The Strongest Hybrid

The Strongest Hybrid
CH 30:Hari Yang Dinanti



Sudah 3 hari berlalu sejak kencan kemarin, hari ini adalah hari yang di janjikan ayahku, kalau aku akan di jemput agar aku bisa pergi ke ibu kota Holy Kingdom. Oh iya, omong-omong nama dari ibu kota Holy Kingdom adalah Arjo, nama itu di ambil dari nama Raja pertama Holy Kingdom.


Saat pagi aku bersiap siap untuk pergi ke kota Arjo, aku membawa beberapa pakaian, sisa uangku, dan aku juga memakai pakaian yang aku beli saat aku di kota Sito. Aku merasa sangat keren saat memakainya, rasanya bagaimana ya, pokoknya aku seperti merasa ada kepuasan tersendiri saat memakai jubah nya.


Aku dulu memang punya jubah yang aku peroleh saat memenangkan turnamen sihir, tapi sekarang sudah tidak muat lagi, makanya aku membeli baru, tidak lupa aku juga memakai penutup mata. Saat aku bercermin, aku terlihat seperti pembunuh berdarah dingin saja, Hahaha.


Pagi ini saat aku selesai sarapan, aku menunggu kedatangan kereta yang di janjikan ayahku untuk menjemput ku. Karena semua orang desa mengetahui kalau ibu ku mau melahirkan, jadi banyak orang yang memberi kan buah tangan untuk ibu ku, ada juga seorang gadis kecil berusia sekitar 7 tahun bernama Viana datang ke rumahku bersama ibu nya, memberikan selimut kecil dan berkata,


"Kak Mathius, ini selimut untuk adik nya kakak,"


Lalu aku berterima kasih padanya,


"iya, Terima kasih ya, Viana." begitulah ucapku sambil mengelus kepalanya.


Entah kenapa respon nya sangat menarik. Dia sangat bahagia saat aku mengelus kepala nya, mungkin karena dia sangat mengagumi ku, omong-omong dia juga salah satu murid ku di sekolah. Dia sangat suka padaku, dan sangat mengagumi ku, yaaa meskipun dia lebih tua dari ku haha.


Ibu Viana juga menitipkan salam untuk ibuku, solidaritas semua orang desa memang sangat tinggi, pantas saja suku Wildsand menjadi suku terkuat di benua tak bernama ini.


...****************...


Kereta yang di janjikan ayah Mathius pun datang di kawal oleh beberapa prajurit yang di duga merupakan prajurit bayaran dari guild petualang


...****************...


Setelah sekian lama, datanglah 2 kereta kuda datang menjemput ku, tapi di kawal oleh beberapa orang, aku sempat curiga pada rombongan ini, tapi saat aku hendak menghampiri mereka, kusir kuda nya langsung menyambut ku,


"Senang bertemu dengan anda, Tuan Mathius Twilight,"


"ehh, apakah anda ingin menjemput ku?" tanya ku.


"ya, tepat sekali tuan, saya di suruh oleh tuan Lingga untuk menjemput anda," ucap si kusir kuda.


"Lingga? siapa Lingga?" ucap ku bertanya lagi.


"untuk detailnya saya tidak tau, tetapi kami di suruh untuk menjemput orang desa Wildsand bernama Mathius Twilight, dengan ciri ciri yang pasti adalah memakai penutup di mata," jawab si kusir kuda.


"oh kalau begitu baiklah aku akan naik," ucapku.


"Silahkan tuan, nona Shella menunggu di dalam kereta." ucap kusir kuda.


Siapa lagi Shella itu? ah jalani saja.


Saat aku masuk, kereta nya langsung berangkat dan ternyata ada seorang wanita di dalam,


"senang bertemu dengan anda Tuan Mathius." ucap wanita yang ternyata bernama Shella.


"apakah kamu Shella yang di maksud?" tanyaku.


dia menjawab,


"ya tepat sekali, nama saya Shella Theodor,"ujar Shella.


"jadi, apa kamu adalah orang suruhan dari orang yang bernama Lingga itu?" tanya ku pada Shella.


"saya adalah putri dari orang yang bernama Lingga," jawab Shella.


"ohh begitu, jadi apa hubunganku dengan orang yang bernama Lingga itu?" tanyaku pada Shella, dan dia pun menjawab,


"pamanku? yah biarlah nanti juga ayah akan menjelaskan kan padaku, jadi kita adalah sepupu?" tanyaku.


"benar sekali," jawab Shella.


"kalau begitu, mohon bantuannya," ucap ku pada Shella dan dia mengangguk.


Jarak desa Wildsand dengan kota Arjo sangat jauh sekali, perjalanan yang aku lakukan di mulai saat pagi hari ini, menurut penjelasan Shella perjalanan menuju kota Arjo butuh waktu paling lama 3 hari sangat lama sekali, tapi untuk persiapan bermalam sudah ada di kereta yang satu nya, dan guna menyewa prajurit bayaran adalah untuk menjaga perjalan kami agar senantiasa aman sampai tujuan.


Saat hari mulai sore, aku di ajak berburu hewan untuk makan, dan Jackpot, dengan kemampuan pengintai milik Shella, kami menemukan seekor babi hutan yang ukuran nya lumayan lalu menangkap nya, Shella memiliki kemampuan khusus bernama Silent Assasin yang membuat nya dapat membaur dengan sekitar dengan mudah. Kemampuan sihirnya juga lumayan, mungkin setara dengan sihir kak Solid dan yang paling di kuasai nya adalah sihir api, yaa tapi masih jauh di bawah ku sih, haha.


Saat malam kami pun bermalam di sebuah hutan yang katanya rawan akan bandit, tapi berbeda dengan bandit pada umumnya yang hanya merampok, bandit di hutan ini juga suka membunuh korban hanya untuk memuaskan hasrat mereka.


Tapi aku sih merasa aman aman saja karena tampang prajurit yang mengawal kami sangat meyakinkan, tubuhnya besar, dan botak.


Kami mendirikan tenda untuk bermalam dan menyantap hasil buruan yang tadi kami tangkap, kami juga berbincang bincang. Meskipun tampang prajurit bayaran nya seram, tapi mereka sangat lah baik hati.


Setelah berbincang tentang banyak hal, aku pun bersiap untuk tidur, para prajurit bergantian berjaga. Shella juga telah memasang perangkap di sekitar tenda, aku tidur lebih dulu agar bisa ikut bergantian berjaga.


Aku tidur satu tenda dengan Shella, dia menceritakan banyak hal tentang keluarga ku, dia bilang,


"kau tau? dulu paman Rangga adalah petualang tingkat S, tak ada petualang yang tidak tau tentangnya, meskipun dia tak begitu ahli dalam hal sihir, tapi kemampuan fisiknya sangat hebat, bahkan jika kekuatan fisiknya di adu dengan pahlawan, kekuatan paman Rangga lebih hebat lohh,"


"wow berarti ayahku sangat hebat, apa aku nanti juga bisa menjadi petualang tingkat S juga?" ucapku.


"Mathius, kamu ingin menjadi petualang?" tanya Shella.


"iya, aku sangat ingin menjadi petualang yang berkelana, hidup mandiri tanpa membebani orang tua," jawabku.


"huhh, bahkan saat ini kamu tidak membebani orang tuamu, kamu itu anak yang sangat berbakat, kamu saja memenangkan turnamen sihir Holy Kingdom," ujarnya.


"iya sih, tapi aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi petualang," ucapku.


"kalau begitu, ayo menjadi petualang bersamaku," ujar Shella.


"hmmm, boleh saja," ucapku.


"omong-omong aku ini petualang, tapi masih tingkat E," ucap Shella.


"wahh, kamu hebat, pasti enak ya jadi petualang," Ujarku.


...****************...


Mathius yang tadinya dalam posisi terlentang langsung berdiri karena Tiba-tiba Mathius merasakan kehadiran beberapa orang.


...****************...


"ada apa Mathius?" tanya Shella.


"aku merasakan kalau beberapa orang menuju kemari," jawab ku.


Lalu seorang prajurit datang menuju tenda Mathius,


"hei kalian! bangunlah ada yang datang."