapi aku sama sekali tidak merasakan kalau dia manusia, hawa keberadaanya sangat berbeda dengan orang orang desa. Apa aku harus bertanya padanya? mungkin ini tidak sopan tapi aku harus mencari tau.
"Hei kamu yang di sana! apa sudah selesai memakai bajunya?" tanya Mathius pada wanita misterius.
"Yah sudah, me-memangnya kau mau apa huh?" ucap wanita misterius.
"bolehkah aku ke situ? aku ingin sedikit berbincang padamu" ucap Mathius.
"ya boleh sihhh, te-tetapi bukan berarti aku sudah memaafkanmu tentang hal yang baru saja terjadi," ucap wanita misterius.
"Hei hei!, kenapa kata katamu terbata bata?tenang saja aku tidak akan menggigit mu kok hahaha," jawab Mathius.
"hmmphh!!" ucap wanita sambil memalingkan wajah.
"jadi sebenarnya siapa dirimu? aku tidak pernah melihat mu di desa Wildsand," tanya Mathius.
"namaku Carmilla, kau tidak perlu tahu tujuanku," jawab wanita misterius.
"ohh jadi namamu Carmilla,sekarang jujurlah saja padaku, kamu ini bukan manusia kan?" tanya Mathius.
"hah? me-mengapa kamu bertanya begitu pada orang yang baru saja kamu temui?" tanya Carmilla (wanita misterius).
"sudah katakan saja! aku tidak akan mengatakan pada siapapun." ujar Mathius.
"hmmm baiklah, aku ini bukan manusia, aku adalah manusia setengah kucing. Apa kau sudah puas ha?" ujar Carmilla dengan muka masam.
"jadi kau benar benar bukan manusia ya? tetapi aku masih belum puas karena kamu belum mengatakan tujuanmu," ucap Mathius.
"aku hanya ingin berendam di sini, dan akan bahaya jika kau mengetahui tujuan asli ku," ucap Carmilla, fakta unik:tujuan Carmilla adalah mandi di Oasis yang di percaya memiliki sihir di dalamnya yang dapat membuat kulit semakin halus dan dapat mencegah pertumbuhan bulu di **** **********. Tak hanya itu kekuatan sihir di Oasis itu juga yang membuat air di sana tetap jernih dan tidak kering.
"ah masa? kau terlihat panik saat mengatakan itu. Apa kau berbohong haaa?" tanya Mathius
"jadi.... apakah aku harus lebih dekat denganmu agar aku bisa mengetahui rahasiamu? kau mau aku jadi apa mu? teman? teman dekat? atau kekasih?" tanya Mathius sambil menggoda Carmilla.
"ahh kau ini, a-aku membencimuuuu!!!" ucap Carmilla dengan wajah memerah tersipu malu.
"hahaha bercanda bercanda, maaf ya aku sudah memggodamu, lagi pula pria mana yang tidak menggoda wanita secantik dirimu?" ujar Mathius dengan senyum tipis.
"ihhh kau ini." ucap Carmilla sambil memukul lengan Mathius.
"hahahaha"
"yahh padahal aku berharap kalau kamu tidak bercanda," ucap Carmilla dengan suara pelan.
"hah? apa katamu?" tanya Mathius.
"ahh tidak tidak, lupakan saja." ucap Carmilla.
Carmilla pun berdiri dan melihat ke atas, Mathius merasakan adanya suatu sihir yang besar dalam tubuhnya yang tidak asing baginya.
"aku harus pergi... ehh anu?" tanya Carmilla.
"namaku Mathius, maaf aku baru memperkenalkan diri," ujar Mathius.
"iya tidak apa apa, jika kau ingin berteman denganku mungkin lain kali, aku harus kembali ke tempat asalku. Aku harus pergi kembali ke tempat asal ku," ujar Carmilla.
"tunggu! aku masih belum yakin kalau kau ini setengah kucing, apa buktinya?" tanya Mathius.
Carmilla pun menunjukan telinga nya yang tertutup rambut panjangnya,
"hmm kau beneran kucing." ucap Mathius.
"kan dari tadi aku sudah bilang," ujar Carmilla dengan nada marah.
"baiklah baiklah, sampai jumpa aku juga harus kembali ke rumah, omong omong biasanya kalau hari libur kau pergi kemana?" tanya Mathius.
"kenapa tiba tiba kau bertanya begitu?" ucap Carmilla bertanya balik.
"ya barang kali aku bisa bertemu denganmu lagi aku tak ingin mengakhiri pertemuan kita berdua begitu saja, kamu juga tidak ingin begitu juga kan?" tanya Mathius.
"ka-kalau aku sih tidak begitu peduli denganmu, tapi kalau kamu memaksa baiklah, aku tinggal di desa Fang dan saat hari libur aku selalu pergi ke kota Kerin untuk jalan jalan atau berbelanja," ujar Carmilla.
"kalau begitu bagaimana caranya agar aku bisa bertemu denganmu lagi?" tanya Mathius.
"besok aku pergi ke restoran demi human di kota Kerin, nama restoran nya adalah Beast datanglah jika kau ingin menemui ku." ujar Carmilla sambil berjalan menjauh dari Mathius.
"Hati-hati di jalan!" teriak Mathius kepada Carmilla.
Sudut pandang Carmilla:
Hmmmphh, Dia itu baru kenal sudah sok asik padaku, untung saja penyamaran ku tidak di ketahui oleh orang itu, tapi bisa di bilang dia orang yang cukup baik. Jika saja dia tau kalau aku ini Iblis, apakah dia masih mau berteman denganku?bu-bukan berarti aku peduli akan hal itu hmpphh, tetapi aku harus tetap menjalankan tugasku mencari Iblis bernama Vengeance agar aku bisa membebaskan ayah kandungku.
...----------------...
Kembali ke sudut pandang Mathius:
Ahhh rasanya setelah berendam di kolam Oasis tadi sangat nikmat di hari yang terik seperti ini, Rasanya tadi saat aku merasakan hal yang tidak asing saat di dekat Carmilla aku mulai mengingat perasaan itu.... Yahh aku merasakan keberadaan Carmilla itu sama dengan Vanity. Tapi kenapa ya kira kira? apakah Vanity punya hubungan dengan Carmilla?, yah besok-besok saat aku ke istana Iblis bodoh itu saja aku cari tau, pertama-tama aku harus pulang ke rumah terlebih dahulu.
...****************...
"Hei kau anak nakal!!! dari mana saja kau ini haa? lama sekali kau keluar, kan ibu sudah bilang kalau jangan lama lama, kau malah pulang saat tengah hari begini," ucap Ibuku dengan marah sambil mencubit pipi ku.
"Mwuaaf Ibwuu akwu lWupwa(maaf ibu aku lupa)," jawab ku.
"huuhh memang nya kau tadi pergi kemana?" tanya Ibuku.
"oh aku tadi pergi ke Oasis tempat Ibu menemukanku dulu," jawab ku.
"lain kali jangan lama lama, kamu kan ingin belajar memasak dan sekarang waktunya makan siang, ayo bantu ibu memasak ibu juga akan mengajarimu cara memasak menu makan siang sebentar lagi biasanya ayahmu akan pulang,"ucap Ibuku.
"iyah baik bu." jawab ku mengakhiri pembicaraan. Aku pun juga akan belajar memasak makanan yang cocok untuk makan siang pada kali ini.