
"ini adalah wujud saya yang asli, saya berasal dari tempat di mana Iblis di ciptakan, bisa di bilang ras saya adalah wujud asli dari Iblis" ucap Vanity
"jadi apakah kau bisa mengatakan apa hubungannya denganku?" Tanya Mathius
"Anda berasal dari sana Tuan Vengeance"
"AAAAPAAAAA?" teriak Mathius karena terkejut dengan yang di katakan Vanity
"Hei hei, apa maksud mu ha?Vengeance? siapa dia?" tanya Mathius
"Itu adalah nama asli anda tuan" jawab Vanity
"ha? tunggu, apa maksud mu itu nama asliku ha?" tanya Mathius
"akan saya katakan yang sebenarnya serta asal usul anda berada di dunia yang penuh dengan manusia ini" ucap Vanity
"ya cepat katakan siapa sebenarnya aku ini" ucap Mathius
"anda adalah anak Hybrid dari persilangan antara Iblis dan Malaikat, ayah serta ibu anda berasal dari dunia langit kedua yang banyak hidup Iblis dan malaikat" ucap Vanity
"langit kedua? maksud mu?lantas langit pertama itu apa?" tanya Mathius
"ya langit kedua, kita berada di suatu alam semesta yang berisi ratusan juta planet dan jutaan galaxy, akan tetapi alam semesta tidak hanya satu, tapi tak terbatas dan itu hanyalah isi dari langit pertama, berbeda dengan langit kedua hanya berisi satu alam semesta tetapi luasnya melebihi langit pertama" ujar Vanity
"Hei jika langit pertama saja luasnya tak terbatas logikanya saja mengapa kau bisa bilang langit kedua bisa lebih luas dari langit pertama?" tanya Mathius
"itu adalah kuasa dewa yang Esa" jawab Vanity
"lalu bagaimana..
"pasti anda ingin bertanya bagaimana saya bisa berada di sini dan bagaimana jika saya ingin kembali ke sana bukan?" ucap Vanity
"ya"
"saya berada di sini karena portal yang di buat oleh sihir ayah anda beliau mengirim saya kesini karena beliau mengetahui apa yang akan terjadi padanya,akan tetapi saya tidak dapat kembali ke langit ke dua lagi, karena hanya orang dengan kecepatan di luar linear waktu yang dapat kembali ke langit ke dua, Ayah anda adalah salah satu orang dengan kecepatan di luar linear Waktu, beliau bisa saja kembali ke masa lalu ataupun ke masa depan tetapi waktu itu beliau lebih memilih mendapat hukuman" ucap Vanity
"memangnya apa yang terjadi pada ayah kandungku?" tanya Mathius
"Beliau.. Telah Mati begitu juga dengan ibu anda" ucap Vanity sambil merunduk
"oh jadi begitu ya aku sudah yatim piatu sejak aku lahir" ucap Mathius dengan suara merintih karena baru saja mengetahui masa lalunya yang pahit
"ayah anda adalah Raja Iblis serta cucu dari Raja besar Iblis Vengeance dan semua keturunannya mendapat gelar yang sama yaitu "Vengeance" , anda adalah cicit dari Raja besar Iblis" ujar Vanity
"kau tadi bilang aku anak dari Iblis dan malaikat, apakah ibuku itu malaikat?" tanya Mathius
"ya tepat sekali tuan, ibu kandung anda adalah Ratu Malaikat yang mendapat hukuman mati juga, jadi dapat di simpulkan kalau anda setengah Iblis juga setengah Malaikat" ujar Vanity
"baiklah, dulu pemimpin dari Iblis dan Malaikat mati bersamaan dan di pilihlah pemimpin barunya, yaitu ayah anda sebagai Raja Iblis dan Ibu anda sebagai Ratu Malaikat, ras Iblis dan Malaikat diciptakan saling bermusuhan maka dari itu kedua ras selalu berperang setiap tahunnya dan harus ada pemimpin yang mati dari salah satu kubu, tetapi suatu keajaiban terjadi yaitu gencatan senjata selama satu masa peperangan, dan saat itulah kedua orang tua kandung tuan bertemu di sebuah pertemuan untuk membahas tentang gencatan senjata, entah mengapa hubungan orang tua anda semakin erat dan menghasilkan seorang anak yaitu anda, anda adalah ras yang langkah dan mungkin hanya anda seorang di seluruh dunia" ujar Vanity
"bagaimana kau tau sejarah ku dan juga orang tua ku? kalau kau dari pihak Iblis seharusnya kau juga ikut senang kan kalau pengkhianat seperti ayahku di hukum mati?" ucap Mathius
"tidak, saya bukan orang yang seperti itu Tuan Vengeance, dahulu saya adalah orang yang lemah dan tak memiliki kekuatan sihir yang besar, tetapi kakek buyut anda Raja Besar Iblis Vengeance tidak pernah mengintimidasi kaum Iblis yang lemah, beliau menolong saya dari gangguan Iblis yang lebih kuat dari saya, tidak usah kaget, kami para Iblis juga melakukan intimidasi terhadap kaum yang lemah, meskipun lemah saya memiliki kelebihan dalam kecepatan berpikir, maka dari itu Raja Besar Iblis mengangkat saya menjadi ajudan beliau sendiri, saya juga memiliki kelebihan dalam kekuatan fisik, dan sejak saat itulah saya membalas kebaikan Raja Besar Iblis Vengeance dengan bersumpah untuk melayani seluruh keturunannya apapun yang terjadi" ucap Vanity
"jadi begitu yah... aku.. ini Iblis yaa.. tapi aku juga malaikat, pantas saja aku tumbuh lebih cepat dari pada anak lainya, oh iya kau... bagaimana bisa jadi Raja Iblis si sini?" tanya Mathius
"saya sudah menjadi Raja Iblis sekitar 2 tahun yang lalu, bahkan anda mungkin sudah tau kalau monster Iblis disini hanyalah monster lemah, bahkan hanya dengan kekuatan fisik, saya bisa jadi Raja Iblis tetapi Iblis tidak bisa menggunakan seluruh kekuatan mereka jika di dunia ini,seperti saya ini yang hanya dapat menggunakan setengah dari kekuatan saya mungkin anda juga tidak bisa menggunakan kekuatan anda sepenuhnya, mungkin ini saja yang ingin saya ceritakan, percaya atau tidak tentang semua yang saya ceritakan tadi itu adalah wewenang anda tuan Vengeance, setidaknya saya sudah menceritakan asal usul anda, saya akan segera menyiapkan portal teleportasi langsung ke desa Wildsand,Teleportation" ucap Vanity sambil menghadapkan tangan ke depan dan memunculkan sebuah lingkaran Teleportasi, Mathius pun memasuki area Teleportasi dan mengatakan
"iya, terimakasih atas ceritamu, mungkin aku akan percaya dengan ceritamu tapi aku akan mencari sendiri jati diriku"
"Sampai jumpa tuan, datanglah kemari jika anda perlu bantuan" ucap Vanity.
Mathius pun berpindah tempat langsung di area perkebunan desa Wildsand dan tanpa di rasa hari sudah larut malam
Ahhhh bodohnya aku, aku lupa mengatakan tentang mataku ini, kira kira kalau aku tanya dia akan tau penyebab nya atau tidak ya? yah kalau aku punya waktu luang aku akan kembali ke tempat Iblis itu lagi
Mathius berjalan menuju rumah dan dia melihat keramaian orang membawa obor api
Eh? orang orang desa lagi ngapain? kok ramai sekali apa ada pesta yang terlewatkan,
"Mathiuuuss!!"
tunggu dulu, aku mendengar seseorang memanggil namaku
"Aku disiniii" teriak Mathius menjawab panggilan lalu ada seseorang berlari ke arahnya dan ternyata sumber dari suara itu adalah teriakan ibunya yang mencarinya dan orang orang yang membawa obor api tadi adalah orang orang desa yang mencarinya
"Mathius.. kau ini kemana saja nakk, hikss" ucap ibunya sambil memeluk Mathius
"ahh maaf ibu aku tadi ketiduran, ah semua tidak usah khawatir aku baik baik saja" ucap Mathius menenangkan semua orang yang mencarinya
"huuhh bagaimana kami tidak khawatir kalau anak emas dari desa ini hilang secara tiba-tiba" ucap seorang wanita
"iya maaf semua, aku membuat kalian khawatir, kalian boleh pulang terima kasih sudah mengkhawatirkan ku" teriak Mathius dan semua orang orang bubar, ayahnya juga pun menghampiri Mathius
"Kau ini memang anak yang nakal! lain kali bilang kalau kau ingin keluar atau pulang larut, ibumu sangat mengkhawatirkan mu apalagi dia sedang hamil adikmu" ucap ayahnya dengan marah
"iya ayah aku minta maaf, aku tidak akan mengulanginya lagi" jawab Mathius
"sudah, yang berlalu biarlah berlalu yang penting Mathius kecilku selamat" ucap Ibu nya
Mathius pun kembali ke rumah bersama keluarga kecilnya, masih ada hari esok yang harus di hadapinya, dan ada masa lalu yang harus di ungkapkan kebenarannya.