The Strongest Hybrid

The Strongest Hybrid
CH 31:Tamu Tak Di Undang



"ada apa Mathius?" tanya Shella.


"aku merasakan kalau beberapa orang menuju kemari," jawab ku.


Lalu seorang prajurit datang menuju tenda Mathius,


"hei kalian! bangunlah ada yang datang."


"apa? ada yang datang? siapa?" tanya Shella.


"entahlah, tapi aku merasakan hal yang tidak baik akan datang pada kita," ujar si prajurit.


"baiklah aku juga akan bersiap," ucapku.


Perjalanan masih sangat jauh dan kami sudah mendapatkan masalah yang bisa di bilang sangat besar. Aku rela saja kalau hanya harta yang di ambil, yang tak ku inginkan adalah jika saja nyawa orang yang bersama ku di ambil.


Aku sendiri tidak khawatir akan diriku sendiri, karena para bandit itu tidak akan bisa membunuhku.


Banyak jebakan milik Shella yang mengenai musuh, Shella pun langsung naik ke atas pohon di dekat tenda dan melihat 30 orang berada di sekitar tenda. Shella sangat yakin dengan jumlah yang di tetapkan nya, karena dia memiliki skill aktif bernama Hawk Eye yang mampu semua jumlah orang di sekitar area yang di tempati.


Jika jumlah nya sebanyak itu, rasanya pasti akan ada yang menjadi korban di antara kami, kami hanya berjumlah kan 12 orang, 8 di antara nya adalah prajurit bayarannya, 2 di antara nya adalah kusir kuda dan 2 nya lagi aku dan Shela, tapi dengan persiapan yang ada kami siap melawan mereka.


Para bandit itu mulai terlihat, dan seorang wanita melesat dan langsung menyerang ku, dengan reflek, aku dapat menghindari nya, dia pun terkejut saat menyadari kalau serangan nyaa tidak mengenai ku,


...****************...


"apa?" lalu wanita itu mengambil jarak aman dengan Mathius.


Hahaha, boleh juga kamu ternyata." ucap nya.


"Siapa kalian, huh?" teriak prajurit bayaran A(pemimpin pasukan).


"Kami adalah Devil Hound, penguasa Watu Forest(nama hutan yang lewati Mathius), sungguh kesalahan besar jika bermalam di hutan ini," ucap wanita pemimpin bandit.


"Hehh, Devil Hound? apaan tuh?" ucap Mathius.


"Mathius, apa kamu tidak tau ha? mereka adalah bandit yang menguasai hutan ini," ujar Shella.


"Oh, begitu ya.Hei kalian! Mengapa seorang wanita yang menjadi pemimpin kalian?" tanya Mathius kepada gerombolan bandit.


"Keparat, Jangan meremehkan ku!" teriak wanita pemimpin bandit.


"tidak tidak, aku tidak meremehkan mu, aku hanya bertanya mengapa seorang wanita menjadi pemimpin? Kalau ibarat kata, jika gerombolan singa yang di pimpin seekor anjing maka singa itu akan jadi sama bodohnya dengan anjing itu, Tetapi jika gerombolan anjing di pimpin seekor singa, maka anjing itu akan mencoba menjadi sekuat pemimpin nya." ujar Mathius.


"Berisik kau dasar buta!" teriak Wanita pemimpin bandit.


"Hahaha, kamu sangat mudah di provokasi ya ternyata," ucap Mathius.


"Berhati-hatilah, Mathius. Dari cerita yang aku dengar, mereka sangat berbahaya." bisik Shella pada Mathius.


"Tak usah banyak bicara. Mumpung hari ini suasana hati ku sedang baik, cukup serahkan harta kalian, maka aku aku ampuni nyawa kalian," ucap wanita pemimpin bandit.


"Ba-Baik, silahkan ambil semua harta kami," ucap kusir kuda 1.


...****************...


Kusir kuda 1 menjawabnya tanpa ragu, dia membuat Mathius curiga pada nya.


...****************...


Orang ini, sama sekali tidak merasakan ketakutan apapun saat para bandit datang kemari. Aku sedikit merasa ada yang aneh. Apakah dia pengkhianat? tapi aku tidak bisa langsung memutuskan.


"Hei! , langsung ambil keputusan saja kau!" ucap Shella pada kusir kuda 1.


"Ini lebih baik dari pada kita kehilangan nyawa kita," ucap kusir kuda 1.


"kalau itu sih benar juga, tapi...." ucap Shella,


"tunggu, Shella. Aku rasa ada pengkhianat di antara kita, kandidat terkuatnya adalah dia(Kusir kuda 1)waspadalah," ujarku pada Shella.


"baiklah, Mathius." jawab Shella.


"Kami tidak akan menyerahkan harta kami.Tapi kalau kalian masih menginginkan harta, maka langkahi dulu mayat ku," ucapku pada para bandit.


"Sombong juga kau bocah. Semua habisi mereka!" ucap wanita pemimpin bandit, dan para bandit menyerang kami.


Pertarungan pun tidak terhindar kan, kami yang hanya berjumlah kan 12 orang melawan 30 orang, tapi kekuatan prajurit bayaran yang di sewa untuk menjemput ku lumayan juga, mereka sanggup menyaingi mereka yang berjumlah lebih 2 kali lipat jumlah kami.


Aku juga ikut membantu, tapi untuk sementara aku tidak mengeluarkan senjata ku dan menggunakan sebuah pedang untuk melawan mereka, Tadi aku sempat berkata,


Shella sebagai pemimpin rombongan langsung menghadapi pemimpin bandit tersebut.Mereka berdua bertarung sangat sengit, karena keahlian mereka berdua sama yaitu Silent Assasin, tetapi pengalaman si pemimpin bandit lebih banyak dari pada Shella, dan kurasa Shella hanya akan dapat bertahan saja, dia tidak mungkin bisa mengalahkan pemimpin bandit itu.


Tetapi hal yang menjadi bukti kuat kalau kusir kuda 1 adalah pengkhianat terjadi yaitu dia tidak ikut serta dalam pertarungan, dia merasa seperti aman aman saja tanpa memedulikan kami.


Shella terhempas saat bertarung melawan pimpinan bandit, aku pun datang menghampiri nya,


"kamu tidak apa apa, Shella?"


"iya, aku masih baik baik saja. Aku masih bisa bertahan melawan nya," ucap Shella.


"sudah terbukti kalau kusir kuda itu adalah pengkhianat, bahkan dia tidak ikut membantu kita. Mungkin saja dialah yang memberi informasi kepada bandit bandit itu,"ujarku.


"Baiklah, tapi kita harus mengalahkan bandit bandit itu terlebih dahulu." ucap Shella.


"Hm(mengangguk) aku juga akan berjuang." jawabku.


Saat melawan bandit bandit bodoh ini rasanya seperti bermain saja. Mereka tidak tau siapa aku, Aku kan Penyihir Kegelapan yang pernah mengalahkan pasukan Minotaur, ya kali aku kalah melawan manusia biasa. Karena kontribusi ku, para bandit itu mulai kewalahan dan prajurit kami menang melawannya.


Sudut pandang Wanita pemimpin bandit:


Cihh, kekuatan anak bernama Mathius Twilight memang sangat hebat, aku terlalu meremehkannya.


...****************...


"Hei kamu nona muda, nampaknya pasukan kami kalah melawan kalian," ucap pemimpin bandit.


"Hahaha, kamu akhirnya mengaku kalah.." saat Shella berbicara tiba-tiba pemimpin bandit melompat ke arahnya dan menghunuskan pedangnya ke arah Shella.


"kalau aku tidak bisa mengalahkan kalian, maka aku akan membunuhmu saja," ucap pemimpin bandit.


Serangannya meleset tapi saat setelah serangannya meleset pemimpin bandit itu langsung menyerang Shella dan membuat luka gores yang cukup dalam di lengan dan paha kanan nya lalu menendangnya dengan keras dan Shella pun kembali terhempas lalu dia kembali berdiri tapi sempoyongan karena kesakitan dan energi nya juga mulai habis.


"Hahaha, tamatlah riwayatmu nona,Phantom Execution," ucap Pemimpin bandit.


Phantom Execution adalah sebuah skill yang menggabungkan kekuatan sihir dan kemampuan berpedang. Skill ini dapat menebas target dalam area, misal jika ada 10 orang dalam area, maka semua akan ter tebas. Cara kerja nya yaitu pengguna skill melompat ke arah area target dan menebasnya hingga tembus ke belakang target. Target bisa selamat kalau target bisa membuat pelindung yang lebih kuat dari serangan atau kecepatannya melebihi serangan.


Dalam kondisi ini Shella sedang kesakitan dan kehabisan energi, tapi Mathius menyadari kalau si pemimpin bandit akan membunuh Shella.


"MATILAHH!!!" Teriak pemimpin bandit.


Pada saat itu pemimpin bandit langsung melancarkan serangannya pada Shella,dia sangat cepat sekali dan pada saat jarak antara pemimpin bandit dengan Shella hanya sekitar 1 meter saja, Mathius dengan kecepatannya langsung menuju ke arah Shella, menggendongnya dan membawanya ke tempat yang lebih aman.


"kamu sudah berjuang dengan baik, Shella. Untuk sekarang serahkan saja padaku." ucap Mathius pada Shella. Pemimpin bandit itu pun terkejut akan kecepatan Mathius.


Sudut pandang wanita pemimpin bandit:


apa? dia sangat cepat sekali, padahal tinggal sedikit saja aku bisa membunuh wanita itu, tapi dia berhasil menyelamatkan nya.


...****************...


Andai saja Mathius telat sedetik saja, mungkin Shella sudah mati,


"Hei, menyerahlah. Semua bandit sudah kami kalahkan," ucap Mathius pada pemimpin bandit.


"Cihh! aku tidak akan menyerah, kalau menginginkan ku maka tangkap lah aku..." ucap pemimpin bandit, tapi saat di tengah pembicaraan tanpa sepengetahuan nya, Mathius sudah berada di samping nya. Mathius menepuk pundak nya lalu berkata,


"Kamu terlalu banyak bicara," lalu Mathius mencengkram dan melempar pemimpin bandit itu ke atas, Mathius pun ikut melesat ke atas dan mendorong pemimpin bandit ke tanah dengan keras, seperti yang di lakukan Mathius kepada Astrea De Reiven.


Dapat di pastikan beberapa tulang dari pemimpin bandit itu patah,


"AAAHH, Sakitt!" ucap pemimpin bandit.


"Sudah ku bilang bukan. Kalau saja kamu menyerah dari awal, maka kamu akan ku perlakukan lebih lembut lagi," ucap Mathius sambil berjalan menghampiri pemimpin bandit yang tergeletak tak berdaya.


Saat Mathius sudah mendekat, tiba tiba dia merasakan kalau ada sesuatu yang datang ke arahnya.


"Jep-Jep-Jep" ternyata ada anak panah yang di arahkan ke Mathius, tapi dia berhasil menghindari nya.


Tiba-tiba pemimpin bandit itu ter teleportasi ke seorang pria yang melayang di atas udara. Lalu dia berkata,


"Kalian hebat juga ternyata bisa mengalahkan Nozel(nama wanita pemimpin bandit)"


Dan segerombolan bandit yang jumlahnya lebih banyak datang lagi dan tak hanya bandit biasa mereka bahkan mempunyai banyak penyihir,


"Tamatlah Riwayat kalian,"